blank

The Istanbul Foundation of Science and Culture

The Istanbul Foundation of Science and Culture

blank

darunnajah- Sabtu, (20/10/2018) Hari Ke-5, Setelah kegiatan rutin Dzikir Shobah ba’da Shubuh yang dilanjut dengan kajian Qiroatu Wasaaili Rasaaili An Nuur yang dipimpin langsung oleh Dr. Mamoen Jarrar, kita mulai masuk kelas pukul 09.00 bersama peserta dari Bangladesh (para peserta International Conference of The Resale I Nur Perspective) yang dipimpin langsung oleh Dr. Mamoen Jarrar. Hampir semua peserta dari Bangladesh merupakan para pakar dan ilmuwan bahkan para Professor Doktor yang telah banyak mempelajari dan menguasai tentang Risalah An Nur. Sehingga, dalam kajian kali ini banyak peserta yang bertukar pikiran dan pendapat bahkan beberapa peserta juga berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang Said Nursi khususnya. Karen waktu yang terbatas, Maka kajian kali ini dicukupkan sampai pukul 12.00 untuk Sholat Dzuhur dan makan siang.

blankblankblankSetelah Sholat Dzuhur, tepatnya pukul 13.00 kami berkumpul kembali di Hall Utama untuk pemberian Sertifikat kepada seluruh peserta yang mengikuti kajian risalah ini, baik kami peserta dari Indonesia maupun Bangladesh.
Untuk hari ini, kami peserta dari Indonesia juga mendapat kehormatan untuk menghadiri acara Ikrar Santri yang diadakan di KJRI Istanbul, sehingga kami harus dibagi tugas untuk menghadiri kedua acara tersebut. Empat dari kami mengikuti Kajian Said Nursi dan enam lainnya menghadiri acara di kantor KJRI Istanbul. Setelah pemberian Sertifikat selesai, kami ber-empat pun menyusul ke kantor KJRI Istanbul. Alhamdulillah di sana kami bertemu langsung dengan Komjen Bapak Hery Sudrajat dan para anggota IKPM Turki.
Setelah dari Kantor KJRI Istanbul, kami sempat mengunjungi Lapangan Taksim.

Lapangan Taksim atau Medan Taksim (bahasa Turki: Taksim Meydanı), yang terletak di Istanbul sisi Eropa, adalah tempat wisata dan distrik yang terkenal akan restoran, toko, dan hotelnya. Taksim dianggap sebagai jantung Istanbul modern, dan merupakan stasiun utama jaringan Istanbul Metro. Lapangan Taksim juga merupakan tempat berdirinya Monumen Republik (bahasa Turki: Cumhuriyet Anıtı) yang dibuat oleh Pietro Canonica dan diresmikan pada tahun 1928. Monumen ini mengenang lima tahun perayaan pendirian Republik Turki pada tahun 1923 setelah Perang Kemerdekaan Turki.

 

 

(DN.COM/evi_permatasari)

Pendaftaran Siswa Baru Pesantren Darunnajah