Loh, kok yang mengajar santri? Begitu pertanyaan yang sering terlontar dari mereka yang berkunjung pertama kali ke pesantren Annur Cidokom.
Salah satu keunikan dari system pendidikan di Pesantren Annur Darunnajah 8 Cidokom adalah visi pendidikan subjektifitas-nya. Model pendidikan ini menempatkan santri menjadi subjek dari pendidikan dan bukan sekedar objek yang pasif. Hal ini secara konsisten terus dibangun didalam pendidikan di pondok ini disegala bidang.
Salah satu bidang kegiatan utama yang melibatkan santri secara aktif adalah pelajaran sore atau biasa disebut dalam bahasa Arab darsul masa. Disebut dengan pelajaran sore karena waktu pelajaran tersebut dimulai pada saat sore hari, yaitu mulai pukul 13.30 hingga menjelang sholat Ashar. Model pendidikan yang diadopsi dari PM Gontor ini merupakan salah satu program terpenting dari system pendidikan TMI/KMI, Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah yang berarti juga sebagai pendidikan guru Islam.
Santri tidak hanya diberi tugas untuk mengajar beberapa pelajaran yang mereka kuasai kepada adik kelasnya, tetapi juga ditugaskan untuk mengelola secara utuh di dalam pengorganisasiannya, termasuk mengelola jadwal, mengatur teknis pelaksanaan pengajaran, hingga mengelola ujian pelajaran sore. Tentu tidak semua santri mendapat kepercayaan tersebut karena hanya mereka yang dianggap mampu yang diberi tugas tersebut.
Hal tersebut pun tidak dilakukan secara ‘parsial’ atau terpisah dari pelajaran pagi, karena itu pengelolaannya pun tetap dilakukan Bagian Pengajaran OSANDN dibawah pengawasan dan bimbingan ketat Pembina yang berasal dari unsur guru yang tergabung dalam Afternoon Lesson Advisory Council (ALAC).
Dari pengalaman dan tugas yang diberikan inilah keahlian mengajar dan mental pendidik serta leadership santri Annur terbentuk. Tidak hanya mempelajari teori pendidikan, tetapi mereka juga langsung mempraktekkan teori-teori tersebut di lapangan.
Hal ini juga sejalan dengan prinsip pendidikan yang berbunyi, khairu-tta’allumi at-ta’liem. Bahwa sebaik-baik cara belajar adalah dengan mengajarkannya pada orang lain.