DNKIndergarten, 25/09

1. Tidak ambisius

- Advertisement-

Ini penting sebagai dasar pengajaran. Karena ketika kita sebagai orangtua terbebani dengan ambisi-ambisi tertentu dalam mendidik anak, maka hasil yang keluar adalah rasa frustasi saat si anak tidak menunjukkan hasil yang diharapkan.

2. Mulai dengan pengenalan abjad

Perkenalkan ke-26 abjad kepada anak dengan cara kreatif. Hindari session khusus untuk belajar. Karena cara yang paling efektif untuk mengajari anak (dalam berbagai hal) adalah dengan bermain.

Contoh bermain sederhana :

* Beli satu kantung Nugget berbentuk alphabet. Ajaklah anak Anda bermain Peta Harta Karun. Cara bermain: Goreng nugget sampai matang. Sisipkan di dalam nasi yang akan dimakan anak Anda. Kemudian minta anak Anda untuk mencari huruf tertentu yang telah Anda sebutkan.

Jangan kecil hati jika si anak masih sering salah tunjuk atau keliatan ngawur. Namanya juga proses belajar, kan? Sebaliknya jika si anak mampu menunjuk huruf yang kita minta secara tepat, beri dia reward berupa pelukan atau ciuman.

3. Merangkai huruf

Setelah anak mampu menghafal seluruh abjad dengan baik dan benar, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengajarinya untuk merangkai huruf-huruf tersebut.

Tapi kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah mengajari anak dengan metode urdu. Misalnya kata BOLA yang selalu di eja dengan: Be-O, BO, eL A, La = BOLA. Atau BUDI menjadi Be-U, BU, De-i, DI = BUDI. Sesuai dengan apa yang pernah kita pelajari ketika masih SD dulu: huruf per huruf dirangkai terlebih dahulu untuk kemudian disambung menjadi suku kata dan akhirnya menjadi sebuah kata yang utuh.

Dan ternyata metode pengajaran secara urdu tersebut terbukti kurang efektif karena dalam kurun waktu 1 bulan kemampuan membaca anak masih tersendat-sendat. Tidak ada kemajuan yang berarti.

Kita harus merubah metode merangkai huruf tersebut menjadi merangkai suku kata. Sehingga kata BOLA dieja menjadi BO-LA dan BUDI menjadi BU-DI.

4. Sediakan buku yang cukup

Sisihkan dana rumah tangga untuk membeli buku-buku bacaan anak. Sediakan agar terus menimbulkan minat baca anak.

5. Jadilah contoh yang baik

Tunjukkan kepada anak Anda bahwa kegiatan yang paling sering Anda lakukan untuk mengisi waktu luang adalah membaca. Sehingga anak Anda akan tergerak untuk menyukai buku, seperti halnya orang tua mereka.

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

TK Islam Darunnajah adalah lembaga pendidikan anak usia dini antara usia 3-6 tahun. TK Islam Darunnajah berlokasi di area Pondok Pesantren Darunnajah di Jakarta Selatan. Kami menyelenggarakan pendidikan dalam berbagai aspek pengembangan diantara aspek Bahasa, Kognitif, Motorik, Kreativitas, Sosial emosional dan Moral agama. Kami menyadari bahwa aspek-aspek ini sangatlah penting bagi perkembangan anak usia dini dalam menyiapkan diri menuju tingkat Pendidikan sekolah dasar dan jenjang berikutnya. TK Islam Darunnajah memiliki empat ekstrakurikuler yaitu menari, melukis, futsal dan jarimatika. Kegiatan mingguan di TK Islam Darunnajah meliputi senam pagi, kunjungan ke perpustakaan dan belajar komputer. Kegiatan bulanan yaitu renang dan makan sehat. Serta Kegiatan tahunan yaitu field trip, outbound, manasik haji, peringatan hari besar Islam dan nasional, pentas seni dan wisuda. TK Islam Darunnajah ingin mewujudkan TK yang berbasis Islam, peserta didik dibekali berbagai pengetahuan agama seperti mampu mempraktekan cara berwudhu dan shalat berjama'ah, menghafal doa-doa harian, menghafal surat pendek Al Quran, membaca iqro dengan lancar dan mampu menghafal Asmaul Husna.