Yayasan Darunnajah kembali mengadakan pembekalan bagi calon guru baru. Dengan berlokasi di gedung Aula Empat Windu, kegiatan rutin tahunan ini dilaksanakan selama satu pekan, dari tanggal 23 – 31 Mei 2009. Training ini dimaksudkan untuk memberikan bekal bagi para alumni baru. Mereka merupakan santri kader (Ashabunnajah) dan non kader yang siap ditugaskan ke beberapa pesantren, baik di 13 pesantren di bawah naungan Yayasan Darunnajah, maupun pesantren mitra seperti pesantren Serambi Makkah di Padang, Pesantren Diniyah di Muaro Bungo Jambi, dan beberapa lembaga pendidikan lainnya.

Pada tahun ini, kegiatan pembekalan menjadi lebih menarik dan berbobot dengan diawali Seminar Nasional : Dampak Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) Terhadap Lembaga Pendidikan Islam Dan Pesantren. Hadir sebagai pembicara, antara lain; Prof. Dr. Fasli Jalal (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Pendidikan Nasioanal), Dr. Fuad Yusuf, S.S., M.A. (Direktur Pondok Pesantren Departemen Agama), Dr. Ahmad Jayadi (Direktur Perguruan Tinggi Departemen Agama RI), Prof. Dr. Zainal Rafli ( Pembantu Rektor Universitas Negri Jakarta) dan Muhammad Yasinkara (Anggota DPR RI). Pembicara dari intern yayasan menampilkan H. Saefuddin Arif, S.H., M.H. yang notabene sebagai Ketua Umum Yayasan Darunnajah dan juga Ketua Forum Notaris Syari’ah.
Pelatihan guru baru ini diikuti oleh 50 orang; 14 alumni Darunnajah 1 Ulu Jami, Jakarta, 20 alumni Darunnajah 2 Cipining, Bogor, dan 16 alumni Darunnajah 3 Al Mansyur Serang, Banten. Di tengah-tengah kegiatan, para alumni Darunnajah Cipining tersebut mendapatkan kunjungan dan motivasi dari Direktur TMI Darunnajah Cipining, Ustadz M. Mufti Abdul Wakil, S.Pd.I.
Dalam Sesi-sesi berikutnya, para mujahid dan mujahidah baru tersebut banyak mendapatkan uraian dan paparan tentang visi, misi dan strategi pendidikan pesantren, sikap dan perilaku guru profesional serta kiat-kiat sukses pengembangan diri. Materi-materi tersebut disampaikn oleh para pimpinan pesantren dan guru senior dari Darunnajah 1, 2,3, 5 dan Darul Muttaqin Parung, Bogor. Di antara materi-materi tersebut, terdapat psikotes, termasuk tes intelegensia.
Di samping menyimak setiap materi dengan baik, para peserta pelatihan juga mendapatkan kesempatan mengikuti Workshop Merakit Komputer yang diadakan oleh STMIK Darunnajah. Mereka mendapatkan peluang untuk learning by practice merakit berbagi macam komponen hardware komputer. Mereka juga mendapatkan sertifikat pelatihan media teknologi dan informasi ini. Mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang pembuatan surat elektronik (email), Blog dan hal-hal terbaru terkait perkembangan dunia Informasi Telekomunikasi (IT).
Seusai pelatihan yang bersifat tutorial, pada hari terakhir pelatihan mereka dikondisikan untuk merefresh semangat dan motivasi dengan mengadakan aneka kegiatan Out Bond di pesantren Madinatun Najah Jombang, Tangerang. Kemudian, mereka juga diajak melihat langsung dari dekat Pesantren Darunnajah 8 di Gunung Sindur, Cidokom, Bogor. Pada malam hari, mereka kembali diajak untuk mereview matrei-materi pelatihan dengan Qiyamul Lail dan Muhasabah. Diharapkan, mereka siap untuk mendapatkan amanat ‘Jihad Via Pendidikan’ tersebut, sesuai dengan musyawarah dan kebijakan Yayasan Darunnajah. (Informasi lokasi penugasan para guru baru tahun 2009, dapat dibaca di halaman lain-red).
“Selama disana kami banyak mendapatkan pengetahuan baru, kami juga mendapatkan pengalaman dan banyak teman. Kami senang, terlebih pada saat Out Bond, seru banget…!” kesan Teti Maryati, salah-satu peserta pelatihan kepada WARDAN, di sela-sela tugas barunya magang di panitia pendaftaran santri baru. (Mr. MIM)