Menu

Tips Agar Kuat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Berikut ini adalah materi Ta'lim yang disampaikan oleh Ust Deni Rusman, pada hari perdana Bulan Ramadhan 1433 H.

Hadirin, Jamaah Shalat Shubuh yang di muliakan Allah

Hari ini, kita memasuki hari pertama di Bulan Ramadhan 1433 H atau 2012 M. Dan Alhamdulillah, beberapa menit yang lalu kita juga telah menunaikan Ibadah Makan Sahur, sebagai bentuk ittiba kita pada sunnah Nabi saw dan sebagai bekal agar kita bisa menjalankan ibadah puasa ini dengan baik sampai waktu magrib nanti.

Namun pada hari ini pula, sebagian besar adek-adek kita, terutama santri baru merupakan pengalaman baru melaksanakan puasa di Pesantren. Beberapa diantaranya menyatakan belum pernah berpuasa selama satu bulan penuh, dengan alasan belum kuat dan belum biasa. Maka mulai hari ini, tepatnya sejak menjadi santri Darunnajah Cipining, kalian harus sudah mulai belajar dan bertekad untuk berpuasa sebulan penuh.

Bagaimana kalau masih belum kuat? Apakah ada caranya agar bisa melaksanakan Puasa Ramadhan ini sampai waktu Maghrib, bahkan sebulan penuh sampai akhir Ramadhan? Untuk itulah, pada pagi hari ini, saya akan membawakan Ta’lim Shubuh dengan Judul; “9 RESEP AGAR KUAT BERPUASA DI BULAN RAMADHAN”. Walaupun singkat, mudah-mudahan bermanfaat, terutama bagi santri baru yang belum terbiasa berpuasa.
Resep yang pertama adalah;

1. Mengakhirkan Makan Sahur (sebelum Fajar)

Rasulullah saw. bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena pada makan sahur itu terdapat keberkahan.” (Shahih Muslim No.1835)

Hadis lain riwayat Zaid bin Tsabit ra., ia berkata: Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah saw. Kemudian kami melaksanakan salat. Kemudian saya bertanya: Berapa lamakah waktu antara keduanya (antara makan sahur dengan salat)? Rasulullah saw. menjawab: Selama bacaan lima puluh ayat. (Shahih Muslim No.1837)

Dari hadits ini kita dapat ambil kesimpulan bahwa Makan Sahur adalah Sunnah untuk ditunaikan, dan lebih sunnah lagi jika waktunya di akhirkan. Beberapa saudara kita ada yang makan sahur pada jam 2 atau jam 3 dinihari, karena waktunya jauh dari fajar, mereka biasanya tidur lagi setelah makan sahur. Karena tidur itulah banyak yang tidak dapat melaksanakan Jamaah Shubuh, disamping juga tidak mendapatkan pahala dari mengakhirkan waktu sahur. Naudzubillah…

Untuk itu akhirkanlah waktu makan sahur. Dengan mengakhirkan waktu makan sahur, Insya Allah kita dapat lebih kuat untuk menjalankan Ibadah Puasa. Kalau berdasarkan hadits tadi waktunya kira-kira bacaan 50 ayat (antara makan sahur dengan waktu shubuh). Bisa juga kita perkirakan sekitar 15 menit sebelum imsak. Silahkan bandingkan, mana yang lebih kuat; orang yang makan sahur jam 2 atau yang makan sahurnya diakhirkan? Tentu saja jawabannya; lebih kuat yang makan sahurnya diakhirkan.

2. Menyegerakan Berbuka (bila tiba waktunya)

Dari Sahal Ibnu Sa’ad ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (Muttafaq Alaihi).

Hadits lain Menurut riwayat Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Hamba-hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbuka.”

Menyegerakan berbuka merupakan kemudahan yang Allah berikan, dengan menyegerakan berbuka jika waktunya telah tiba, kita bisa lebih cepat untuk memulihkan tenaga kita kembali, dan lebih cepat untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Jika sudah waktu magrib, maka segeralah berbuka, jangan nunggu-nunggu karena dengan memperpanjang puasa kita tidak akan menambah pahala, melainkan akan menambah rasa lapar dan dahaga.

3. Makanlah Kurma dan Madu Saat Sahur dan Berbuka

Agar kuat berpuasa, coba makan 3 butir kurma dan 2 sendok makan madu setelah makan sahur (setelah makan nasi dan lauk tentunya). Begitu pula ketika berbuka puasa. Minum juga air secukupnya (minimal 3 gelas) agar kita tidak dehidrasi.

Dari Sulaiman Ibnu Amir Al-Dlobby bahwa Nabi SAW bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu berbuka, hendaknya ia berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya, hendaknya ia berbuka dengan air, karena air itu suci.” (Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut

Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim).

