4 Guru Pesantren Darunnajah Cipining Ikuti Dauroh Tadribiyah

Tepat pada tanggal 4 Februari 2017 lalu, Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining berangkatkan 4 Guru yang terdiri dari 2 Ustadz dan 2 Ustadzah ke Pondok Pesantren Tazakka, Batang Pekalongan selama 3 hari lamanya, terhitung sejak tanggal 5/2/17 s.d 7/2/17. Pelatihan yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah pendalaman bahasa arab dan juga beberapa pengetahuan tentang thoriqoh/tata cara mengajar bahasa arab dengan baik dan menarik. Dauroh tersebut dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari kalangan guru dan dosen Se-Indonesia.

Ke-4 Guru tersebut yang mewakili Pesantren Darunnajah 2 Cipining adalah:

  1. Mukmin Hidayat
  2. Farid
  3. Nur Halimah
  4. Minahul Fikriyah

Selama mengikuti Dauroh tersebut, Para peserta yang hadir menginap di Pesantren Tazakka selama 3 hari lamanya. Ada beberapa hal menarik selama Pelatihaan Bahasa Arab tersebut, diantaranya adalah narasumber yang didatangkan langsung dari Madinah yakni Dr. Ali Ma’yuf dan juga beberapa dosen dari beragam Universitas ternama di Indonesia.

Tak kalah menarik bahwasannya seluruh kegiatan dan acara selama pelatihan berlangsung full menggunakan Bahasa Arab,  tanpa di terjemah menggunakan Bahasa Indonesia. Tentu hal tersebut menjadi daya tarik dan tantangan tersendiri bagi para peserta untuk dapat meningkatnya bahasanya terutama dalam bahasa arab.

“Dauroh Tadribiyah ini sangat luar biasa, mampu meningkatkan kesemangatan para peserta untuk dapat terus belajar bahasa arab. Dengan beragam materi, tutor serta strategi yang diberikan membuat belajar bahasa arab sangat menyenangkan. Namun, sangat disayangkan kegiatan ini sangatlah singkat. Setelah mengikuti dauroh ini saya menyadari bahwa bahasa arab adalah bahasa yang sangat luas dan tak terbatas, sehingga saya harus lebih banyak belajar lagi.” Ujar Usth. Nur Halimah selaku salah satu peserta Dauroh Tadribiyah 2017.

Menurut informasi, pelatihan ini merupakan dauroh perdana yang diadakan bagi segenap guru dan dosen di Pesantren Tazakka. Tahun 2017 ini kuotanyapun sangat terbatas hanya sekitar 200 orang. Insyaallah kegiatan ini akan menjadi program tahunan bagi seluruh para pengajar yang ingin memperdalam ilmu Bahasa Arab secara intens dan mudah. Kabar baik berikutnya adalah bahwa tahun depan kuota yang akan diberikan akan lebih banyak dibandingkan tahun ini.

Semoga dengan keikutsertaan dewan guru darunnajah cipining dalam dauroh bahasa tersebut, mampu meningkatkan pengetahuan para guru dalam bahasa arab serta mampu mencetak para santri yang berkualitas dan sarat akan bahasa. Amin!

(WARDAN/Annisa)