Membaca Al-Qur’an sudah menjadi keseharian santriwati. Mulai dari sehabis sholat hingga sebelum tidur. Kegiatan santriwati dibuka dengan membaca Al-Qur’an dan ditutup dengan membaca Al-Qur’an juga. Membaca Al-Qur’an tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT atau menenangkan hati dan pikiran saja, tapi juga berpengaruh pada karakter seseorang.

Peran tadarus dalam pengembangan karakter santriwati:
Membaca Al-Qur’an setiap hari memberikan bukti nyata terhadap pengembangan karakter seperti menjadi lebih disiplin, memiliki akhlak yang mulia, dan melatih kecerdasan seseorang. Selain itu, ada beberapa peran lainnya.
- Disiplin dan Konsistensi
Konsistensi dalam menjalankan rutinitas ini secara otomatis melatih santriwati untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin untuk bertanggung jawab atas kegiatan yang dijalaninya setiap hari seperti setelah sholat, dan sebelum tidur. Dengan begitu santriwati akan lebih menghargai waktu dan dapat mengatur waktunya dengan baik-antara dunia dan akhirat.
- Menumbuhkan Akhlak Mulia
Dengan membaca Al-Qur’an kita juga diajarkan untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mendekatkan diri kepada Allah SWT dapat membentuk diri kita menjadi prbadi yang ikhlas dan tunduk kepada Nya. Seperti mengajarkan tentang kasih saying, peduli terhadap sesama.
- Menambah Ilmu Pengetahuan dan Ketajaman Otak.
Ketika kita rutin membaca Al-Qur’an secara rutin, hal itu mampu meningkatkan kemampuan daya ingat, ketajaman otak, dan pola pikir yang lebih baik. Dengan begitu kitab isa melewati tantangan hidup dengan kecerdasan spiritual yang lebih baik.
- Kecerdasan Moral dan Sosial
Tidak hanya membaca Al-Qur’an secara individual tetapi dapat dikombinasikan dengan kegiatan sholat berjama’ah, tahfiz, tausiyah, serta penerapan adap dan sopn santun dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat membantu membentuk kecerdasan moral yaitu kemampuan membedakan mana yang benar dan salah. Interksi yang terjadi didalamnya juga memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas, dan saling menghormati sesama
