Akibat Bullying
Ratna Djuwita Warouw (2007) menyatakan dalam diskusi nasional bahwa: bullying, selain membuat iklim sekolah tidak bersahabat, dampak lanjutnya adalah banyaknya siswa membolos dan berkembangnya fenomena putus sekolah. Bullying juga bisa membuat korban menjadi pribadi yang rapuh seperti sulit berkonsentrasi, perasaan rendah diri, tidak berharga, bahkan bunuh diri.
Penelitian Tentang Bullying
Sejumlah penelitian mengenai metode untuk mengurangi bullying di sekolah, tampak banyak dilakukan, dalam level sarjana maupun pasca sarjana.
Berbagai bentuk strategi tampak dikembangkan. Mulai dari strategi re-edukasi, menciptakan modul pendidikan anti bullying, pembentukan jaringan orangtua untuk mengatasi bullying, hingga metode terbaru yang Appreciative Inquiry dengan psikologi positifnya, menampakkan hasil yang menggembirakan.
Dalam berbagai penelitian tersebut, sasaran intervensinya beragam. Mulai dari anak di lembaga pemasyarakatan, murid sekolah dasar, pihak guru, bahkan orangtua. Hal ini menggambarkan bahwa upaya untuk mengatasi perilaku bullying dapat dilakukan, tak terbatas pada pihak mana yang bersedia untuk berpartisipasi.