Santri Mengantri

Santri Mengantri

Seseorang hanya butuh waktu tiga bulan 3 saja secara intensif untuk bisa dan mahir ilmu-ilmu pengatahuan umum seperti Matemaitka, sedangkan budaya ngantri kita butuh waktu yang sangat lama, minimal 12 tahun, untuk bisa mengantri dan selalu ingat nilai sosial yang ada di balik proses mengantri.

Ingat hey kawan,,,,,.
Dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun dan kapanpun kita selalu membutuhkan pelajaran Etika Moral dan ilmu berbagi dengan orang lain. Karena kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian, dan selalu berintraksi dengan satu sama yang lain.
”Apakahsih pelajaran berharga di balik budaya MENGANTRI ?”

Kita belajar mengatur waktum, jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal. Kita dituntut untuk selalu disiplin datang tepat waktu, agar selalu mendapat posisi terdepan.

Kita belajar bersabar menunggu giliran, apabila kita mendapat antrian di tengah atau di belakang. Menunggu memang suatu hal yang menjenuhkan dan membutuhkan kesabaran tingkat dewa, dikarenakan kita sering mengantri, maka kita akan memiliki kesabarantingkat dewa.
Kita belajar menghormati hak orang lain, siapa yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal. Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menerima desang hati apa yang telah diperoleh oleh orang lain, tampa ada rasa dengki dan iri sedikitpun.

Kita belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain. Kedisiplinan kita akan menentukan kesuksesan di masa mendatang.

Kita dapat belajar bersilaturrahim, menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian. Dalam agama islam silaturrahim merupakan akhlak mulia, dan orang yang selalu bersilaturrahhim akan mendapat syurga Allah SWt.

Kita belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya. Ingatt… kawan, dalam mencapai tujuan hidup, kita memiliki musuh yang sangat banyak, yang mana senantiasa selalu mencelakai dan menggoda kita setiap proses hidup ini, dengan ketabahan dan kesabaran maka kita dapat melewati proses tersebut dengan baik dan mencapai tujuan dengan penuh kemenangan.

Kita dapat belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain. Dengan memiliki Rasa Malu, kita dapat membentengi diri kita dari perbuatan yang tidak bermanfaat, atau perbuatan yang dapat merugikan orang lain.