Dimanapaun manusia berada, pasti tidak bisa lepas dari masalah. Namun tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Justru masalah hadir sebagai pembelajaran agar siapa saja menjadi lebih bijaksana. Itulah yang tengah dirasakan oleh keorganisasian para santriwati di pesantren Darunnajah Cipining.

Selasa (3/11/2009) malam rabu lalu, dalam nuansa yang terbangun akrab, para pengurus organisai santri membuka diri kepada para anggotanya dalam forum dinamika. Pada forum ini, semua santri dapat menanyakan langsung kepada para pengurus terkait dengan program kerja, kebijakan, dan hal-hal yang mencakup kegiatan masing-masing bagian.
“Acara ini untuk memfasilitasi para anggota dalam mengkritisi jalannya keorganisasian yang tengah berjalan supaya tidak terjadi kesalahpahaman” ungkap Rossi Afriani, ketua II OSDC.
Bertindak sebagai pembawa acara, Cita Ardiana membuka forum dengan membaca surat Al-Fatihah. Lalu dalam tutorialnya, Dyana Novika sebagai ketua organisasi membuka peluang selebar-lebarnya dan memberi kesempatan untuk para santri dalam mengkritisi segal hal dari segala sisinya pada organisasi yang dipimpinnya itu.
Forum bebas berbicara bagi anggota yang berlokasi di masjid tersebut dipergunakan sebaik-baiknya oleh para santriwati. Salah satu contohnya ialah yaitu Yunita Andini. Dia mengkonfirmasi kepada bagian kesehatan perihal kebersihan umum (tandziful ‘aam) yang sudah tidak berjalaan seperti biasanya. Pertanyaan ini langsung dijawab oleh bagian kesehatan dengan beberapa alasan.
Setelah semua masalah usai dibahas oleh bagian masing-masing. Acara pun selesai pada jam 10.30 dan ditutup dengan membaca doa kifaratul majlis.
Menanggapi kegiatan ini, para santri merasa lebih senang karena bisa menanyakan semua yang selama ini tersimpan di hatidengan jelas. “Ya, senang aja, karena forum ini dapat menjadi masalah terbuka. Kan kita boleh nanya, juga boleh mengkritik para pengurus kalau memang pengurus itu bersalah” ungkap Zainab, santriwati kelas VIII MTs. (Fatimah Mahfudhoh)




