360 Derajat Pernak Pernik HBH & MUBES IKPDC VIII NAN Memikat

360 Derajat Pernak Pernik HBH & MUBES IKPDC VIII NAN Memikat

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on telegram

360 Derajat Pernak-Pernik HBH & MUBES IKPDC VIII Yang Memikat.

‘Alumni Hebat, Pesantren Kuat’ demikian motto yang diusung dalam agenda ‘paket lengkap’ ini: Silaturrahmi Halal Bi Halal, Tahlil & Do’a, Musyawarah Besar, Temu Kangen Reuni, Napak Tilas, Gowes Comunity hingga ratusan doorprize sebagai surprise.

Sebagai salah seorang yang selama ini gemar belajar merangkai kata walau belum jadi pujangga hehe, saya menilai diksi motto tersebut sudah sangat tepat, filosofis dan sarat makna serta mengandung moral message yang terserap. Memang demikianlah mestinya sebuah motto: singkat padat memikat.

Wejangan Sang Kiai, Bapak KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc Nan Menyentuh Sanubari.

Tentu sangat banyak alasan, mengapa para alumni dan alumnus (alumni tidak lulus, demikian seringnya dimaknai istilah ini dengan setengah gurauan) yang tergabung sebagai anggota IKPDC mau dan mampu datang ke almamaternya. Namun, tidak sulit disepakati bahwa hujjah terbesar adalah karena ingin shuhbab, sowan, berjumpa langsung, menyimak kembali taushiyah hingga mencium tangan Sang Kiai. Bagi para santri, memang keharuan dan kebahagian shuhbah dengan Sang Kiai laksana kebahagian para Shohabah Radiyallahu ‘Anhum shuhbah dengan Rasulullah Muhammad SAW Penghulu para Nabi. Potongan Nasyid berikut menggambarkan kerinduan nan membuncah tersebut: …Alangkah indahnya hidup ini, andai dapat kutatap wajahmu…

Alhamdulillah, Bapak Kiai didampingi Ibu Nyai bisa hadir dan menyampaikan sambutan pada sesi Pembukaan Halal Bi Halal dan Musyawarah Besar IKPDC di aula kampus satu pada Sabtu malam, 4 Juni 2022. Banyak nasehat yang disampaikan sebagai motivasi, setelah mengapresiasi kehadiran para alumni. Salah-satu ungkapan yang menggetarkan sukma bagi yang bisa merasakannya adalah “Biarlah saya sakit, yang penting pesantren tidak sakit!”. Ya, sudah dua tahun terakhir ini beliau sakit dan Alhamdulillah pesantren tetap eksis.

Tidak hanya dalam sesi pembukaan, Bapak Kiai juga kembali menyampaikan Taujihat wa Irsyadat bakda Shubuh, bertempat di Masjid Jami’ Darunnajah seperti halnya selama 33 tahun lebih setiap Juma’t pagi beliau sampaikan pengajian kepada seluruh santri. Bagi yang ingin membaca pointer nasehat Sang Kiai dalam pengajian ini, bisa melacak resume yang ditulis oleh Ustadz H. Muhammad Fariz Khairul Fajri, Lc.

Bakda Shubuh hingga siang hari, Bapak Kiai berkenan menerima para alumni yang antri untuk kembali langsung silaturrahmi wa silatulilmi ke kediaman beliau yang berlokasi di seberang jalan sebelah barat, tidak jauh dari gerbang masuk kampus satu.

Tahlil & Do’a Bersama Guru Senior Generasi Pertama.

Ustadz H. Muhammad Mufti Abdul Wakil, S.Pd.I., adalah salah seorang guru assabiqunal awwalun yang membersamai perjuangan Bapak Kiai sejak pesantren berdiri pada 18 Juli 1988 silam. Penulis termasuk yang terkesan dengan pencerahan yang Ustadz Mufti ajarkan dalam pelajaran Aqidah dan Psikologi Perkembangan. Juga, sejak tahun 2000 sampai saat ini, via WARDAN kami terus belajar dari beliau terkait dunia kepenulisan.

