WISUDA KELULUSAN CATALYST GENERATION “AKHIR DARI SEBUAH BAB, AWAL DARI PERUBAHAN BESAR” WISUDA KELULUSAN CATALYST GENERATION “AKHIR DARI SEBUAH BAB, AWAL DARI PERUBAHAN BESAR”

WISUDA KELULUSAN CATALYST GENERATION “AKHIR DARI SEBUAH BAB, AWAL DARI PERUBAHAN BESAR”

Pada hari Ahad, 22 Juni 2025, Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, Para santri kelas Akhir TMI (Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat Al-Islamiyah) telah memasuki momen yang sangat penting, Momen dimana mereka telah mengakhiri perjalanan sebagai santri dan memasuki lembaran baru dari kehidupan mereka. Aula menjadi saksi atas perjalanan mereka yang telah dilalui dan mereka pun menaikinya. Haflah Takharruj (Wisuda Kelulusan) merupakan salah satu rangkaian acara akhir TMI yang diadakan sebagai bentuk kesyukuran atas apa yang telah mereka lalui sebagai seorang santri dipondok pesantren.

Dr. Agung Fajar Ilmiyono (Bapak dari wisudawan Raihan Rasyid Ilmiyono) selaku perwakilan wali santri kelas Akhir TMI turut menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya. Beliau menegaskan bahwa pesantren telah berhasil menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, dan keilmuan, sehingga para santri tumbuh menjadi pribadi hebat yang siap terjun ke masyarakat.

Pada wisuda tahun 2025 ini, Para santri Kelas Akhir TMI dengan angkatannya “Catalyst Generation” yang artinya “Generasi yang menjadi pendorong lahirnya perubahan besar dan inspiratif bagi dunia” telah berhasil menorehkan berbagai prestasi lintas bidang seperti bidang akademik, seni, tahfizhul qur’an. Maka untuk prestasi akademik, ada 10 santri putra yang telah berhasil meraih predikat Mumtaz/Sempurna diantaranya:

  1. Muhammad Zimmarulhaq
  2. Muhammad Raihan Bima
  3. Fahrurozi Adha
  4. Muhammad Noor Aufa El-Hikam
  5. Muhammad Akram Mulabby
  6. Muhammad Salman Harish
  7. Dario Mika Ilkin
  8. Hanif Aqilah Harahap
  9. Dhafa Hanifurridha Al-Mu’taz
  10. Abel Athailla Perdana

Disamping itu, telah ada beberapa santri yang berhasil mengulangi hafalan Al-Qur’an mereka sebanyak 3 kali atau lebih diantaranya:

  1. Muhammad Raihan Bima (10 Kali Khatam)
  2. Muhammad Salman Harish (7 Kali Khatam)
  3. Lalu Suhada Abduh Gunawan (4 Kali Khatam)
  4. Muhammad Jundillah Ibnu Arli (3 Kali Khatam)
  5. Muhammad Zimmarulhaq (3 Kali Khatam)
  6. Naufal Fernanda Saputra (3 Kali Khatam)
  7. Hanif Aqilah Harahap (3 Kali Khatam)
  8. Muhammad Allamal Qur’an (3 Kali Khatam)

Pada tahun ini, Para santri berhasil menelurkan beberapa karya yang telah diterbitkan menjadi buku bacaan, Sebuah hasil yang menggembirakan karena ini pertama kalinya karya santri bisa diterbitkan bahkan sampai mendapatkan ISBN (International Standard Book Number), Berikut daftar buku-buku yang telah terbit diantaranya:

  1. Fikih Ikhtilaf (Sebuah Pengantar)
  • Penulis: Abel Athailla Perdana
  1. Tanah Perjuangan Jilid 1 (Lautan Rintangan) & Jilid 2 (Langit Kesuksesan)
  • Penulis: Daffa Maulana, M. Raihan Bima, M. Jundillah Ibnu Arli, Kevheen Haykal Azka Pratama, Dkk.
  1. Jejak Sunyi ditanah berkah
  • Penulis: M. Noor Aufa El-Hikam Dkk.
  1. Jalan Tengah Organisasi Santri
  • Penulis: Muhammad Abyaz Wicaksono
  1. Ketika Santri Bicara Jatuh Cinta
  • Penulis: Muhammad Zimmarulhaq

Pesantren Darunnajah 2 Cipining telah membuktikan bahwa wisuda ini bukan hanya sekedar acara seremonial saja, tapi merupakan bentuk dari pendidikan yang telah dibentuk sedemikian rupa untuk menjadikan generasi yang mundzirul qoum dimasa depan.