Kurma dan Madu kandungan kalorinya cukup tinggi dan bisa memberi energi yang cukup untuk beraktifitas. Selain itu makanan 4 sehat dan 5 sempurna seperti buah-buahan juga jangan dilupakan

4. Tetap Berolahraga dan tidak berlebihan

Untuk menjaga kondisi badan, tetaplah berolahraga meski intensitasnya agak dikurangi. Jalan kaki atau lari pagi selama 30 menit tidak masalah. Meski berkeringat, lelah, dan haus, setelah mandi pagi atau mandi sore insya Allah badan kita akan segar kembali.
Selain itu, Lakukanlah shalat Tarawih, karena selain merupakan sunnah Nabi SAW, Tarawih juga memberi ketenangan hati dan juga kesehatan badan:

Sebuah hadits menyebutkan: “Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ahmad)

5. Niat Puasa Mengharap Ridha Allah SWT

Agar kita kuat berpuasa, kuatkan pula niatnya hanya untuk dan karena Allah semata. Jangan Niat puasa karena disuruh oleh Ustadz, disuruh orang tua, atau motivasi lain yang tidak disarankan, karena kalau kita salah niat, kita tidak akan mendapatkan pahala. Niat ini selain membuat kita lebih kuat, juga merupakan syarat agar puasa kita diterima Allah.

6. Mengurangi dari melakukan pekerjaan berat

Agar kuat dalam berpuasa dan tidak batal di tengah jalan, kurangi aktifitas yang menguras tenaga, misalkan main bola disiang hari, berlebihan dalam bekerja, atau melakukan pekerjaan lain yang melelahkan. Lakukanlah pekerjaan yang ringan-ringan, seperti membersihkan asrama, merendam pakaian kotor, menyapu lantai dan lain sebagainya. Apa yang terjadi jika kita kecapean karena telah melakukan aktifitas yang berat seperti yang dicontohkan tadi? Pasti muncul keinginan untuk membatalkan puasanya, dan ini yang tidak kita harapkan.

7. Menyibukkan diri dengan Tadarus Al-Quran, mengulang Pelajaran atau kegiatan bermanfaat lainnya

Puasa merupakan waktu dilipat gandakannya segala amal ibadah, maka isilah Ramadhan ini dengan banyak membaca Al-Quran yang pahalanya dihitung setiap huruf, setelah itu kita juga bisa menyibukkan diri dengan mengulang-ulang pelajaran yang di dapatkan di sekolah, atau bisa juga melakukan pekerjaan ringan lainnya yang bermanfaat.

Sebaliknya jika kita banyak nganggur dan banyak bengong, akhirnya melamun dan menghayal. Yang dihayalkan tentang makanan yang lezat dan minuman yang segar, akibatnya perutnya keroncongan karena memikirkan makanan.

8. Memberikan semangat kepada teman yang masih belum kuat berpuasa

Merupakan cara yang jitu dan mudah untuk dilakukan, berilah semangat dan nasehat kepada teman-teman yang masih terlihat lesu, terutama kepada orang yang sudah ada niat untuk membatalkan puasanya. Tunjukkan semangat kita, agar yang melihat kita terhibur dan termotivasi untuk bisa menunaikan Ibadah puasa sampai pada akhirnya nanti. Dengan begitu, kita yang memberikan semangat akan mendapatkan kekuatan tambahan untuk bisa menamatkan puasa kita.

9. Yakin bisa melakukannya dengan baik

Kenapa harus yakin? Karena dengan keyakinan yang kuat kita akan bisa melakukan suatu pekerjaan walaupun itu terasa berat. Termasuk puasa, kita harus yakin bisa melaluinya. Keyakinan yang kuat akan mengantarkan kita pada kesuksesan dan tercapainya suatu harapan dan cita-cita. Sebaliknya jika ragu, apapun usaha dan harapan kita kemungkinan besar akan menemui kegagalan. Termasuk jika kita ragu apakah bisa berpuasa sampai sebulan penuh, maka itu hanya akan membuat kita lemah dan kehilangan kekuatan. Untuk itu Yakinlah, karena sesungguhnya Allah bersama dengan orang2 yang bertaqwa.

Demikian hadirin yang bisa saya sampaikan, semoga menjadi tambahan ilmu dan menjadi motivasi yang kuat untuk bisa menjalankan Ibadah puasa ini sampai tuntas. Ingatlah, jangan sibukkan diri dengan menunggu waktu magrib atau dengan istilah ngabuburit dengan kegiatan yg tidak bermanfaat. Jangan hanya menghitung-hitung waktu, apalagi membawa jam dinding kemana-mana hanya untuk menghitung, berapa jam lagi waktu magrib? Isilah Ramadhan ini dengan amalan sunnah dan kegiatan yang bermanfaat, Insya Allah akan bernilai ibadah dan semakin menambah kesempurnaan ibadah puasa kita. Dan semoga kita bisa menjalankan sebulan penuh, tanpa ada kendala. Amien.. (WARDAN/@abuadara)

Disampaikan oleh Deni Rusman pada saat Ta'lim Shubuh di Pesantren Darunnajah Cipining Bogor, 21 Juli 2012

zp8497586rq

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Informasi Perubahan Kalender Pendidikan Tahun 2019-2020 Kelas 3 TMI Darunnajah Jakarta

Perihal  : Informasi Perubahan Kalender Pendidikan  Tahun 2019/2020                                  31 Maret 2020                                                                 Yang terhormat, Bapak/Ibu Orang Tua Santri Kelas III