Darunnajah Olimpiade atau mereka sebut dengan DNO adalah acara yang diadakan untuk mengisi kekosongn ketika kelas 3MTS mengadakan Ujian Nasional(UN).
Acara yang diadakan selama 4 hari ini diikuti oleh seluruh santri darunnajah cipining, mulai dari kelas 1 dan 2 MTS, intensive, dan kelas 4 MA.
Dalam acara ini terdapat berbagai macam perlombaan mulai dari story telling, describing picture, broad cating, lomba madding, kaligrafi, puisi 3 bahasa, cipta logo, MTK berjalan, lari estafet, badminton, takrow, futsal, dsb.
Acara ini wajib diikuti oleh seluruh santri darunnajah cipining namun tidak untuk mereka yang belum menyelesaikan target hafalannya, yang mengikuti program tahfidz beasiswa dan kader.
“saya khawatir jika mereka mengikuti acara ini, mereka menjadi lalai akan hafalan mereka, mereka menjadi tidak focus dengan hafalan mereka, Karena fikiran mereka akan terbagi antara mengkuti perlombaan dan menghafal Al-Qur’an. Apalagi untuk program beasiswa dan kader, target hafalan merekalah yang menentukan mereka dalam melanjutkan kekelas selanjutnya.” Begitu ucap usth. Nur Hafidzoh selaku Ketua Lembaga Tahfidzul Qur’an putri(LTQ).
Namun bagi mereka yang telah menyelesaikan target hafalannya mereka dapat bernafas lega untuk sesaat, dan sebagai balasan atas ketepatan waktu mereka dalam menghafal maka mereka dapat mengikuti acara ataupun kegiatan yang ada dipesantren sebelum target selanjutnya menemuinya.
Dengan target hafalan yang telah ditentukan mereka akan belajar memanage waktu. Mereka akan berfikir bagaimana cara membagi waktu yang tepat, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Mereka akan berfikir bagaimana cara menghafal yang tepat bagi masing-masing mereka.
Karena metode-metodedalam menghafal yang ada belum tentu pas bila mereka mempraktekannya. Jadi mau tidak mau mereka akan mencari cara agar apa yang mereka baca dapat dihafal dengan cepat. (Ummu Hurairoh)