Pesantren Darunnajah 2 Cipining juga memiliki Biro khusus dalam bidang Usaha yang saat ini masih diamanahkan kepada Ustadz Trimo, S.Ag sebagai Kepala Biro Usaha.

Beberapa usaha pesantren juga sukses berkembang. Setiap usaha pesantren yang diadakan adalah sebagai sarana belajar santri untuk memperdalam ilmu Kewirausahaan (Entrepreneurship). Karena Santri sangat dituntut untuk menguasai segala macam bidang.

3 TIM Biro Usaha

Untuk itu, setiap usaha pesantren menjadi perhatian khusus. Beberapa hari lalu, Pesantren Darunnajah 2 Cipining mengutus 3 orang guru, yaitu Ustadz Zulfikar, Ustadzah Muniroh dan Ustadzah Zulfa Zhafarina yang saat ini telah diamanahkan untuk mengolah perkebunan serta Produksi Santri Bakery.

3 Guru tersebut diutus untuk mengikuti Program Pemberdayaan Koperasi Tingkat Kabupaten Bogor, yang dilaksanakan di Hotel Ria Diani Jl. Raya Puncak, Megamendung Bogor, diikuti oleh 45 orang dari berbagai macam perwakilan daerah.

Acara yang berjalan dua hari, terhitung sejak 05-06 November 2019 tersebut berjalan dengan baik dan lancar serta mendapatkan ilmu yang berkah.

Dua hal penting yang dibahas tuntas adalah mengenai Produktivitas usaha Koperasi, Peluang Pasar Pengembangan Usaha yang disampaikan oleh Ibu Farida, S.E, M.Si.

Produktivitas usaha koperasi dijelaskan untuk bagaimana cara pengembangan koperasi dengan cara simpan pinjam, dengan bermodalkan minimal 20.000/orang, koperasi maju karena adanya kerjasama penggabungan usaha, jadi tidak berdiri sendiri. Minimal orang yang bergabung dalam koperasi adalah 20 orang.

Program Pemberdayaan Koperasi

Sedangkan peluang pasar dan pengembangan usaha adalah dimana ketika uang yang disimpan diputar atau dibuat usaha untuk meningkatkan pendapatan, dan bisa pinjam dana, pangembaliannya dibuatkan usaha untuk menyicil pinjaman.

Pada hari beikutnya peserta fokus membahas kemitraan koperasi dengan lembaga keuangan pemberian motivasi yang disampaikan oleh ust Yasir Arafat Liputo.

“Koperasi dibangun atas 3 ruh: 1. Terimakasih yaitu saling bekerjasama dan saling membantu satu sama lain, 2. Terus terang (kejujuran), dan 3. Sabar. Musibah terbesar dari suatu koperasi yaitu apabila seseorang hadir namun dirinya merasa asing”. Begitulah pesan singkat yang disampaikan oleh Pak Yasir Arafat Liputo. (WARDAN/Mbafer)