Sebuah kesyukuran dan kebahagiaan bagi para alumni ketika Ustadz Mufti berkenan hadir dalam agenda ini. Maka, dalam sesi pembacaan kalimat thoyibah dan munajat bakda Maghrib di Masjid Jami’, beliau dimohon oleh Direktur Departemen Dakwah & Hubungan Masyarakat, Ustadz Husnul Mubarok, S.Pd., untuk memimpin pembacaan do’a.

Perkuat Sinergi IKPDC Dengan IKPDN.

Beberapa pekan sebelum hari ha, cukup ramai dan hangat diskusi terkait peleburan IKPDC ke IKPDN sebagai induk organisasi alumni Darunnajah pusat dan cabang. Termasuk yang menjadi mahallun niza’ adalah apakah peleburan ini mengharuskan penghapusan nama IKPDC atau tidak. Beberapa kali, para alumni terlibat adu argumentasi dalam diskusi di group whatsapp mereka. Seru.

Bapak Kiai Jamhari dalam catatan penulis juga menyampaikan akan adanya penggabungan organisasi alumni ini. Pertama beliau sampaikan dalam zoom meeting sebelum pelaksanaan HBH & MUBES dan kedua beliau ulangi lagi dalam sambutannya di aula kampus sati dalam sesi pembukaan.

Kehadiran Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, KH. Dr. Shofwan Manaf, M.Si. yang menyampaikan pencerahan hubungan perjuangan Darunnajah 1 dan Darunnajah 2, berhasil menyakinkan segenap hadirin dan hadirat bahwa sinergi dan kaderisasi adalah keniscayaan jika Darunnajah menginginkan kemajuan dan kejayaan.

Adalah Ustadz H. Syarif Muhammad Robbi, Lc juga menambahkan urgensi penguatan organisasi alumni antar Darunnajah berbasis profesi. Ketua Umum IKPDN Pusat yang ketika dulu study di Al Azhar Mesir juga sudah akarab dengan alumni generasi awal Darunnajah 2 Cipining ini, mengharapkan kebersamaan dan soliditas para alumni lintas Darunnajah seperti yang sudah terbukti di IKPDN luar negeri dan beberapa propinsi akan lebih optimal serta macro centris lagi.

Dalam sesi Sidang Pleno pembahasan AD/ART Musyawarah Besar IKPDC di masjid Jami’, Pembina Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Ustadz Musthofa Zahir, S.Pd.I., Lc., MA., menjelaskan bahwa organisasi alumni masing-masing Darunnajah boleh menampilkan kekhasan masing-masing, peleburan bukan berarti penghapusan.

Dengan demikian, yel-yel yang sempat penulis tulis dalam kolom komentar pada zoom meeting pra Mubes: IKPDC, OKE! IKPDN, KEREN! ternyata sesuai.

Musyawarah Besar Mengajarkan Jiwa Besar.

Seusai sesi pembukaan, ratusan alumni dan alumnus segera hijrah ke masjid Jami’ guna memulai agenda MUBES IKPDC VIII. Ada beberapa sidang pleno yang yang laksanakan bersama secara ‘manda’: seksama namun juga diiringi bercanda.

Pengesahan Tata Tertib berjalan relatif cepat. Yang cukup lama dan beberapa masukan disampaikan oleh peserta adalah sesi pembahasan AD/ART sebagai ruh organisasi. Beberapa masukan antara lain: optimalisasi pendirian IKPDC di daerah-daerah dan kedudukan IKPDC Pusat mestinya di pesantren Darunnajah 2 Cipining.

Pun demikian dengan LPJ Presidium IKPDC Masa Khidmah 2015-2020, yang dibacakan oleh Ustadz Fahman Habibi, M.M., didampingi Ustadz Subro Malisi, Ustadz Ahmad Subekti, S.Psi., dan Ustadz Fahmi Zikrilah, S. IP., meski ada beberapa catatan bahkan kritik cukup tajam, namun akhirnya bisa di-acc. Adapun Ustadz Abunaza Alim berhalangan hadir karena ada tugas di Kalimantan.

