Pernahkah kita memperhatikan bagaimana cara kita makan dan minum sehari-hari? Apakah sudah sesuai dengan ajaran Islam? Makan dan minum bukan hanya sekadar aktivitas untuk memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga memiliki nilai ibadah jika dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Tulisan ini membahas tentang adab makan dan minum dalam Islam, manfaat kesehatannya, cara mengajarkannya pada anak, serta relevansinya di era modern.
Berikut uraiannya:
Apa Saja 10 Adab Makan dan Minum yang Diajarkan Rasulullah SAW?
Adab makan dan minum yang diajarkan Rasulullah SAW mencakup berbagai aspek, mulai dari persiapan hingga selesai makan. Berikut adalah 10 adab utama yang perlu kita perhatikan:
1. Mencuci tangan sebelum makan. Kebersihan adalah hal yang sangat diutamakan dalam Islam.
2. Membaca basmalah dan berdoa sebelum makan. Ini mengingatkan kita bahwa rezeki berasal dari Allah SWT.
3. Makan dan minum menggunakan tangan kanan. Hal ini membedakan kita dari kebiasaan setan.
4. Mengambil makanan yang terdekat. Ini mengajarkan kita untuk tidak serakah dan menghormati orang lain.
5. Makan dan minum sambil duduk. Posisi ini lebih baik untuk pencernaan dan mencegah tersedak.
6. Makan dengan tiga jari. Ini mengajarkan kesederhanaan dan mencegah makan berlebihan.
7. Tidak bernapas dalam wadah ketika minum. Hal ini menjaga kebersihan minuman.
8. Tidak makan terlalu kenyang. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk makan secukupnya.
9. Segera makan hidangan yang telah disiapkan. Ini menghargai orang yang menyiapkan makanan.
10. Berdoa setelah selesai makan dan minum. Kita mengucap syukur atas nikmat yang telah diberikan.
Mengapa Kita Perlu Mengikuti Adab Makan dan Minum Sesuai Sunnah?
Mengikuti adab makan dan minum sesuai sunnah bukan sekadar formalitas. Ada banyak manfaat dan hikmah di baliknya. Pertama, ini merupakan bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Kedua, adab ini mengandung nilai-nilai kesehatan dan kebersihan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Bagaimana Cara Memulai Makan dan Minum dengan Benar Menurut Islam?
Memulai makan dan minum dengan benar menurut Islam dimulai dengan niat yang baik. Kita makan dan minum bukan hanya untuk memenuhi nafsu, tetapi untuk menguatkan tubuh agar dapat beribadah kepada Allah SWT.
Langkah pertama adalah mencuci tangan. Kebersihan sangat penting dalam Islam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ
“Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim no. 223)
Setelah itu, kita membaca basmalah dan berdoa. Doa sebelum makan yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka.” (HR. Abu Dawud no. 3767)
Apa Manfaat Kesehatan dari Mengikuti Adab Makan dan Minum Rasulullah?
Adab makan dan minum yang diajarkan Rasulullah SAW ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan. Makan dengan tangan kanan dan menggunakan tiga jari dapat membantu mengontrol porsi makan. Ini sejalan dengan prinsip diet modern yang menganjurkan makan secukupnya.
Makan sambil duduk juga baik untuk pencernaan. Posisi duduk membantu makanan turun ke lambung dengan lebih mudah. Selain itu, larangan makan terlalu kenyang mencegah berbagai masalah pencernaan seperti mual dan kembung.
Dr. Mehmet Oz, seorang ahli jantung terkenal, mengatakan, “Makan perlahan dan dalam porsi kecil seperti yang diajarkan dalam Islam dapat membantu mengurangi risiko obesitas dan penyakit jantung.”
Apa Larangan dalam Adab Makan dan Minum yang Perlu Dihindari?
Selain adab yang dianjurkan, ada beberapa larangan dalam makan dan minum yang perlu kita hindari. Rasulullah SAW melarang kita makan dan minum sambil berdiri. Ini bukan hanya masalah etika, tetapi juga kesehatan.
Rasulullah SAW bersabda:
لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا
“Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri.” (HR. Muslim no. 2024)
Larangan lainnya termasuk meniup makanan atau minuman yang panas, makan dengan tangan kiri, dan berlebihan dalam makan. Semua ini memiliki alasan kesehatan dan kebersihan yang logis.

Apa Hikmah di Balik Adab Makan dan Minum dalam Islam?
Ada banyak hikmah di balik adab makan dan minum dalam Islam. Pertama, ini mengajarkan kita untuk selalu mengingat Allah SWT, bahkan dalam aktivitas sehari-hari seperti makan dan minum. Kedua, adab ini melatih kesabaran dan pengendalian diri.
Imam Al-Ghazali dalam kitabnya “Ihya Ulumuddin” menjelaskan, “Adab makan dan minum dalam Islam bukan hanya masalah fisik, tetapi juga spiritual. Ini melatih jiwa untuk selalu bersyukur dan menghargai nikmat Allah.”
Lebih dari itu, adab ini juga mengajarkan kita tentang kesederhanaan dan tidak berlebih-lebihan. Allah SWT berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Bagaimana Mengajarkan Adab Makan dan Minum pada Anak?
Mengajarkan adab makan dan minum pada anak adalah tanggung jawab penting bagi orang tua. Cara terbaik adalah dengan memberikan contoh. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat dari orang tua mereka.
Kita bisa mulai dengan hal-hal sederhana seperti mengajak anak berdoa sebelum makan, mengajarkan mereka makan dengan tangan kanan, dan tidak berbicara saat mulut penuh makanan. Penting juga untuk menjelaskan alasan di balik setiap adab agar anak memahami maknanya.
Dr. Benjamin Spock, seorang pediatri terkenal, mengatakan, “Kebiasaan makan yang baik dimulai dari rumah. Orang tua adalah guru pertama dan terpenting bagi anak-anak dalam hal ini.”
Apa Relevansi Adab Makan dan Minum Rasulullah di Era Modern?
Meskipun adab makan dan minum ini diajarkan lebih dari 14 abad yang lalu, relevansinya masih sangat kuat di era modern. Prinsip-prinsip seperti kebersihan, kesederhanaan, dan pengendalian diri sangat sejalan dengan gaya hidup sehat yang dipromosikan saat ini.
Bahkan, beberapa adab ini telah didukung oleh penelitian ilmiah modern. Misalnya, makan perlahan dan dalam porsi kecil terbukti dapat membantu mengontrol berat badan dan meningkatkan pencernaan.
World Health Organization (WHO) menyatakan, “Pola makan yang seimbang dan tidak berlebihan adalah kunci kesehatan yang baik.” Ini sangat sesuai dengan ajaran Islam tentang makan dan minum.
Kesimpulan
Adab makan dan minum yang diajarkan Rasulullah SAW bukan hanya tentang etika, tetapi juga mengandung banyak manfaat kesehatan dan spiritual. Mulai dari mencuci tangan sebelum makan, membaca doa, makan dengan tangan kanan, hingga tidak makan berlebihan, semua ini memiliki hikmah yang dalam.
Dengan menerapkan adab ini, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga menjaga kesehatan dan membentuk karakter yang baik. Di era modern ini, adab makan dan minum Rasulullah SAW tetap relevan dan bahkan didukung oleh penelitian ilmiah.
Penutup
Marilah kita terus bersemangat untuk mempelajari dan menerapkan adab makan dan minum sesuai ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Dengan konsisten mengamalkannya, kita tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas spiritual kita sebagai seorang Muslim.
Semoga dengan memahami dan mengamalkan adab makan dan minum ini, kita bisa menjadi Muslim yang lebih baik dan mendapatkan keberkahan dalam setiap rezeki yang kita nikmati.
Bagaimana Kita Bisa Mulai Menerapkan Adab Makan dan Minum Ini?
Mari kita mulai menerapkan adab makan dan minum ini dalam kehidupan sehari-hari. Mulailah dari hal-hal kecil, seperti selalu membaca doa sebelum makan, makan dengan tangan kanan, atau makan sambil duduk. Ajaklah keluarga dan teman-teman untuk ikut menerapkannya. Dengan konsisten, insya Allah kita akan merasakan manfaatnya, baik secara fisik maupun spiritual.




