Pesantren Darunnajah 2 Cipining menggagas terobosan edukatif melalui program tour harian santri yang menggabungkan aspek rekreasi dan pembelajaran. Program rutin ini mengajak 18 santri dan seorang guru pembimbing menjelajahi berbagai destinasi wisata menggunakan armada Elf Long.
Inisiatif dari Departemen Usaha melalui divisi Travel ini tidak sekadar menghadirkan wisata konvensional. “Respon santri sangat antusias, bahkan mereka ingin ikut setiap hari,” ungkap salah satu pengelola program, menggambarkan tingginya minat peserta.
Program yang terbuka bagi santri dari kelas satu hingga enam ini menghadirkan Mang Omang, sopir berpengalaman yang menjadi tulang punggung perjalanan. Kegiatan berlangsung setiap hari kecuali Kamis, menyesuaikan dengan jadwal rapat mingguan para pembimbing.
Keberhasilan program ini tercermin dari peningkatan profit pesantren dan antusiasme santri. Para pembimbing terpilih memastikan setiap perjalanan menjadi pengalaman edukatif yang bermakna, memadukan kegembiraan dengan pembelajaran kontekstual.
Tantangan utama program ini terletak pada konsistensi minat peserta. Namun, manajemen pesantren melihat ini sebagai peluang pengembangan. “Kami berencana menambah armada bus untuk mengakomodasi lebih banyak santri,” jelas pihak pengelola.
Program ini menjadi bukti nyata inovasi pendidikan pesantren dalam menghadirkan pembelajaran experiential. Melalui tour harian, santri tidak hanya memperluas wawasan tentang alam dan destinasi wisata, tetapi juga mengembangkan soft skill melalui interaksi sosial.
Kesuksesan program mendorong pesantren untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan. Dengan pendekatan yang seimbang antara edukasi dan rekreasi, tour harian santri menjadi model pembelajaran alternatif yang efektif dalam membentuk karakter dan wawasan santri.
Keberhasilan ini menginspirasi lembaga pendidikan lain untuk mengembangkan program serupa. Mari dukung inovasi pendidikan yang memadukan aspek pembelajaran dengan kegembiraan, demi melahirkan generasi yang berwawasan luas dan berkarakter.