Menu

Teacher Exchange: Bapak Pramuka Darunnajah Mengajar Pramuka di London (3)

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Hari Kamis, 15 Mei 2013 Pukul 7.30 Watu setempat (sebagaimana biasa) para guru dari Darunnajah berangkat sekolah ke Holy Family Catholic School untuk mengajar. Sementara anak-anak satriwati Darunnajah juga memasuki kelas yang telah ditentukan, dengan ditemani oleh rekannya masing-masing (shadowing). Ust Syaiful Hadi mengajar beberapa kelas yang kebetulan disitu ada santriwati Darunnajah.  Alhamdulillah, melihat anak-anak santriwati Darunnajah cukup percaya diri (confident) dengan rekan sebayanya meskipun harus berkomunikasi dalam bahasa Inggris yang sedikit berbeda. Bahasa Inggris yang dipakai masyakat Keighley cenderung diucapkan sesuai dengan huruf aslinya. Contohnya; “cup”. Kata ini, sebagaimana anak-anak kita belajar di kelas bahasa Inggris dibaca dengan “cap”, sementara teman-teman mereka menyebutkan “cup” sesuai dengan tulisan yang ada. Ini adalah bahasa Inggris loghat Yorkshire. Namun demikian, para santriwati terlihat tetap akrab dan enjoy dengan teman-temannya.

Pramuka 1Di sore harinya, Ust Saeful Hadi dan Ust Much Hasan Darojat bersama seluruh santriwati Darunnajah melakukan kegiatan kepramukaan di Keighley tingkatan penggalang (Boys Scout). Beberapa siswa sekolah dari HFCS ada yang ikut, namun jumlahnya sangat kecil sekali, terhitung dengan jari. Pada awalnya Ust Syaiful Hadi merasa heran, kegiatan pramuka di Indonesia yang begitu populer bahkan di beberapa pesantren menjadi andalan kegiatan, namun di tempat kelahirannya pramuka, Inggris, yang mana ditemukan oleh Robert Smith Baden Powell, kegiatan ini kurang begitu diminati oleh anak-anak dan tidak banyak pesertanya.

Barangkali diantara penyebabnya adalah karena kegiatan pramuka lebih banyak di luar ruangan (outdoor). Sementara di Inggris, cuaca cenderung dingin antara 6-10 derajat celcius. Temperatur yang cukup rendah inilah akhirnya membuat anak-anak kurang tertarik dengan kegiatan di luar. Kegiatan pramuka di Indonesia 80% di luar ruang (outdoor), sementara 20% di dalam ruang (indoor). Sebaliknya, di Inggris 20% kegiatan pramuka di luar (outdoor), dan 80% kegiatan di dalam ruang (indoor).

Pada kesempatan tersebut, ustadz Syaeful Hadi, yang nota bene sudah memiliki sertifikat KPL atau ITTC (International Training Trainer Course), menyampaikan hal-hal yang berkenaan dengan program kepramukaan di Indonesia khususnya di Pesantren Darunnajah. Beliau juga menyampaikan beberapa lagu pramuka Indonesia. Para peserta begitu serius mendengarkan penjelaskan dari beliau. Setelah selesai sesi di dalam ruangan, para peserta keluar ruang melanjutkan melakukan kegiatan games di lapangan yang dipandu oleh ustadz Syaeful Hadi. Aktivitas ini berakhir pukul 21.00 waktu setempat, yakni waktu menjelang maghrib. [WARDAN/Adara]

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Al-Hasanah Darunnajah 9 Pamulang Banten

Belajar Sampai ke Negeri Seribu Menara ( Mesir )

Pamulang- Hari ini santriwati Darunnajah melakukan perjalanan ke Mesir, dalam ragka belajar. Peserta Educational and Cultural Visit to Egypt ini salah satunya terdapat Santriwati Darunnajah