Nah, tentu saja yang paling ramai dan seru adalah sesi pengajuan calon Ketua Umum, penetapan hingga pemilihannya serta pembacaan hasil pemungutan suara. Awalnya ada 6 orang bakal calon perwakilan dari 6 angkatan di antara 28 angkatan alumni. Adalah Bang Ustadz Niko Susanto (Angkatan Pertama) yang diusung bulat oleh angkatannya kemudian mengundurkan diri guna memberi kesempatan para generasi muda setelahnya untuk tampil: “Saya cukup memimpin dua perusahaan dan satu istri. Maka dengan Bismillahirrahmanirrahim, saya menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan ini!” ungkapnya disambut tepuk tangan ramai pertanda keputusannya dinilai sesuai.

Juga, teman seangkatan penulis angkatan ketujuh ASSABI’AH (Association of Seventh Alumni to Back up Idealism of Darunnajah), Ustadz Ifi Fataranifa, M.M. mengundurkan diri dari pencalonan dengan alibi akan berjuang melalui jalur politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Bekasi pada 2024 nanti.

Walhasil, tinggal 4 calon yang siap dipilih yakni: 1. Ustadz Imron Su’ud, M.H. (Angkatan Keempat), 2. Ustadz Rizqan Syawal, S.H. (Angkatan Keenam), 3. Ustadz Dr. Septa Candra (Angkatan Kesebelas), dan 4. Ustadz Rizki Nurrahman (Angkatan Keduapuluh Empat). Siapa yang terpilih?, setelah sebelumnya para kandidat tidak berhasil menentukan Ketua Umum dalam musyawarah mufakat, akhirnya melalui pemilihan langsung one man one vote oleh seluruh peserta Mubes, terpilihlah kandidat nomer tiga sebagai Ketua Umum IKPDC Masa Khidmat 2022-2025.

Alhamdulillah dengan kecerdasan Ketua SC dan Ketua OC menunjuk 3 pimpinan sidang: Ustadz Syamsul Rahman, M.A., Ustadz Saiful Huda, M.H., dan Ustadz Dr. Aos Yuli Firdaus yang ketiganya piawai memimpin sidang, Mubes VIII berhasil diselesaikan pada dini hari pukul 02.00 wib, setengah jam lebih cepat dari jadwal yang diagendakan.

Napak Tilas Menembus Batas.

Para peserta HBH & MUBES ada yang sudah tiba di pesantren sejak Sabtu pagi, bahkan Jum’at malamnya. Sebagian besar datang pada Sabtu siang dan sore hari. Setibanya mereka di almamater tercinta, segera saja mereka menelusuri kembali memori masa jadi santri.

Bagi generasi awwalun, memang nostalgia mereka banyak didapatkan di kawasan kampus 1 yang kini sudah menjadi asrama khusus santriwati. Namun demikian, agar tidak terjebak dengan masa lalu maka mereka juga keliling ke kampus 3 yang dimulai aktifitasnya sejak 2011an.

Dengan napak tilas ini mampu mengompromikan pengalaman masa silam dengan kondisi update pesantren yang semakin sarat perkembangan dan kemajuan.

Tidak sedikit juga dari para alumni yang membawa serta anak-anaknya untuk sekaligus survei lokasi, sebelum pada waktunya nanti anak-anak mereka didaftarkan menjadi santri di sini. Sudah terbukti dalam HBH & MUBES ini, seorang ayah dan anaknya sama-sama hadir sebagai alumni, antara lain Bang Ustadz Niko Susanto alumni angkatan pertama bersama putrinya Helena alumni angkatan dua puluh enam. Ada juga candaan, anaknya akan memanggil orang tuanya dengan kakak karena sebagai senior kakak kelasnya hahaha.

Pimpinan Membersamai Komunitas Gowes?, Yes!.

Gowes bersama mungkin sudah biasa tetapi gowes bersama Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah tentu luar biasa. Yup, memang dalam sambutannya, KH. Dr. Sofwan Manaf, M.Si., sempat menyinggung keinginanannya untuk gowes bersama para alumni.

Benar saja, malam itu beliau minta dikirim beberapa sepeda ke Darunnajah Cipining dari Darunnajah Jakarta. Kemudian pada keesokan harinya, pada pagi nan cerah sekali, beliau bersama para para alumni yang hobi mengayuh sepeda, bersama-sama gowes menikmati indahnya alam lingkungan desa dan kecamatan sekitar pesantren.

Melalui Ustadz H. Trimo, S.Ag., dalam grup whatsapp IKPDC beliau mengirim 30an foto-foto nan Indah, gowes bersama-sama yang kesannya tidak akan pernah terlupa sepanjang sejarah Darunnajah.

Pesan-Pesan Dalam Sesi Penutupan.

Jam sudah menunjukkan pukul 09.35 wib, saya segera menuju aula guna mengikuti penutupan acara. Sebelum masuk aula berjumpa dengan Ustadz Ahmad Rosikhin Wasyraf, M.M.Pd., yang merupakan alumni angkatan pereana. Kami berdua memasuki aula dan berjumpa dengan Ketua Organizing Committee (OC) Ustadz H. Agus Tridaksa. Selain kami bertiga, di sana yang sudah ada adalah kursi meja yang sudah tertata.

Setelah sekira 60 menit lebih kami menunggu, dan sudah cukup banyak peserta berdatangan, akhirnya sesi penutupan dilaksanakan. Beberapa sambutan disampaikan oleh Ketua OC, Ketua Steering Committee (SC), Ketua Umum IKPDC baru dan Perwakilan Pesantren.

Sebenarnya dalam rundown sudah tertulis bahwa sambutan tuan rumah akan disampaikan oleh Pembina Pesantren. Qodrullah Wamaa Saa a Fa’ala, ketiga Dewan Pembina tidak bisa menyampaikan sambutan karena ada ‘udzur masing-masing. Walhasil, Bang Ustadz H. Fery Junaedi selaku Ketua SC mendaulat saya untuk menyampaikan sambutan karena mengingat waktu terus berjalan meski pelan namun tak tertahan. Beliau beralasan ketika struktural tidak ada maka harus dihandle oleh kultural hehehe.

Sebelumnya saya sudah usulkan agar sambutan disampaikan oleh Ustadz Ahmad Rosikhin, namun beliau memilih untuk memimpin dalam bacaan do’a. Pun demikian adanya, ketika sudah naik panggung dan ternyata ada Ustadz Atijan Yani, S.Pd.I. (Pengawas Pesantren) dan Ustadz Husnul Mubarok, S.Pd. (Direktur Departemen Dakwah Dan Hubungan Masyarakat), saya mohon agar sambutan disampaikan oleh salah seorang dari mereka berdua namun keduanya menyerahkan kepada saya juga. Yo wis, barangkali inilah takdir saya untuk praktek muhadhoroh secara in proptu.

Sambutan yang saya awali dengan Tasyji’ Lughah ‘Arabiyah tersebut berisi 4 poin:

1. Keluarga Besar Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining menyampaikan ungkapan Selamat & Sukses Barakah atas terselenggara rangkaian HBH & MUBES IKPDC VIII.

2. Menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas segenap dedikasi para panitia dan peserta. Terimakasih juga kepada para Presidium dan Pengurus IKPDC lama.

3. Memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyambutan dan pelayanan. Sekaligus berpesan: jika ada kebaikan-kebaikan silahkan disebarkan namun jika terdapat kekurangan-kekurangan agar disampaikan langsung kepada panitia dan pesantren sebagai evaluasi.

4. Sekembalinya dari pesantren maka para alumni dan alumnus semakin kuat menghayati dan mengejawantahkan jiwa santri abadi seperti yang tersimbol dalam huruf سنتري:
– Sin—> Saliimul ‘Aqiidah (سليم العقيدة), alumni harus selamat aqidahnya, jangan sampai ikut aliran sesat apalagi murtad dari Islam, ma’aadzallaah min dzaalik.

– Nun—> Nuurul Ummah (نور الأمة), alumni harus berdakwah kepada umat. Dakwah tidak harus melulu dengan ceramah, naum juga dengan segala potensi Dan profesi Yang ditekuni. Berdakwah di segala bidang kehidupan.

– Ta—> Taarikul Ma’shiyah (تارك المعصية), alumni harus terus berupaya untuk menjauhi dan meninggalkan maksiat lahir dan bathin.

– Ra—> Raajin Biliqaaillaah (راج بلقاء الله), jika aqidah selamat, terus menjadi cahaya umat, senantiasa membuat jarak dengan maksiat maka para alumni layak berharap berjumpa dengan Allah SWT di surga nan penuh nikmat. Semoga ukhuwwah imaniyah antar alumni kekal hingga dimasukkan ke Jannah.

– Ya—> Yaqiinun Bihadzihil Qadhiyah (يقين بهذه القضية), para alumni harus ilmul yaqin, ‘ainul yaqin bahkan haqqul yaqin dengan perkara penting tersebut di atas.

Akhirnya, untuk menyatukan frekuensi maka segenap hadirin diajak meneriakkan yel dengan gerakan tangan yang menyakinkan harapan: IKPDC, OKE! DARUNNAJAH, SUKSES BARAKAH!.

Berkah HBH & MUBES.

Berkah berasal dari kata Barakah yang bermakna semakin bertambahnya kebaikan. Dalam Bahasa Indonesia, kata Berkah terkadang juga dimaknai Berkat. Berkat adalah nama makanan yang biasanya dibawa pulang setelah pengajian, ngariung atau selametan.

Nah, dalam HBH & MUBES kali ini disiapkan 100 doorprize menarik. Beberapa hadiah utamanya antara lain sepeda, smart handphone, mesin cuci dan kulkas. Setelah sesi penutupan usai maka doorprize segera dibagikan dengan cara undian. Setiap do’a dilangitkan, ada yang diijabkan dan ada juga yang ditunda hingga akan tiba waktu tepat pengabulan.

Bahkan, saya dapat informasi bahwa keberkahan dengan sababiyah agenda ini adalah adanya penyewaan beberapa rumah warga sebagai penginapan. Mengingat wisma tamu pesantren sudah full booked. Bahkan rumah-rumah pribadi dewan guru yang berada di sekitar kampus 1,2 dan 3 juga penuh dengan tetamu yang notabene adalah para sobat mulia seangkatannya, baik hanya sekedar transit maupun mabit. Juga, keramaian ratusan peserta HBH & MUBES ini menaikkan omzet penjualan warung-warung di sekitar pesantren. Termasuk tentunya berkah bagi para produsen spanduk, baliho, kaos peserta, bahkan kaos salah seorang kandidat. Memang luar biasa antusiasme para peserta, seperti disampaikan oleh Ustadz Fahman Habibi, ini juga hikmah adanya Corona sehingga menumpuk kerinduan nan membuncah, semuanya tumpah ruah.

Melalui Ketua SC & ketua OC, panitia menyerahkan infaq sepuluh juta rupiah guna membantu pembagunan gedung kelas baru di kompleks Alexandria di sebelah Utara asrama santriwati kampus satu. Infaq tersebut diambil dari kelebihan iuran 28 angkatan untuk pelaksanaan HBH & MUBES yang juga mendapat subsidi dari pesantren. Inilah sinergi dalam berfilantropi. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Dengan demikian, terbuktilah motto: Alumni Kuat, Pesantren Hebat.

Dirangkum oleh Muhlisin Ibnu Muhtarom (Peserta HBH & MUBES utusan angkatan VII tahun lulus 2000).

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah