Pada hari Senin (25/4) sampai dengan hari Rabu (27/4) santriwan dan santriwati kelas akhir TMI Darunnajah mengikuti ujian lisan niha’i. Ujian niha’i merupakan ujian terakhir yang harus diikuti oleh seluruh santri kelas akhir, dan merupakan syarat untuk mendapatkan ijazah pondok.
Tiga materi utama yang diujikan dalam ujian tersebut yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Al-Qur’an. Untuk materi Bahasa Arab, terdapat tiga mata pelajaran yang diujikan yakni Al-Qira’ah, Al-Muhadatsah dan Al-Qawa’id. Al-Qira’ah merupakan pelajaran Muthala’ah dan Ta’bir Araby, Muhadatsah merupakan percakapan sehari-hari sedangkan Al-Qawa’id merupakan Nahwu dan Sharaf.
Adapun ujian lisan bahasa Inggris, materi yang diujikan lebih banyak, yakni Reading (Membaca), Conversation (Percakapan), Translation (Terjemah), dan Grammar (Tatabahasa). Sedangkan ujian Al-Qur’an, yang diujikan adalah Membaca, Tajwid serta ibadah amaliyyah. Setelah melihat banyaknya materi yang diujikan, sebagian santri menganggap bahwa ujian yang harus ditempuh kali ini agak sulit dibandingkan ujian-ujian sebelumnya, terlebih lagi setelah mereka menyelesaikan ujian lisan mereka juga harus mengikuti ujian tulis yang akan diselenggarakan dari tanggal 30 April sampai dengan 10 Mei 2011.
“Secara tidak langsung, seluruh santri pasti berpikir bahwasanya ujian niha’i sangatlah berat, karena materi yang diujikan sangat banyak, tetapi ujian niha’i memiliki manfaat yang luar biasa, yaitu para santri dapat menyadari seberapa padatkah perbedaan wadah para santri sebelum dan setelah dibina di Pesantren Darunnajah yang kurang lebih sekitar empat atau enam tahun”, ujar Muhammad Akhiruddin El Islamy, santriwan kelas VI A TMI Darunnajah.
Good Luck for your Imtihan Niha’i! (Imam Khairul Annas)