Menu

Tujuh Kiat Sukses Kang Abik

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

FB_IMG_1456202481340

Kiat-Kiat Sukses Dari Kang Abik

Di awal perjumpaan di aula kampus tiga Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor, Jum’at, 19 Februari 2016, kang Abik – panggilan akrab Habiburrahman ElShirazy- menyapa para santri dengan panggilan penuh kasih sayang, adinda. Selanjutnya novelis alumni Al Azhar mesir tersebut mendo’akan kesuksesan bagi para santri. Kang Abik berujar : “ Saya berangkat tadi pagi dari Salatiga, turun pesawat di Cengkareng dan lanjut ke sini (Pesantren Darunnajah Cipining). Saya bilang ke kawan saya, ini kok kebun sawit tidak ada habisnya he he…. Tapi kelelahan itu hilang sirna ketika melihat wajah-wajah adinda yang bercahaya!”.

IMG-20160219-WA0021

Berikut ini beberapa point penting dari pencerahan yang disampaikan kang Abik di hadapan sekira seribuan santri dan dewan guru;

1. Jika kita inging sukses maka harus tahu dan mengikuti undang-undang atau role of the game. Undang-undang tersebut terbagai menjadi dua; al ahkam asy syar’iyyah (alqur’an dan al hadits) dan al ahkam al kauniyah (hukum alam). Al ahkam al kauniyah tidak membeda-bedakan manusia, ia berlaku secara general. Oleh karenanya, di samping keimanan dan ketaqwaan maka umat Islam harus mau dan mampu untuk meningkatkan kemajuan ilmu dan teknologi, jika ingin peradaban muslim menjadi lebih unggul dari peradaban non muslim.

2. Peningkatan keilmuan dan teknologi umat islam harus dilakukan dengan serius dan fokus sebagai syarat kemajuan peradaban muslim. Contoh faktual bisa dipelajari dari Perang Badar, bahwa ternyata Rasulullah dan kaum muslimin melakukan usaha dan upaya optimal sehingga menang dalam perang sarat sejarah itu. Beberapa usaha tersebut antara lain : mereka datang lebih dulu ke medan perang sehingga bisa memilih tempat yang lebih strategis, menguasai tempat air minum sehingga musuh akan kekurangan air minum dan dengan sendirinya kekuatan musuh akan semakin lemah. Di sisi lain, adanya bantuan dari Allah SWT berupa hujan yang menyejukkan bagai kaum muslimin dan terasa sangat menyiksa bagi kaum kafirin.

IMG-20160219-WA0013

3. Menurut Kang Abik, sastrawan itu mirip dengan fotografer. Keduanya memiliki hak untuk menentukan sudut pandang tertentu. Suatu objek yang sama bisa menjadi berbeda nilainya karena faktor sudut pandang. Ide itu bisa diibaratkan ikan di lautan, dan penulis adalah nelannya. Maka hendaknya menjadi nelayan yang kreatif agar ikan yang ditangkap maksimal, jangan hanya menunggu ikan terdampar di depan matanya.

4. Idealisme dan cita-cita seorang mukmin harus tinggi. Untuk itu kang Abik menggambarkan dengan tokoh Fahri dalam novel Ayat-Ayat Cinta. Sebenarnya tokoh Fahri dalam novel Ayat-Ayat Cinta itu belumlah terlalu ideal bila dibandingkan dengan tokoh KH. Munawwir Krapyak Jogyakarta, misalnya. Namun karena faktor masih rendahnya idealisme dan optimisme, maka ada sebagian yang mengritik bahwa tokoh Fahri terlalu ideal. KH. Munawwir ketika belajar di Makkah pernah berazam tidak akan pulang ke Indonesia sebelum beliau menhatamkan hafalan qur’annya 40 kali yang disimak langsung oleh para masyayikhnya. Maka sangat wajar kalau kemudian ditemukan bahwa mayoritas pondok pesantren Tahfidz di Jawa tengah mengambil sanad qira’ahnya dari beliau.

5. Inspirasi novel Ayat-Ayat Cinta 1 adalah saripati pengalaman Kang Abik selama 7 tahun belajar di Al Azhar Mesir. Adapun Novel Ayat-Ayat Cinta 2 terilhami dari safari dakwah pemuda kelahiran semarang, 30 september 1976 itu ke benua Eropa. Novel AAC 2 diselesaikannya dalam kurun waktu satu tahun.

6. Kang Abik lewat novel-novelnya juga ingin membangkitan ‘Kesadaran Sejarah / al wa’yu attaariikhiy’ pemuda muslim Indonesia. Sebagaimana pendapat Ibnu Khaldun bahwa Sejarah itu akan berulang dan terulang. Kesadaran sejarah ini penting agar timbul optimisme dan idealisme pemuda menuju kebangkitan Islam /shohwah islamiyah. Bukankan Salahuddin Al Ayyubi berhasil dalam perang Salib lantaran keberhasilannya dalam menghidupkan kesadaran umat terhadap sejarah agung Rasulullah SAW.

7. Khusus bagi para pelajar, Kang Abik berpesan agar mereka menemukan cara dan waktu belajar yang ideal. Kang Abik termasuk yang cocok belajar pada saat menjelang sholat Subuh dan setelahnya. Pada kesempatan emas tersebut, Tokoh Perubahan Indonesia (versi Republika 2007) tersebut membiasakan berfikir dan belajar hal-hal berat. Para pelajar juga harus memilki kegemaran membaca berbagai macam disiplin keilmuan. Kang Abik sendiri selalu menyempatkan untuk melihat dari dekat Perpustakaan ketika berkunjung ke sebuah kota atau negara. Kang Abik sangat terkesan ketika ada sebuah perpustakaan yang Buka 24 jam di sebuah negara.

IMG-20160219-WA0026

Dirangkum oleh Muhlisin Ibnu Muhtarom, Kepala Biro Pengasuhan Santri yang bertugas menjadi pendamping Kang Abik selama pertemuan dan sowan ke pimpinan pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor, KH. Jamhari Abdul Jalan,Lc. (WARDAN/Mr. MiM).

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Pengumuman Hasil Tes Masuk Gelombang 2 Pesantren Annur Darunnajah

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM SURAT KEPUTUSAN 36.D/PPSB-TMI/DN8/II/2020 TENTANG HASIL TES SELEKSI MASUK TMI PONDOK PESANTREN ANNUR DARUNNAJAH 8 TAHUN PELAJARAN 2020/2021 GELOMBANG 2   Dengan bertawakkal kepada Allah

Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Pentingnya Kreativitas Sejak Dini!

Kreativitas perlu dikembangkan sejak dini Kretivitas perlu dikembangkan sejak dini karena kreativitas mempengaruhi dan meningkatkan kecerdasan seseorang. Kreativitas merupakan salah satu aspek penting, seseorang anak