Menu

Transformasi Security Approach Menuju Persuasive Approach !

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Rabu malam, 16 Maret 2011 segenap jajaran Biro Pengasuhan Santri kembali menggadakan musyawarah mingguan. Musyawarah yang dipimpin wakil pimpinan pesantren bidang pengasuhan santri, Ust. Ahmad Rosikhin Wasyraf, S.Pd.I berlangsung di visiting room dari pukul 20.30 – 22.30 wib. Musyawarah ini wajib dihadiri oleh seluruh asatidz dan ustadzah yang terlibat langsung dalam pengasuhan santri di asrama santri putra yang dikepalai Ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I, asrama tahfidz Al Qur’an yang dikepalai Ust. Asmari Ihcsan Al Hafidz, asrama santri putri yang dikepalai Ust. Kamilin Asmuni, asrama santri cilik yang dikepalai Ust. Imam Ghazali, S.Pd.I dan asrama kampus dua yang dikepalai Ust. Isa Abdillah Adnan, S.E.

Turut hadir pula dalam musyawarah yang notabene sebagai wahana evaluasi dan planning tersebut, para pembimbing Organisasi santri dan para wali kamar. Diawali dengan do’a dan pengarahan secara umum oleh kepala biro dan para kepala asarama, musyawarah dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan yang sudah, sedang dan akan berlangsung. Pada malam tersebut, bahasan yang banyak mendapat sorotan adalah pelaksanaan Biro Penasuhan Cup (BP Cup) bagi santri kelas I,II,IIntensif, IV dan V TMI asrama dan non asrama selama berlangsungnya UAM MTs (Kelas III TMI),  revisi terbaru rekomendasi Biro Pengasuhan terkait laporan bulanan asatidz dan asatidzah asrama kepada pimpinan pesantren dan penanganan disiplin santri.

Terkait pelaksanaan BP Cup yang dikoordininir oleh Ust. Muhammad Hamdhani untuk santri asrama putra, Usth. Nani Karmila untuk santri asrama putri, Ust. Muhrizal Sutarmo untuk santri non asrama putra dan Usth. Teti Maryeti untuk santri putri non asrama putri, peserta musyawarah mengusulkan beberapa training sebagai selingan dan kegiatan alternatif positif edukatif tentang spiritual trainning, Jurnalisme, E-Learning dan Thibbun Nabawi. Beberapa asatidz yang tidak bertugas  mengawas UAM juga ditunjuk untuk memperkuat kepanitiaan BP Cup, disamping juga tentunya pemberdayaan organisasi santri  yang meliputi OSDC, OSTAQ, OSADC, OSIDC dan Koordinator Pramuka.

Ust. Rosikhin menjelaskan bahwa revisi rekomendasi biro pengasuhan dilaksanakan sebagai follow up dari amanat pimpinan pesantren agar amanat kepesantrenan bidang pengasuhan santri yang dilakukan oleh para asatidz dan ustadzah bisa dinilai dengan lebih accountable, tidak sebatas laporan normatif. beberapa hal yang perlu dilaporkan adalah pelaksanaan sholat jama’ah sebagai sarana mendatangkan keberkahan dan rahmat Allah, keaktifan dalam berbagai musyawarah, majlis ilmi, ta’lim qur’an, harakah tabkir ke masjid dan madrasah dan tugas-tugas keorganisasian. Format revisi ini merujuk kepada dua sumber; laporan pribadi setiap guru dan rekomendasi biro pengasuhan yang telah berlaku sebelumnya.

Selanjutnya, para peserta musyawarah diajak berdiskusi seputar penanganan disiplin santri. Beberapa santri yang melanggar disiplin pesantren seperti kabur, merokok, terlambat datang ke pesesantren dan menjalin ‘hubungan special’ antara santri putra dan putri. Dalam hal ini ust. Sholehuddin Hidayat dkk selaku Komisi Disiplin/Bagian keamanan asrama putra, mennyampaikan laporan pelanggaran santri dan pelaksanaan sangsinya. Demikian juga dengan Usth. Ruqayah dkk selaku komisi disiplin di asrama santri putri.

Terkait pelaksanaan sangsi terhadap para santri yang melanggar disiplin, ust. Muhlisin mengajak segenap jajaran biro pengasuhan untuk merujuk kembali kepada Surat Keputusan Bersama Biro Pengasuhan Santri dan Biro Pendidikan No.: 001.H/SK/DN/VII/2008 tentang  tata tertib dan disiplin santri, wali santri dan tamu. Dalam tata tertib tersebut, di bab 3 ditemukan tentang pentingnya menghilangkan sangsi hukuman fisik dan hukuman yang berpotensi menurunkan harkat martabat dan harga diri seseorang, dengan digantikan sangsi yang bernilai edukatif, memiliki efek jera dan memiliki pengaruh positif kepada mental dan jiwa pribadi pelanggar disiplin. Inilah semangat transformasi Security Approach menuju Personal dan Persuasive Approach, Semoga!. (WARDAN/Mr.MIM)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait