Ujian lisan merupakan salah satu rangkaian kegiatan evaluasi pembelajaran yang rutin dilaksanakan di Pondok Pesantren Annakhil Darunnajah 6. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan terpadu pesantren yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga moral, adab, dan kedisiplinan santri. Ujian lisan bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman dan penguasaan santri terhadap pelajaran yang telah mereka pelajari selama satu semester, baik pelajaran diniyah (keagamaan) maupun pelajaran umum.

Pelaksanaan ujian lisan dilaksanakan beberapa hari sebelum ujian tulis dimulai. Dalam kegiatan ini, setiap santri akan diuji secara langsung oleh para penguji yang terdiri dari guru atau ustadz-ustadzah sesuai bidang keilmuan masing-masing. Ujian dilakukan secara tatap muka, di mana santri harus menjawab pertanyaan atau menjelaskan materi pelajaran yang diberikan secara lisan.
Materi yang diujikan mencakup berbagai bidang studi seperti Al-Qur’an (hafalan dan bacaan), Mahfudzot, Fiqih, Tajwid, Bahasa Arab, Nahwu, Shorof, serta mata pelajaran umum seperti Bahasa Inggris, Grammar dan lain-lain. Pengujian dilakukan secara sistematis dan terstruktur dengan pembagian jadwal serta ruang ujian yang telah ditentukan oleh panitia ujian.
Salah satu nilai lebih dari ujian lisan adalah pembinaan mental dan kepercayaan diri santri. Santri dilatih untuk berbicara di hadapan orang lain, menjelaskan pendapat dengan runtut, dan menjawab pertanyaan secara spontan. Hal ini sangat penting untuk membentuk karakter santri yang cakap berkomunikasi, berani, dan jujur. Selain itu, ujian lisan juga memberikan kesempatan bagi penguji untuk menilai langsung sikap, adab, dan kesiapan santri secara lebih menyeluruh.

Selama pelaksanaan ujian, suasana pesantren berubah menjadi lebih tenang dan penuh konsentrasi. Santri terlihat sibuk melakukan persiapan dengan mengulang pelajaran bersama teman seangkatan maupun secara individu. Tak jarang, seluruh santri juga meminta bimbingan tambahan kepada guru-guru mereka demi hasil yang maksimal. Suasana kebersamaan dan semangat belajar terasa sangat kuat dalam masa-masa ujian ini.
Pihak pesantren memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan ujian lisan, mulai dari pembentukan panitia, penyusunan soal, hingga evaluasi hasil. Hasil dari ujian lisan akan menjadi salah satu komponen penilaian akhir yang menentukan kelulusan atau kenaikan kelas santri.
Melalui kegiatan ujian lisan ini, Pondok Pesantren Annakhil Darunnajah 6 berharap dapat mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga matang dalam karakter dan siap menghadapi tantangan kehidupan. Ujian lisan bukan sekadar proses tanya jawab, tetapi merupakan bagian dari pendidikan karakter yang membentuk kepribadian santri secara menyeluruh.




