BANTEN — Mengintegrasikan keilmuan dari bangku pesantren dengan realitas sosial, seluruh santriwati tingkat akhir (kelas 6) Tarbiyatul Muallimat Al-Islamiyyah (TMI) angkatan Glorious Generation sukses menyelenggarakan program Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM). Kegiatan yang berlangsung selama hampir dua pekan, terhitung sejak 3 hingga 14 Februari 2026 ini, dipusatkan di kawasan Karang Antu.
Program ini menjadi kegiatan penting bagi para santriwati untuk menerapkan pembelajaran yang didapat ke dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat setempat.Pelaksanaan agenda pengabdian ini diinisiasi dan diawasi langsung oleh Departemen Hubungan Masyarakat (Humas) pesantren.
Di lapangan, kegiatan ini dipandu olehUstazah Naila Ramadhani, Ustazah Rachel Iklima, dan Ustazah Ana Dwiyanti. Guna mengoptimalkan jangkauan, daya guna, serta efektivitas program di tengah masyarakat, seluruh peserta dari angkatan Glorious Generation ini dibagi ke dalam dua kelompok kerja utama yang disebar di beberapa titik strategis di Karang Antu.
Praktik Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan bukan sekadar sebagai pemenuhan syarat akademik akhir tahun. Pihak penyelenggara merancang program ini sebagai laboratorium kehidupan untuk menjembatani kesenjangan antara ruang kelas dan realitas bermasyarakat.
Melalui interaksi dan kolaborasi langsung, kegiatan ini ditargetkan mampu memupuk kepekaan sosial, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta menempa jiwa pengabdian para peserta. Output yang diharapkan adalah lahirnya generasi yang tidak hanya memiliki keunggulan kognitif dan religiusitas, tetapi juga kecerdasan sosial yang tinggi saat kelak terjun seutuhnya ke tengah masyarakat luas.
Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh salah satu peserta PPM, “kami jadi lebih peka terhadap kondisi masyarakat dan belajar langsung bagaimana berperan, bukan hanya memahami secara teori.”
Sebelum masa penerjunan, seluruh kelompok santriwati diwajibkan mengikuti tahapan pembekalan dan pengarahan komprehensif guna menyiapkan mental serta materi program. Setibanya di lokasi penempatan, kedua kelompok langsung mengeksekusi berbagai cetak biru program yang telah disusun, sebagaimana disampaikan peserta lainnya, “setelah sampai di lokasi, kami langsung bergerak menjalankan program sesuai rencana, karena semua sudah dipersiapkan sejak pembekalan.”
Aktivitas yang dijalankan merangkum sektor edukasi di berbagai Lembaga Pendidikan di wilayah sekitar, pendampingan kegiatan sosial secara gotong royong, hingga penyelenggaraan berbagai ajang perlombaan yang sukses memantik antusiasme dan partisipasi aktif penduduk lokal.
Rangkaian masa bakti yang padat karya tersebut akhirnya mencapai garis akhir pada pertengahan Februari. Sebagai wujud apresiasi sekaligus salam perpisahan kepada warga Karang Antu, program Praktik Pengabdian Masyarakat ini ditutup secara resmi dengan pergelaran pentas seni yang memukau.
Penampilan kreativitas panggung dari para santriwati Glorious Generation tersebut tidak sekadar menjadi seremonial penutup masa tugas, tetapi juga meninggalkan memori kolektif yang positif, sekaligus memperkokoh jalinan silaturahmi antara institusi pendidikan pesantren dan masyarakat.
