Menu

Waktu Kosong Berarti Berenang

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Namanya juga anak-anak, kalau sudah pengen, susah untuk dicegah. Begitulah gerangan yang tengah terjadi terhadap para santri Darunnajah Cipining akhir-akhir ini. Seolah tidak ingin menyia-nyiakan waktu, waktu kosong berarti berenang.

Semenjak diaktifkan kembali kolam renang yang berlokasi di kampus 2, antusiasme santri untuk berenang sangat tinggi. Mereka tampak menyambut gembira. Hal ini ditunjukkan dengan ramainya santri yang berenang meski sebenarnya kolam tersebut masih dalam perbaikan. Seakan tidak peduli, pembangunan dan pemberesan area sekitar sedang dikerjakan, berenang juga tetap jalan terus.

“Wah, para santri ini tampak senang dengan adanya kolam renang. Buktinya, kolam masih diperbaiki saja, mereka sudah tidak kuat pengen berenang. Tapi tidak apa-apalah, ini menunjukkan mereka senang berada di pesantren” ungkap Kyai Jamhari menanggapi.

Berenang, selain sebagai salah satu cabang dari olah raga, ia juga menjadi kegiatan alternatif rekreatif. Hal ini pulalah yang menjadi latar belakang dikembalikannya fungsi kolam renang oleh pimpinan pesantren. Beliau berharap, kolam renang ini menjadi salah satu daya tarik bagi santri. “Siapa sih yang tidak suka air? Saya yakin, semua orang, apalagi anak-anak, kalau lihat air rasanya ingin nyebur saja. Makanya, kita bikinin itu kolam buat para santri. Biar mereka senang” tutur beliau.

Guna menambah elok, kolam renang yang kedalamannya kira-kira 1,5 meter tersebut tengah diperbaiki. Area sekitar kolam dibuat menarik dan safety untuk para pengunjung. Di salah satu sudutnya, diset khusus guna beristirahat. Bisa juga digunakan untuk duduk-duduk sembari menonton para perenang. Akses menuju kolam renang juga sudah diperbaiki.

 

Pak Kyai menginginkan agar kolam ini dapat secepatnya selesai dibenahi. Maka upaya pembenahan terus berlanjut. Menurut target, sekurang-kurangnya usai liburan semester dan tahun baru nanti, kolam dengan kondisi yang nyaman dan aman sudah bisa dinikmati. 

Seiring dengan perbaikan kolam renang, pesantren turut mengagendakan pembuatan taman-taman yang materi utamanya terdiri dari bebatuan yang disebut dengan taman ‘Hadiqotul Ahjar’. “Kebetulan, di sekitar kolam banyak batu sehingga kita buat saja batu-batu yang ada dan memang batu tersebut terlihat artistik menjadi sebuah taman” papar Pak Kyai. (Wardan/Billah)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait