Sudah masanya kelas akhir TMI yang akrab disapa santri niha’i untuk segera meninggalkan almamater tercinta yang selama + 6 tahun menjadi naungan dalam menuntut ilmu khususnya agama. Pada kesempatan akhir ini pula, santriwati niha’i angkatan XVI tahun 2009 tadi malam (Senin, 18 Mei) menampilkan aneka kreasi sebagai aksi panggung mereka untuk yang terakhir kalinya dengan mengusung tema ‘A Round The World’.
‘A Round The World’ telah menyihir para undangan dan hadirin yang memadati gedung aula Darunnajah Cipining. Memasuki penampilan pertama saja, angkatan yang menamakan dirinya Al-Muqtasida ini telah mengajak hadirin untuk berkeliling dunia melihat keanekaragaman corak bangsa-bangsa di berbagai benua. Layaknya penduduk asli suatu negara, santriwati yang berjumlah 21 orang tersebut mencoba menampilkan potret ciri khas performance dan pakaian ala Cina, Belanda, Mesir, Jepang, Indonesia, India, dan lainnya.
Pesan yang ingin diungkap dari tema ini adalah bahwa kehidupan merupakan samudera yang sangat luas. Di dalamnya terdapat beraneka ragam fakta, realita dan kebesaran Tuhan yang telah mencipta segalanya untuk manusia. Mereka ingin menunjukkan kepada dunia, sebagai santri yang tinggal di salah satu sudut terkecil dunia, mereka mampu berbuat sesuatu yang dapat dibanggakan. Prestasi demi prestasi telah mereka ukir dengan perjuangan dan pengorbanan, semua itu untuk menunjukkan eksistensi di muka bumi. Manusia adalah kholifah yang bertugas menjaga dunia dan seisinya. Perbedaan warna kulit dan budaya bukanlah alasan untuk saling menghancurkan. Namun itulah bukti atas kebesaran Tuhan. Melalui panggung ini, mereka menyeru kepada persatuan dan kejayaan umat manusia dimanapun berada.
Sebelumnya, dalam acara pembukaan yang dipandu oleh Asma Munadiyah dan Eva Fauziyah yang tampil sebagai MC, membuka acara dengan pujian dan kesyukuran, karena malam tersebut Allah masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengadakan panggung gembira sekaligus perpisahan dengan adik-adik kelasnya. Kemudian pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Syarah Syaepiana pada surat Al-Furqon: 45 s.d. 61 menjadi penyejuk kalbu dan pemupuk keimanan dalam sanubari setiap yang mendengarkannya.
Dalam kesempatan itu pula, Ibu pimpinan pesantren, Hj. Rahmah mengingatkan kepada para calon alumni untuk dapat membawa diri selepasnya dari Darunnajah Cipining. Mengingat kehidupan yang akan dilaluinya nanti lebih bersifat heterogen dan bertolak belakang dengan kehidupan pesantren yang sejuk, familiar, islami, terkontrol dan terbimbing. Masih pesan beliau, diharapkan kepada mereka untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan meraih predikat sarjana, magister, bahkan doktor meski sebagai seorang perempuan.
Dalam moment itu pula, beliau menekankan agar para alumni nantinya dapat memilih jalan yang tepat untuk meraih cita-citanya. Jangan sampai salah memilih kendaraan, begitulah menurut istilah Ibu Kyai ini. Selanjutnya Ibu yang akrab disapa Bu Mamah ini juga memberikan apresiasinya terhadap santriwati niha’i yang saat itu menyuguhkan berbagai penampilan.
Sementara itu, sebagai perwakilan pembimbing, Ustadzah Ella Hulasoh, S.Sos. mengungkapkan lika-liku kebersamaan dalam kenangan, pengalaman dan kesan bersama kelas niha’i dalam berbagai macam kegiatan hingga mengantarkan pada detik-detik terakhir keberadaan kelas 6 TMI ini di antara mereka. Tiada yang lebih indah kecuali kenangan terlupakan saat bersama dan keikhlasan ketika harus berpisah.
Syarah Syaepiana yang bertindak sebagai ketua angkatan dalam sambutannya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara mereka saat itu dan permohonan maaf bila terjadi kekurangan dari apa yang telah mereka sajikan. Dan untuk menambah khusu’nya suasana, semua yang hadir turut menyanyikan lagu Hymne Oh Pondokku sambil berdiri dengan brigjen Khozienatul Hikmah.
Melanjutkan penampilan berikutnya adalah sholawat. Rangkaian-rangkaian sajak yang berisi penghormatan dan kerinduan akan sosok Muhammad ini dilantunkan berbahasa Arab dan Indonesia penuh khidmat. Masih dalam bentuk lagu, kali ini grup Qosidah menyambung dengan lagu berjudul busan muslimah.
Tidak kalah menarik, penampilan nasyid dengan membawakan 3 buah lagu dari Raihan dan Umam yang dinyanyikan oleh Syarah Syaepiana mampu merasuk sanubari hadirin. Lagu ‘Persatuan’ mengajak kepada seluruh ummat untuk bersatu membangun peradaban dunia Islam. Begitupun ‘Baca Qur’an, lagu ini mengajak umat muslimin untuk gemar membaca Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan. Sedangkan ‘Wahai Ayah dan Ibu’ adalah sebuah lagu seorang anak yang ingin berjuang dan memohon ridho kedua orang tua.
Sebagai kreasi ciptaan sendiri, angkatan yang populer bernama Genesis ini juga mempersembahkan lagu kompilasi angkatan yang mengisahkan segala suka duka selama berada di Darunnajah Cipining. Ketika belajar bersama di kelas, makan di ruang makan, kegiatan di kamar, dan mengikuti berbagai kegiatan wajib pesantren, semuanya menjadi indah di ingatan. Dan sebentar lagu kan menjadi rangkaian cerita penuh kenangan. Tiada mungkin terulang.
Di sela-sela penampilan, mereka mencoba menampilkan sesi kehidupan mereka pada setiap episodenya saat melaksanakan berbagai kegiatan kepesantrenan melalui layar audio visual yang ditempatkan di depan para hadirin. Berbagai aktivitas saat menjadi santri terekam disana. Mereka telah mengabadikan dalam bentuk visualisai selain telah merekamnya lebih detail dalam hati mereka masing-masing.
Berbagai penampilan terus disajikan hingga menjelang tengah malam. Sampai pada di penghujung acara, tanda perpisahan mulai dinyanyikan dalam sebuah lagu ‘Selamat Tinggal’. Dengan tetesan air mata yang tiada mampu terbendung, masing-masing berpelukan erat, saling jabat, saling merelakan atas perpisahan ini. Malam bertambah syahdu dengan ucapan do’a dan selamat.
Kini mereka tinggal menghitung hari. Tepat pada hari Kamis, tanggal 21 Mei nanti mereka akan diwisuda sebagai alumni pondok Pesantren Darunnajah Cipining. Selamat tinggal dan selamat berjuang pada dunia yang lebih luas. Semoga Allah selalu menjaga kalian dalam hamparan kasih sayang-Nya. Dan capailah cita-cita kalian. Kami selalu mendo’akan.




