Bagi sebagian masyarkat muslim Indonesia, kegiatan Ziyarah merupakan aktifitas yang sangat digemari dan selalu diminati banyak orang. Bahkan, untuk kegiatan Ziyarah ke makam para Aulia dan Ulama yang masyhur dan berada di propinsi atau pulau lainnpun, mereka mempersiapkan dengan baik; menabung rutin dalam setiap pengajian mingguan dan carter kendaraan bis yang safety dan comfortable.
Melihat fenomena maraknya Ziyarah tersebut, pimpinan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor KH. Jamhari Abdul Jalal Syafi’I, Lc berijtihad serta berinovasi mengadakan kegiatan serupa namun tidak sama. Program alternatif konstruktik dimaksud adalah Wisata Rohani Islam Darunnajah yang disingkat WIRIDAN.
Persamaan Ziyarah dan WIRIDAN terletak pada proses kunjungan yang dilakukan oleh jama’ah, bedanya peserta WIRIDAN diajak mengunjungi para Aulia, Ulama atau tokoh agama yang masih hidup, dimaksudkan mereka mendapatkan tausiyah diniyah dan do’a dari para tokoh yang dikunjungi.
Setelah sukses dengan WIRIDAN perdana pada beberapa tahun silam, maka pada tahun ini kembali dilaksanakan WIRIDAN kedua. Tepatnya pada Ahad, 3 November 2013 rombongan WIRIDAN yang berjumlah 110 orang berangkat dari Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menuju Masjid At Tin di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.
Jama’ah WIRIDAN ini berangkat dari pesantren yang berdiri sejak 18 Juli 1988 pada pukul 06.00 wib. Mereka dibimbing oleh 3 orang; H. Mustajab Anwar, S.Pd.I dan Ustadz Budi Setiawan, S.Pd.I (keduanya guru Darunnajah 2 Cipining) serta Kyai Yusuf selaku tokoh agama Kampung Cibungur Desa Bangun Jaya yang notabene sebagai tetangga pesantren.
Sesampainya di Masjid At Tin, jama’ah WIRIDAN segera mengikuti pengajian/ta’lim yang disampaikan oleh Ustadz Irhamsyah, M.Ag tentang Faraidh / Ilmu Warits. Kajian rutin ini selesai pada pukul 10.00 wib. Kemudian mereka melaksanakan Sholat Dhuha. Haji Mustajab menuturkan banyak juga wali santri Darunnajah yang berdomisili di Jakarta ambil bagian aktif dalam kajian rutin tersebut.
Setelah rehat sejenak, pada pukul 10.30 wib rombongan yang tampak antusias di usia mereka yang tak lagi muda ini melanjutkan perjalanan menuju masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal Jakarta. Mereka tiba di masjid kebanggaan bangsa Indonesia pada pukul 12.00 wib. Sejurus kemudian rombongan langsung bergabung dengan para jama’ah lain untuk menunaikan sholat Dhuhur Berjama’ah yang diteruskan dengan ta’lim rutin ba’da Dhuhur oleh para nara sumber dari masjid Istiqlal. Siang itu, sang da’i membahas kemudahan-kemudahan dalam maslah Fiqh.
Pukul 13.30 wib jama’ah WIRIDAN kembali ke pesantren. Mereka melaksankan sholat Ashar Berjama’ah di Masjid Al Barokah Parung Panjang, dan sampai di Darunnajah 2 Cipining pada pukul 17.30 wib. Kemudian mereka menuju rumah masing-masing yang berada di kampung dan atau desa sekitar pesantren seperti Cipining, Cibungur, Nanggung, Lebak Wangi, Bolang dan lain-lain.
Diharapkan program WIRIDAN ini akan semakin mantap dan maksimal di masa mendatang. Bahkan dimaksudkan menjadi role model kegiatan Ziyarah yang positif, produktif serta rekreatif. Selama perjalanan dalam bis akan semakin bermanfaat jika diisi dengan siraman rohani, baik secara langsung oleh pembimbing maupun dari kaset, atau juga mudzakarah ayat-ayat pilihan. Sehingga suasana safar menjadi full dzikir. (wardan/abu ezzat el wazira).