Dua hari kemudian setelah tibanya di Keighley, UK, kegiatan berkenaan dengan Teacher-Exchange Program pun dimulai. Tepat pukul 07.30 pagi senin, 13 Mei 2013, di tengah dinginnya cuaca kota Keighley (-80 C), serta dibarengi dengan rintikan hujan, Guru dan Santriwati Darunnajah berangkat ke Holy Family Catholic School. Pukul 08.00 tepat mereka ikut berkumpul dengan seluruh guru-guru HFCS, untuk mengikuti laporan perkembangan kegiatan belajar mengajar yang disampaikan oleh Mr. L. A. Bentley (Headteacher) serta mengenalkannya kepada mereka dan hal-hal berkenaan dengan Teacher-Student Exchange Program dari Indonesia.
Setelah selesai perkumpulan itu, mereka beserta seluruh santriwati berkeliling ke sekitar sekolah HFCS untuk melihat kegiatan, beberapa kelas dan fasilitas yang ada di sekolah tersebut. Pada jam berikutnya, mereka mulai beraktivitas dengan mengajar di kelas sesuai jadwal yang ditentukan oleh pihak sekolah. Ustadz Hasan Darojat mengajar bahasa Arab dan Ustadz Syaeful Hadi mengajar geografi, sementara santriwati memasuki kelas ditemani oleh partner yang telah ditentukan.
Pada jam 12.15 Ustadz Hasan Darojat dan Ustadz Syaeful Hadi beserta Ustadzah Rizma Ilfi dijadwalkan bertemu dengan kepala sekolah Mr. Betley. Dalam pertemuan itu beliau menanyakan tentang proses terwujudnya program yang melibatkan para santriwati. Karena selama ini yang sudah berjalan adalah pengiriman guru-guru, sehingga momentum ini kelihatannya lebih spesial. Setelah selesai pertemuan tersebut, ada pembicaraan lanjutan berkenaan rencana pengirim guru dan siswa/i dari HFCS ke Pondok Pesantren Darunnajah dengan Program yang sama yakni Teacher-Student Exchange Program, atau Pertukaran Guru dan Pelajar.
Pada hari kedua, Selasa, 14 Mei, kegiatan masuk kelas seperti biasa hingga menjelang pukul 12.30. Setelah itu, Guru Darunnajah mendampingi para santriwati Darunnajah dalam melatih tarian Daerah yakni Tari Saman kepada siswi-siswi HFCS. Mereka sangat antusias dengan tarian ini, karena merupakan sesuatu yang baru pertama mereka lihat. Mereka juga mendengarkan dengan serius arahan para satriwati Darunnajah dari gerakan yang mudah hingga sulit untuk dilakukan.
Adapun Ustadzah Rizma Ilfi pada hari kedua, beliau pergi ke London untuk berkoordinasi dengan pihak Atase Pendidikan Kedutaan Republik Indonesia berkenaan rencana penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan dilakukan dengan pihak HFCS. Pada hari yang sama beliau juga bertemu dengan reporter dari BBC sekaligus diminta wawancara mengenai kegiatan program ini.
Direncanakan insya Allah Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Dr. Sofwan Manaf, akan tiba di London pada hari Rabu, 15 Mei. Pada hari Kamis, rencana beliau dan Ustadzah Rizma Ilfi akan mengadakan pertemuan dengan British Council London, dilanjutkan dengan wawancara dengan BBC. [WARDAN/Adara]