Ustadz Zainal Alim, Lc Return To DNC

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Senin, 21 Oktober 2013 pesantren Darunnajah Cipining mendapat kunjungan ‘kehormatan’ salah-satu guru assaabiquunal awwalun. Beliau adalah ust. Zainal Alim, Lc yang notabene salah-satu guru pada masa awal berdirinya DNC tahun 1988. Ustadz asal gresik Jawa Timur ini merupakan alumni KMI Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur.

Setelah berjalan masa khidmah satu tahun, ustadz yang low profile nan tawadhu’ ini melanjutkan study ke Perguruan Tinggi Islam di Damaskus Syiria. Pendidikan S1 beliau tempuh selama 4 tahun. Seusai menamatkan program pendidikan di luar negri, beliau sempat kembali mengajar di Darunnajah 2 Cipining untuk beberapa saat lamanya.

Kini beliau kembali datang ke Darunnajah 2 Cipining dengan membawa buku karyanya yang berjudul Bahasa Arab Al Qur’an setebal 230 halaman. Buku yang diterbitkan oleh Pustaka Fahema Jln. Rusin No. 120 Pd. Betung Tangerang Selatan ini dicetak perdana oleh Zamba printing pada Februari 2013.

Sebagai follow up dari silaturrahmi ust. Zainal kepada pimpinan pesantren pada bulan lalu, diadakanlah pertemuan yang berlangsung di Asrama Santri Cilik Putra. Daurah ini diikuti oleh dewan guru Darunnajah Cpining. Bertindak sebagai MC adalah ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I yang notabene Bagian Bahasa pesantren yang didukung oleh ust. Mu’allim Fajri, Ustadz Muhammad Yusuf dan ust. Muhammad Akbar.

Presentasi dimulai dengan pemaparan problematika pengajaran Bahasa Arab dari sisi linguistik dan non linguistik beserta solusinya, diteruskan dengan 2 faktor keberhasilan dalam mempelajari bahasa yang meliputi faktor ta’allum lughah dan faktor iktisabul lughah. Juga disinggung beberapa metode pengajaran bahasa antara lain; metode langsung, metode ceramah, metode terjemah, metode audio-lingual, metode demostrasi serta metode diskusi / musyawarah/ problem solving.

Berikutnya nara sumber yang kini aktif mengajar Bahasa Arab di STAINU Jakarta ini, membedah buku karyanya yang terdiri dari 3 bagian. Bagian Pertama terdiri dari 5 bab; Huruf Bermakna, Isim yang menyerupai Huruf, tambahan Umum, cara menterjemah dan latihan menterjemah. Bagian kedua terdiri dari 11 bab; kata kerja dan pembagiannya, kata kerja larangan, fi’il majhul, SPO, arti kaana dan yakuunu, arti laisa, kalimat bersyarat, perubahan bentuk kalimat, kunci mencari kata dasar, cara menterjemah dan laithan menterjemah.

Adapun Bagian Ketiga terdiri dari 8 bab; Kata benda, mutsanna dan jama’, maf’ul muthlaq, sifat dan yang disifati, isim tafdhil, istilah-istilah dlam nahwu, cara menterjemah dan latihan menterjemah. Sesi pemaparan berlangsung selama 90 menit dari pukul 20.30 – 22.00 wib dan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab selama 30 menit ( 22.00 – 22.30 wib).

Tampak antusiasme asaatiidz dan ustaadzaat dalam menyimak pemaparan muhaadhir sembari menelaah buku tersebut yang telah dibagikan secara majjaanan kepada seluruh peserta daurah. Ghirrah dewan guru semakin tampak dalam sesi tanya-jawab. Tidak kurang dari 7 guru mengajukan berbagai pertaanyaan terkait dengan materi daurah yang lebih fokus kepada cara menterjemah yang baik. Diagendakan berikutnya daurah tadribiyah wa ta’hiliyyah yang terkait dengan thoriqoh tadris lugah ‘arabiyyah. (Wardan/ Abu Ezzat El Wazira).

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Kegiatan Fathu Kutub Santri Akhir Putri

Cidokom Post – Sejak Sabtu (24/10) Pondok Pesantren Anur Darunnajah 8 mengadakan kegiatan tahunan Fathu Kutub untuk santri akhir TMI. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula