Disaat melaksanakan shalat Jum’at terdapat saat dimana kita harus fokus terhadap hal tersebut, karena akan menjadikan ibadah shalat Jum’at kita sia-sia bila kita melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Yakni mendengarkan khatib berkhotbah dengan khusuk, beberapa hal yang dilarang dilakukan saat khatib berkhotbah:
- Berbicara
Yang pertama jamaah shalat Jum’at dilarang untuk berbicara/ngobrol meski dalam kebaikan, misalnya menegur orang lain untuk diam atau menyuruh orang lain untuk mendengarkan khatib yang sedang khotbah.
Sebagaimana Rasulullah saw bersabda, “Apabila kamu mengingatkan temanmu pada waktu shalat jumat, dengan berkata ‘diam’, berarti kamupun telah menggugurkan pahala shalat Jum’at mu”. (HR Bukhari)
2. Melakukan hal sia sia
Ke dua adalah melakukan hal sia-sia yakni melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan disaat shatbah berlangsung seperti bermain HP dan sejenisnya. Oleh karena itu mematikan HP atau tidak membawa barang tertentu saat ingin shalat Jum’at sangat disarankan.
Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang bermain kerikil ketika khatib tengah berkhutbah berarti ia telah menggugurkan pahala Jum’atnya.”(HR Muslim dan Abu Daud)
3. Duduk memeluk lutut.
Ke tiga yakni duduk sambil memeluk lutut, pernah kita melihat orang ketika khatbah berlangsung ia duduk sambil memeluk lutut dan akhirnya tertidur hal tersebut sangatlah tidak diperbolehkan.
Sebagaimana shahabat Muadz Bin Anas Ra menceritakan, “Bahwa Nabi Saw melarang melakukan ihtiba’ (duduk memeluk lutut ketika khatib sedang berkhutbah)” (HR Ahmad dan Abu Daud)
4. Tidur ketika Khutbah berlangsung
Yang ke empat tidak tidur disaat khatbah berlangsung, mungkin kita pernah menyaksikan orang-orang disaat mendengarkan khatib berkhotbah malah tidur tidak hanya satu dua orang bahkan terkesan ketika khatbah berlangsung merupakan waktu untuk lomba tidur, sesungguhnya hal tersebut sangatlah tercela.
Seorang ulama tabiin Muhammad Bin Sirin menceritakan, bahwa mereka (para sahabat) sangat membenci orang yang tidur ketika khatib sedang berkhutbah. Mereka mencela dengan celaan yang keras. (Tafsir Al Qurthubi)
Lalu bagaimana jika disaat berlangsungnya khatib berkhotabah kita merasa ngantuk? Rasulullah saw menganjurkan untuk berpindah tempat, sebagaimana sabdanya, “Apabila kalian mengantuk pada hari Jumat. Maka pindahlah tempat duduk.” (HR Abu Daud)
Salah satu hal yang menjadikan begitu pentingnya dalam mendengarkan khatbah tidak lain Allah berikan keistimewaan didalamnya, selain kita akan mendapatkan nasihat-nasihat yang indah nan bermanfaat yang disampaikan khatib Allah juga akan berikan pahala yang besar bagi kita yang dengan kesungguhan memperhatikan ktatib berkhotbah.
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berwudhu lalu memperbagus wudhunya kemudian dia mendatangi shalat Jum’at, dia mendengarkan khutbah dan diam, maka akan diampuni dosa-dosanya antara Jum’at ini dangan yang akan datang, ditambah tiga hari. Dan barangsiapa yang bermain kerikil, sungguh ia telah berbuat sia-sia.” (HR Muslim)
Semoga kita mampu meraih pahala disaat khatib menyampaikan khatbah jum’at, aamiin.
(MAS)



