10 Pemberi Syafaat di Padang Mahsyar

blank

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Syafaat adalah pertolongan yang diberikan dari sesama manusia untuk menyelamatkan manusia dari kesusahan pada hari kiamat, di antaranya adalah menyelamatkan manusia dari neraka. Mereka tidak hanya selamat, tapi juga mampu menyelamatkan orang lain, terutama sanak kerabatnya dari orangorang yang dikenalnya.

Syafaat bisa diberikan dengan syarat :

  1. Allah memberi ijin pada seseorang untuk menolong orang lain.
  2. Allah memberi ijin bagi yang ingin ditolong untuk bisa mendapatkan pertolongan.
  3. Yang ditolong haruslah dari kalangan orang-orang beriman, sekecil apa pun imannya. Adapun orang kafir, mereka tidak akan mendapatkan pertolongan sama sekali.

Nah, siapa yang dapat memberi syafaat itu? Kriteria seperti apakah yang bakal mendapat keistimewaan dapat menolong orang lain dari siksa? Adakah kita termasuk salah satu dari mereka?

  1. Allah SWT

Rasulullah SAW, bersabda :

“Hingga akhirnya AI-Jabbar (Allah) berfirman ‘Yang tersisa tinggal syafa’at-Ku’. Selanjutnya Allah menggenggam dari neraka satu genggaman untuk mengeluarkan kaum-kaum yang benar-benar telah hangus. Mereka diletakkan di sungai bernama air kehidupan yang berada di mulut-mulut surga. Selanjutnya mereka tumbuh di dua pinggirannya bagaikan biji-bijian yang tumbuh di dalam bawaan banjir. Kalian pasti pernah menyaksikan hal tersebut di sisi batu besar di sisi sebuah pohon. Yang condong ke arah matahari menjadi hijau sementara yang condong ke arah teduh memutih. Akhirnya mereka keluar dari kawasan tersebut dalam keadaan indah mirip sekali mutiara. Ada cap-cap yang dicapkan di pundak-pundak mereka. Akhirnya mereka masuk surga.” (HR. Bu khari)[1]

  1. Rasulullah Muhammad SAW

blankSyafaat Rasulullah adalah asy-syafa’ah aI-kubra, syafaat agung yang maslahatnya meliputi seluruh umat beliau.

Syafaat lni khusus diberikan kepada Nabi Muhammad SAW Tatkala manusia dirundung kesedihan dan bencana yang tidak kuat mereka tahan, mereka meminta kepada orang-orang tertentu yang diberi wewenang oleh Allah untuk memberi syafaat. Mereka pergi kepada Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, dan lsa AS. Tetapi mereka semua tidak bisa memberikan syafaat hingga mereka datang kepada Nabi Muhammad SAW. Lalu beliau berdiri dan memintakan syafaat kepada Allah, agar menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari adzab yang besar ini. Allah pun memenuhi permohonan itu dan menerima syafaatnya. Ini termasuk maqam mahmud (tempat yang terpuji) yang dijanjikan Allah di dalam firman-Nya :

“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (AI-lsra’ [17] : 79)

Hal ini sebagaimana dipaparkan dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari.

Di antara syafaat beliau adalah meninggikan derajat orang yang sudah masuk surga, memberikan syafaat bagi yang akan masuk surga agar segera masuk surga, syafaat bagi yang divonis masuk neraka agar tidak masuk neraka, dan syafaat bagi yang masuk neraka agar segera dientaskan darinya.

  1. Para Nabi dan Malaikat

Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a., Rasulullah SAW bersabda : “Lalu para malaikat dan para nabi serta syuhada diijinkan untuk memberi syafaat…”. (HR. Ahmad)

  1. Nabi Ibrahim AS

Dari Hudzaifah r.a., Nabi SAW bersabda, “lbrahim berkata pada hari kiamat, ”Wahai Rabbku.” Dan Allah pun berfirman, “Ada apakah?” Ibrahim berkata, “Duhai Rabbku, aku telah membuat keturunanku terbakar.” Lalu Allah berfirman, “Keluarkan dari neraka sesiapa yang engkau dapati masih memiliki iman meski sebesar debu atau biji gandum.” (HR. Ibnu Hibban, Syu’aib AI-Arna’uth menyatakan sanadnya shahih)

  1. Ash-Shidiqiin

Rasulullah SAW bersabda, Kemudian dikatakan, “Panggillah ash-shiddiqin, lalu mereka pun diberi ijin memberi syafaat…”. (HR. Bukhari)

Keterangan : Imam Muqatil bin Hayyan berkata, “Ash-Shiddiqun adalah orang-orang yang beriman kepada para rasul dan tidak mendustakan mereka barang sedikit pun”. (Tafsir Al-Qurtubi, 17 : 283)

  1. Orang-orang Mati Syahid (Syuhada)

Dari Miqdam bin Ma’di Karib, Rasulullah SAW bersabda :

“Bagi orang yang mati syahid akan mendapatkan enam (pahala) di sisi Allah, yaitu diampuni (dosanya) sejak pertama kali darahnya mengalir, melihat tempat duduknya di surga, diselamatkan dari adzab kubur, aman dari goncangan hari kiamat, diletakkan di kepalanya mahkota dari mutiara yang lebih baik dari dunia dan seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dari hurun ‘in dan memberi syafaat kepada tujuh puluh kerabatnya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad dengan sanad yang shahih)

  1. Orang-orang Mukmin

Rasulullah SAW bersabda :

“…Dan apabila mereka (orang-orang mukmin) melihat bahwa diri mereka telah selamat, mereka berkata tentang saudara-saudara mereka, Wahai Rabb kami, tolonglah saudara-saudara kami, mereka dulu shalat, puasa dan berbuat kebaikan bersama kami. ‘Lalu Allah berfirman, ‘Masuklah ke neraka, sesiapa yang kalian dapati memiliki iman sebesar dinar, maka keluarkanlah ia.’ Lalu Allah membuat mereka tidak dapat tersentuh api, dan mereka pun mendatangi saudara-saudara mereka di neraka. Sebagian mereka ada yang tubuhnya masuk ke neraka sampai kaki, ada juga yang sampai betis. Mereka pun mengeluarkan arang-orang yang mereka kenal, lalu keluar. Allah berfirman lagi, ‘Masuklah, sesiapa yang kalian dapati memiliki iman sebesar setengah dinar, maka keluarkanlah ia.’ Mereka pun mengeluarkan orang-orang yang mereka kenal, lalu kembali. Allah kembali berfirman, ‘Masuklah, sesiapa yang kalian dapati memiliki iman sebesar debu, maka keluarkanlah Ia.‘ Dan mereka pun mengeluarkan orang-orang yang mereka kenal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Anak Kecil yang Meninggal Sebelum Baligh

“Anak-anak kecil mereka (kaum muslimin) berada di jannah. Salah seorang dari mereka berjumpa dengan bapaknya atau kedua orang tuanya, lalu dia meraih ujung bajunya, atau beliau mengatakan, ‘Dengan tangannya sebagaimana aku memegang ujung bajumu ini, dia tidak akan berpisah dengan bapaknya sehingga Allah memasukkan dia dan bapaknya ke dalam surga’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Syafaat Puasa

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a., sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Puasa dan AI-Quran akan menolong seorang hamba pada hari kiamat. Puasa itu berkata; ‘Ya Rabbi, aku telah mencegahnya makan dan melampiaskan syahwat pada siang hari, maka izinkan saya menolongnya’. Dan Al-Quran berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah mencegahnya tidur pada malam hari, maka izinkan saya menolongnya.’ Lalu keduanya diizinkan untuk menolongnya.” (HR. Ahmad dengan sanad shahih, Shahihul Jami’)

  1. Membaca Al-Quran

Nabi Muhammad SAW bersabda :

”Bacalah AI-Quran karena AI-Quran akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya. Bacalah Az-Zahrawain (dua surat cahaya) yaitu surat Al-Baqarah dan Ali Imran, karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua naungan atau seperti dua kawanan burung yang membentangkan sayapnya, keduanya akan menjadi pembela bagi yang (rajin) membaca dua surat tersebut. Bacalah pula surat AI-Baqarah. Mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya adalah penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin melakukannya.” (HR. Muslim)

Footnote:

[1] Di dalam hadits seIengkapnya, syafaat dari Allah ini diberikan terakhir, setelah sebelumnya para nabi, orang mukmin dan lainnya memberi syafaat

[WARDAN/DR]

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait