Trauma

DNKindergarten 01/05

Kita semua pasti memiliki satu peristiwa yang menyakitkan di masa lalu. Untuk itu kita memiliki mekanisme pertahanan diri (defense mechanism) untuk melindungi diri kita dari peristiwa yang mengecewakan, menyedihkan, dan menakutkan. Ada beberapa mekanisme pertahanan diri yang biasa kita gunakan :

1. Represi

Kita berusaha melupakan dan berbuat seolah-olah peristiwa menyakitkan itu tidak pernah terjadi.

2. Replacement

Memindahkan sasaran kemarahan. Misalnya, kekesalan kita kepada bos tidak mungkin diarahkan langsung pada bos, sehingga bawahanlah kita marahi.

3. Regresi

Kita bersikap dan berperilaku seperti anak kecil. Misalnya ketika mendengar Bapak mendapat serangan stroke ke-2, saya menangis meraung-raung. Orang dewasa mewujudkan kesedihannya hanya dengan meneteskan air mata. Anak-anak menangis seringkali sambil berteriak-teriak dan tantrum.

4. Fiksasi

Kita mempertahankan sikap dan perilaku kita pada fase perkembangan saat ini. Misalnya, anak umur 3 tahun masih minum susu dengan cara ngedot memakai botol bayinya, padahal seharusnya ia sudah minum susu dengan cara diteguk memakai gelas.

5. Rasionalisme

Kita berusaha mencari pembenaran atas tindakan yang kita ambil.Misalnya, Untuk apa marah, toh tidak ada gunanya juga.”

6. Intelektualisasi

Kita menggunakan kata-kata ahli untuk mencari pembenaran atas tindakan kita. Misalnya ” Kta Aristoteles, marah itu mudah tetepi marah kepada orang yang tepat, untuk tujuan yang tepat, pada saat yang tepat, dengan derajat kemarahan yang tepat, itu tidak mudah. Jadi, untuk apa marah.

by:They’re just kids oleh Putu Inna Rusniadi, Psi

RY