Training of trainer (TOT)untuk calon pelatih SBDC (Seni Bela Diri Darunnajah) kembali diselenggarakan oleh biro pengasuhan santri Darunnajah Cipining. Kegiatan yang diikuti oleh santri kelas XI MA (5 TMI) ini dilaksanakan selama 4 hari terhitung sejak tanggal 21 hingga 24 Oktober lalu.
Ustadz Hamdani sebagai pembimbing dan pemateri TOT mengharapkan agar kegiatan ini menjadi moment untuk menjadikan calon pelatih silat yang mumpuni. “Selain memberikan teknik yang benar dalam melatih anggota SBDC, kami sangat ingin agar dari SBDC ini dapat menyabet juara dalam setiap event yang diikuti”.

Maka selain Ustadz Hamdani yang fokus melatih jurus-jurus dasar kepada peserta TOT, SBDC menghadirkan 2 pelatih dari alumni guna memperkuat penataran. Keduanya adalah Arsyad Umar (angkatan 9, 2002) dan Hijrah Syahputra (angkatan 17, 2009). Arsyad banyak memberikan teknik-teknik fighting sehingga dapat menaklukkan lawan, sedangkan Hijrah lebih menekankan pada pelatihan fisik.
Dan sebagai penutup dari kegiatan TOT ini, peserta berhak mendapatkan sertifikat dan sabuk melati 4. Namun untuk mengambil sabuk, peserta harus berlari sejauh 16 Km. Menurut Ustadz Syarifuddin, salah satu pembimbing SBDC, bahwa jarak yang ditempuh memang sudah biasa seperti pada kegiatan tahun-tahun sebelumnya.
“Selain untuk melatih fisik agar para peserta memiliki tubuh yang benar-benar teruji, pengambilan sabuk juga diharapkan dapat berimplikasi pada mental. Siapa yang naik mobil atau kendaraan lain, maka akan mendapatkan sanksi. Nah, seperti itulah mental jujur yang kami inginkan” ujar Ustadz Syarif.

Sementara itu, kepala biro pengasuhan, Ustadz Achmad Rosichin, S.Pd.I. dalam pembukaan pelatihan menginginkan agar SBDC ini dapat menelorkan pesilat-pesilat pilih tanding. Selain itu, harapannya agar SBDC dapat mengkreasikan jurus-jurus baru sebagai jurus ciri khas SBDC.
Dalam penjelasannya, Ustadz Anwar Maulana, pembimbing baru di SBDC mendampingi 2 pembimbing yang telah ada, mengatakan bahwa TOT kali ini untuk menggantikan kepengurusan yang kini tengah dijabat santri kelas XII MA. “Karena sebentar lagi mereka akan konsentrasi di kegiatan kelas akhir, maka secepatnya kepengurusan SBDC harus diganti.” (Wardan/Billah)