5 Tahun Belajar Menjiplak Bukan Plagiat

DNKindergarten, 13/09

Sejalan dengan perkembangan motorik halus yang kian matang, anak usia ini mulai gemar menjiplak gambar. Hampir sebagian besar gambar yang dibuat, merupakan hasil jiplakan.
Orang tua yang bijak tak akan menilai bahwa pekerjaan hasil menjiplak itu jelek, karena memang tidak jelek. Kok begitu?

Kembangkan otak kiri. Menjiplak gambar, sama halnya dengan menyambung titik-titik menjadi sebentuk gambar, bukan semata melatih keterampilan motorik halus yang berguna untuk menulis dan menggambar. Koordinasi mata-tangan, juga merupakan bagian penting yang sedang dilatih dengan kegiatan menjiplak.

Hal lain yang sedang dipelajari anak dengan kegiatan menjiplak ini adalah, belajar tentang ketepatan dan jarak. Misalnya, ketika anak sedang menjiplak gambar wajah manusia, ia sedang belajar tentang jarak antara hidung dengan mata, jarak antara hidung dengan mulut, juga jarak antara alis dan mata. Di mana seharusnya ia meletakkan telinga, juga sedang dipelajari anak melalui kegiatan menjiplak ini. Artinya, anak sedang mengembangkan otak kirinya. Bukan sedang latihan menjadi plagiator.

Nah, orang tua kerap mengira bahwa kegiatan menjiplak itu buruk. Anak didorong untuk menciptakan gambar sendiri. Tahukah Anda, bahwa menciptakan gambar sendiri berarti membayangkan sebuah benda, kemudian mereproduksinya di atas kertas adalah hasil kerja otak kanan? Demikian menurut seorang ahli pendidikan, Marvin Bertel, Ed.D, pendidik yang merilis penelitiannya di sebuah situs internet. Jadi, menjiplak gambar dan menggambar dengan kreasi sendiri merupakan aktivitas otak pada belahan yang berbeda.

Contoh Menjiplak:

***PENGUIN***

Kegiatan ini menyenangkan dan istimewa. Anak-anak membuat penguin dengan menjiplak bagian tubuh mereka sendiri. Bahan yang dibutuhkan adalah:

> Kertas prakarya warna hitam dan putih 15 x 23 cm, setiap anak mendapat kertas hitam dan putih.

> Spidol warna hitam dan kuning
> Gunting
> Lem atau stapler

Yang dilakukan :

1. Jiplak telapak sepatu seorang anak di atas kertas warna putih dan minta anak mengguntingnya. Bentuk ini akan menjadi badan penguin.
2. Di kertas hitam jiplaklah telapak tangan anak. Lipat menjadi dua bagian. Kemudian bantulah anak untuk menggunting. Bentuk ini akan menjadi sayap penguin.
3. Tempelkan sayap dengan lem dan stapler (lipat memanjang) mengelilingi tubuh penguin dari satu sisi ke sisi lain.
4. Gambar mata dan paruh dengan spidol hitam dan kuning.
5. Kemudian tempelkan penguin di atas kertas warna biru dan gunakan sidik jari untuk membuat gambar salju di sekeliling penguin.

–          Jyoti Joshi, Framingghan, MA –