Ujian Niha’i Diadakan Serempak

Ujian Niha’i Diadakan Serempak

Niha’i merupakan istilah yang familiar digunakan di dunia pesantren bagi kelas akhir, biasanya kelas XII bagi pesantren yang memiliki program pendidikan 6 tahun di pesantren dari kelas MTs (setara SMP) dan MA (setara SMA). Istilah Niha’i sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti terakhir, penutup, atau penghabisan.

DSC_0263

Ujian Niha’i di pesantren Darunnajah Cipining digelar secara serempak untuk kelas XII MA dan SMK, baik yang berasrama maupun yang tidak. Ujian ini berlangsung selama 7 hari terhitung dari Selasa, 26 Maret hingga Selasa pada 2 April mendatang. Menurut penjelasan ketua panitia ujian, Ustadz Afif Maghfuri, guna menumbuhkan ghirroh dan passion ujian Niha’i tersebut, maka untuk tempak pelaksanaan dipusatkan di aula pesantren kampus 3.

“Selain memudahkan pengawasan, ujian serempak di aula ini diharapkan mampu menggugah peserta ujian dalam ujian Niha’i ini. Biar momentnya ini tidak kalah dengan hebohnya pelaksanaan UN” ujar Ustadz Afif.

Ustadz Afif menambahkan, ujian Niha’i ini selevel dengan Ujian Nasional, maka tingkat keseriusan dan perhatian para santri sangat diperlukan. Senada dengan Ustadz Afif, Direktur TMI sekaligus kepala MA, Ustadz Musthofa Kamal mengatakan ujian Niha’i merupakan ujian pesantren yang didalamnya akan menunjukkan keberhasilan santri di dalam menimba ilmu di pesantren. Tutur beliau, di pesantren, santri tidak saja belajar materi pelajaran umum dan madrasah saja, tapi banyak juga muatan-muatan lokal yang ditambahkan pesantren. Materi-materi itu sifatnya kepesantrenan, baik berbahasa Arab maupun Inggris.

Di dalam ujian Niha’i inilah materi-materi pesantren diujikan. Sehingga, jika di luaran terdapat istilah UAM/UAS, UAMBN/UASBN, maka di pesantren bertambah satu lagi yaitu Ujian Niha’i. Begitulah ciri dari pesantren modern Darunnajah Cipining dan pesantren lainnya.

Masih menurut Ustadz Afif, ujian Niha’i yang tengah berlangsung saat ini merupakan ujian Niha’i tahap ke-2 dengan materi pesantren yang diajarkan di kelas XII. Adapun ujian Niha’i tahap pertama telah diujikan berbarengan dengan UAS semester ganjil lalu pada bulan Desember 2012. Saat itu, materi ujian niambil dari pelajaran-pelajaran pesantren yang sebelumnya pernah diajarkan dari kelas VII MTs hingga kelas XI MA.

“Nilai ujian Niha’i baik tahap pertama maupun kedua ini akan kita gabungkan menjadi satu. Nilai tersebut akan dibacakan saat para santri diwisuda nanti. Kemudian kriteria yang pesantren gunakan dalam kelulusan nanti adalah mumtaz (istimewa), jayyid jiddan (baik sekaliz), jayyid (baik), dan lainnya” tambah Ustadz Afif.

Sementara itu, materi-materi yang diujikan pada ujian Niha’i ini antara lain Mutholaah, Mahfudzot, Tafsir, Psikologi, Nahwu, Grammar, dll. Untuk mensukseskan ujian ini, panitia dibantu oleh 35 guru yang dilibatkan sebagai pengawas dengan terjadwal. Kepala SMK dan kepala MA bertindak sebagai pengawas umum.

“InsyaAllah tetap semangat dan semoga mendapat nilai yang baik. Belajar dengan teratur, menjaga kondisi badan, serta peningkatan ibadah adalah kunci kesuksesan kami para santri. Karena jika kami tidak pandai-pandai mengatur semuanya, kami bisa gagal. Tapi insyaAllah, setelah UAM, UAMBN kami lalui, Niha’i pun optimis kami lalui. Setelah itu, tinggal UN” kata Ina semangat. (red)

Pendaftaran Santri Baru