Jakarta/dn.com – Kamis (17/3) di sela-sela kesibukanya Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Drs. H. Sofwan Manaf, M.Si. menyempatkan diri untuk mengadakan rapat pembinaan ke pada guru-guru dan Admistratur (ADM) yang tidak mengawas ujian Mid Semester II pada pukul 07.00 pagi dengan pimpinan secara eksklusif di kantor pimpinan ‘Baitul Waqif‘. sedangkan  Rapat ke dua pada pukul 10.35 Pimpinan mengumpulkan guru-guru dan Admistratur (ADM) yang mengawas ujian Mid semester II untuk Rapat di Ruang “Perpustakaan TMI “dan dalam Rapat tersebut Pimpinan berbicara tentang agar seorang guru sebagai penggerak (dalam bahasa arab  ‘Muharrik‘ ) dalam mengawas belajar malam santri dilakukan pada tanggal 17-30 Maret 2011 pukul 20.00 s.d 21.30 wib. Selepas dari semua kegiatan santri setelah Isya, semua guru-guru diharapkan untuk menggerakkan seluruh santri supaya keluar dari asrama menuju kelas, masjid, taman, gedung GOR dan rektorat untuk belajar malam. seluruh lampu yang di asrama dimatikan. Tujuannya adalah menyegerakan santri keluar asrama juga sebagai antisipasi jika santri masih berada dikamar (bahasa pesantren disebut ‘Madol‘).

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Drs. H. Sofwan Manaf, M.Si bahwa  ketentuan guru-guru yang tinggal di Darunnajah, tidak diperkenankan melakukan kegiatan diluar Darunnajah tanpa sepengetahuan pimpinan. Hal tersebut bertujuan agar guru-guru dapat membina para santri selama 24 jam mulai dari bangun pagi sampai bangun pagi lagi. Kecuali bagi guru-guru yang sudah berkeluarga dan tinggal diluar pesantren, mereka diperbolehkan melakukan kegiatan diluar pesantren selama itu tidak mengganggu jadwalnya di pesantren. Kita adalah penggerak santri, jangan menunggu untuk digerakkan tapi berinisiatif untuk menggerakan.

Hal tersebut bertujuan untuk memajukan Pondok Pesantren Darunnajah dan membina para santri dengan sebaik-baiknya sehingga menjadikan mereka alumni Darunnajah yang memiliki karakter building berkualitas dan akhlak mutakholik yang baik. Untuk menjaga keistiqomahan mengawas malam, beberapa peraturan pun akan ditekankan. Salah satunya makan malam bersama di dapur guru sekaligus pengabsenan malam bagi para guru.

Masih menurut pimpinan, Mulai malam ini akses jalan depan kantor pimpinan di Baitul waqif akan ditutup setelah sholat Isya selama ujian berlangsung. yaitu Ustadz Abadi  Salah seorang sekretaris akan menjadi penanggungjawab akses masuk keluarnya kendaraan. Hal ini bertujuan agar kegiatan belajar malam santri tidak terganggu oleh lalu-lalang kendaraan dalam lingkungan Pesantren.

Keistiqomahan di dalam menjaga waktu yang bermanfaat memang tidak mudah untuk dilakukan, karena selalu ada godaan-godaan syaitan yang terkutuk untuk merusak semua aktifitas kita yang tergolong diridhoi Allah SWT, kita sering membuat rencana pada waktu tertentu untuk melakukan kebaikan tetapi ada saja yang menghalangi atau menghambat kita untuk mencapainya, di kondisi seperti itu juga lah  kesabaran dan keikhlasan kita dicoba. Kesabaran dalam menghadapi ujian akan memberikan alternative dalam bentuk ide untuk menyiasati hal tersebut, bukankah dibalik semua kesulitan ada kemudahan, begitulah hukum alam yang terjadi di dunia ini.

Dengan semakin pesat perkembangan zaman, dunia pendidikan pun harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman pada saat ini. Untuk memenuhi hal tersebut, Darunnajah telah berbenah diri dan merevolusi komunikasi sejak awal berdirinya. Hingga saat ini, Darunnajah memiliki alat komunikasi verbal maupun non-verbal untuk antar pimpinan dengan guru/Cabang Pesantren Darunnajah. Diantaranya; E-mail melalui [email protected], Sms centre di sekretaris pimpinan, Website, Handy Talk (HT) di setiap bagian, Rapat, Surat, Internet all akses serta Telepon sekretaris di Baitul waqif yang dapat digunakan bagi semua guru yang memiliki  keperluan pondok. Itu semua adalah fasilitas yang memudahkan kita saling berkomunikasi dan mengetahui apa yang sedang dikerjakan pesantren dan guru-gurunya.