Ketika Tilawah Santri Mendapat Juara di Lomba MTQ dan Seluruh Pesantren Bangga

Apa yang dirasakan seluruh pesantren ketika santrinya menang lomba MTQ?

Telepon berdering di kantor pesantren. Kabar dari tim yang sedang bertanding di luar kota: santri kita menang. Juara tilawah Al-Quran tingkat kabupaten. Berita itu menyebar dalam hitungan menit dari mulut ke mulut, dari asrama ke asrama, sampai seluruh pesantren mengetahuinya sebelum pengumuman resmi disampaikan. Dan ketika nama santri itu disebutkan di pengeras suara masjid setelah sholat Maghrib, tepuk tangan yang menggema dari dalam masjid mungkin terdengar sampai ke perbukitan sekitar.

Kebanggaan itu bukan milik santri yang menang sendiri. Kebanggaan itu dirasakan oleh setiap orang di pesantren, karena pencapaian satu santri adalah cerminan dari lingkungan yang membesarkannya.

Bagaimana santri bisa sampai ke podium juara MTQ?

Perjalanannya panjang dan dimulai dari sesi tahsin sore yang dilakukan setiap hari. Duduk berhadapan dengan wali kamar, membaca Al-Quran ayat per ayat, dikoreksi setiap kesalahan makhraj dan tajwid. Proses itu berulang ratusan kali sampai bacaan menjadi sempurna. Bagi santri yang menunjukkan bakat khusus dalam seni baca Al-Quran, ada pembinaan tambahan yang lebih intensif.

Pembinaan qori dan qoriah di pesantren tidak hanya fokus pada teknis bacaan. Santri juga dilatih untuk menghayati makna ayat yang dibaca sehingga tilawahnya bukan sekadar suara yang indah, melainkan bacaan yang menyentuh hati pendengar. Pelatih yang membimbing memiliki pengalaman panjang dalam dunia MTQ dan memahami standar penilaian di berbagai tingkat kompetisi.

Latihan rutin dilakukan selama berbulan-bulan sebelum kompetisi. Di antara jadwal pelajaran dan kegiatan pesantren, santri calon peserta MTQ menyisipkan waktu latihan tambahan. Pengorbanan waktu bermain dan istirahat itu dijalani tanpa keluhan karena motivasinya bukan sekadar ingin menang, melainkan ingin memuliakan Al-Quran dengan bacaan terbaik yang bisa mereka persembahkan.

Kenapa tilawah santri pesantren sering memiliki karakter yang khas?

Santri yang tumbuh di lingkungan pesantren memiliki keunggulan yang sulit ditiru oleh peserta MTQ dari luar pesantren. Mereka hidup bersama Al-Quran setiap hari. Suara tilawah dari masjid dan asrama menjadi bagian dari lingkungan akustik yang membentuk sensibilitas mereka terhadap keindahan bacaan. Referensi telinga mereka kaya karena terbiasa mendengar berbagai gaya bacaan dari imam, guru, dan sesama santri.

Al-Quran bukan buku yang mereka buka hanya saat latihan. Al-Quran adalah teman harian yang mereka baca sebelum Subuh, setelah Ashar, dan di setiap waktu luang. Keakraban itu menciptakan hubungan emosional yang terpancar dalam setiap nada tilawah mereka. Juri dan pendengar bisa merasakan perbedaannya.

Apa dampak kemenangan MTQ terhadap santri lainnya?

Setiap kali seorang santri membawa pulang piala dari lomba MTQ, gelombang inspirasi menyebar di seluruh pesantren. Santri-santri lain yang tadinya hanya membaca Al-Quran secara biasa tiba-tiba ingin memperbaiki bacaannya. Yang tadinya tidak tertarik dengan seni tilawah mulai penasaran untuk mencoba. Efek domino dari satu pencapaian bisa menggerakkan puluhan santri untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran mereka.

Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining, piala MTQ dipajang di etalase prestasi pesantren bersama pencapaian dari bidang-bidang lain. Keberadaan piala itu menjadi pengingat bahwa memuliakan Al-Quran lewat keindahan bacaan adalah salah satu pencapaian tertinggi yang bisa diraih seorang santri.

Bagaimana pesantren terus mencetak qori dan qoriah berprestasi?

Program pembinaan tilawah dan MTQ berjalan berkelanjutan di pesantren. Regenerasi dari kakak kelas ke adik kelas memastikan tradisi keindahan bacaan Al-Quran terus terjaga. Santri yang sudah berpengalaman menjadi pembimbing bagi yang baru memulai, menciptakan lingkaran pembelajaran yang tidak pernah terputus.

Partisipasi dalam kompetisi MTQ di berbagai tingkat memberikan pengalaman bertanding yang berharga. Setiap kompetisi, menang atau kalah, menjadi pelajaran yang memperkaya kemampuan dan mental santri.

Ingin mengetahui program pembinaan tilawah di pesantren?

Anak yang memiliki suara indah dan kecintaan terhadap Al-Quran akan menemukan lingkungan yang tepat untuk mengembangkan bakatnya di pesantren. Pembinaan yang terstruktur dan lingkungan yang mendukung bisa membawa bakat itu ke tingkat yang lebih tinggi.

Hubungi WhatsApp 0812111180 untuk bertanya tentang program pembinaan tilawah, jadwal kompetisi, atau untuk merencanakan kunjungan ke pesantren. Setiap bakat layak mendapat kesempatan untuk berkembang.