Akhlak Lisan

“Sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk- buruk suara ialah suara keledai.” (Luqman:19)

.............

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak terhapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari. (al-Hujarat:2)

 

NORMA-NORMA LISAN

  • Merasakan Pengawasan Allah

Sebagai bukti keimanan kepada Allah SWT. Sebagai dasarnya, seorang Muslimah harus mengetahui bahwa Allah Swt berfirman:

“tiada suatu ucapanpun yang luput dari pengawasan malaikat Raqib da Atid yang selalu mendampinginya”.(Qaf:11)

Jika perkataan diucapkan secara lirih atau dirahasiakan:, dan tetap di dalam hati, Allah berfirman:

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”. (Ghafir:19)

Jika ucapan lisan disembunyikan, tidak di tampakkan

“tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang melainkan Dialah keempatnya”.(al-Mujadilah:7)

  • Kontrol Sosial

Sebagai makhluk sosial itu sendiri memiliki keterkaitan untuk dapat saling berinteraksi menggunakan lisan, dan hasil dari interaksipun memiliki 2 dampak yakni menguntungkan dan menjerumuskan.

Bagaimana Agar lisan berada pada posisi yg menguntungkan?

1. Perkataan didahului dengan proses berfikir

            nasehat ulama: “janganlah akal anda di belakang lisan anda. Jika hendak mengatakan sesuatu, pikirkan dulu rangkaian kata-katanya, sehingga andadapat menimbang kabaikan dari kejelekannya. Adapun jika sebaliknya, lisan anda berada di belakang akal anda, maka ini adalah cemeti yang mendorong anda terus berbicara tanpa arah sehingga dikatakan sebagai orang gila”.

2. Mengikat perkataan dengan perbuatan

harus yakin dengan kemampuan anda untuk melakukan apa yang akan anda katakan. Jika tidak berarti ada yang ganjil dalam diri anda. Sebagaimana dlm firman Allah:

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca al-kitab (taurat)? Maka tidaklah kamu berfikir?” (al-baqarah:44)

3. Memahami pengaruh lisan

peribahasa “lisan adalah kuda anda, jika anda menjaganya, niscaya ia menjaga anda dan jika anda melecehkannya niscaya ia melecehkan anda”.

“bila pedang lukai tubuh, masihh ada harapan sembuh, namun bila lisan lukai hati, ke mana obat dicari?”

Tiga akhlak yang harus menghiasi lisan:

  • Etika berbicara
  • Jangan berdusta
  • Meninggalkan perdebatan dan perbantahan
  1. Etika berbicara

 Merendahkan suara

“sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai” (Luqman:19)

etika sangat penting, terutama ketika berinteraksi dengan orang2 terhormat. Karena meninggikan suara di depan mereka menandakan anda tidak beretika, Menunjukkan kelembutan dan ketenangan jiwa, wanita yang bersuara tinggi ketika berbicara menunjukkan pendidikan etikanya tidak sempurna. Oleh karena itu dia butuh waktu lama untuk mengevaluasi dirnya.

Memperhatikan pembicaraan orang lain dan tidak meremehkannya.

Diantaranya: Tersenyum atau tertawa mengejek , Memperhatikan aib dan kekurangan, orang lain dengan pandangan atau contoh meremehkan, ungkapan mengundang gelak tawa, juga dengan meniru gerakannya.

Tidak memotong pembicaraan

“suatu hari datang Utbah bin Rabiah kepada Nabi Muhammad untuk berbicara, dia menawarkan harta, gelar bangsawan dan jabatan jika dia mau meninggalkan dakwahnya. Semua itu dia sampaikan sementara Nabi tetap diam dan mendengarkan pembicaraanya, tidak memotong sama sekali. Setelah selesai, Rasulullah berkata,  apakah sudah selesai?ia jawab iya,lalu Rasul berkata sekarang dengarkan aku. Kemudian beliau membacakan permulaan surat Fushilat”.

Etika Rasul: beliau mendengarkan orang lain berbicara, meskipun perkataannya hanya omong kosong, hingga ia  mengakhirinya. Setelah itu baru beliau menyampaikan perkataanya yang mulia. Hal ini karena beliau mengetahui maksud dan akibat dari suatu perkataan.

2.  Jangan berdusta

Seseorang yang kedapatan berdusta berarti bahaya besar menghadangnya. Alangkah buruknya citra seorang wanita yang dikenal sebagai pendusta, Wanita sekarang ini telah benar2 diperhitungkan, oleh karena itu dia harus dikenal sebagai wanita yang bukan pendusta, Dusta paling besar :kepada Allah dan Rasul

Obat dusta = jujur

3. Jauhi perdebatan dan perbantahan

Perdebatan : penyanggahan terhadap lawan bicara dengan menampakkan kecacatannya.

Perbantahan: merendahkan perkataan orang lain dan melemahkannya dengan cara menjelekkan pembicaranya dan mengaitkannya dengan kekurangan dan kebodohannya.

Hadiah apakah yang akan di dapat setelah menjaga lisan?

Allah swt membangunkan rumah tingkat tertinggi surga bagi mereka yang mempunyai etika tertinggi. Di antara rumah – rumah yang terbesar di sekeliling surga dan terdapat tempat peristirahatan orang – orang yang meninggalkan perbantahan.

Abu ummayah meriwayatkan Rasulullah bersabda:

“Aku adalah pemimpin rumah di pinggiran surga bagi siapa saja yang meninggalkan perbantahan walaupun dia dalam posisi benar, dan ramah di tengah- tengah surga bagi siapa yang meningglkan dusta meskipun dalam sendau gurau, dan rumah di tingkat tertinggi surga bagi yang baik akhlaknya” (HR Abu Dawud).

Kesimpulannya, kita mempunyai dua telinga dan satu mulut, maka mendengarlah lebih banyak dari pada berbicara, Berhentilah berbicara, karena pesan dari lawan bicara  anda disandarkan pada pendengaran anda, Bila berbicara adalah perak, maka diam adalah emas.

(WARDAN/Annisa)