TATA PERGAULAN
Menu

TATA PERGAULAN

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

 Manusia yang diciptakan sebagai makhluk social, hal ini tidak dapat dipisahkan dalam lingkungan sekitar yang tidak jauh merupakan pergaulan. Pergaulan tentunya memiliki tatanan agar dalam bergaul tidak salah langkah dalam pergaulan. Untuk itu pergaulan dalam konsep Islam memiliki tata cara bagaimana cara bergaul dengan baik. Islam mengatur dan melarang pergaulan dan larangan berduaan tanpa muhrim, sopan santun dan duduk di jalan, menyebar luaskan salam, memberikan kebaikan dan menjauhi kemungkaran.

LARANGAN BERDUAAN TANPA MAHRAM

عن ابن عباس رض الله عنه قال :سمعت رسول الله صلي الله عليه وسلم يخطب يقول:لايخلون رجل بإمرأةالاومعهاذومحرم ولاتسافرالمرأةالامع ذي محرم. فقام رجل. فقل: يا رسول الله,إن إمرأتي خرجت حاجة وإنىاكتتبت ف غزوة كذاوكدا ,فقال:انطلق فحج مع إمرأتك (متفق عليه)

Yang artinya: “Ibnu Abbas berkata “saya mendengar Rasulullah saw. berkhotbah,”Janganlah seorang laki-laki bersama denan seorang perempuan, melainkan (hendaklah) beseretnya (ada) mahramnya, dan janganlah bersafar (bepergian) seorang perempuan, melainkan dengan mahramnya.”sesungguhnya berdiri lalu berkata, “Ya Rasulullah Istri saya keluar untuk haji, dan saya telah mendaftarkan diri pada peperangan anu dan anu.” Maka beliau bersabda,“pergilah dan berhajilah bersama istrimu.” (muttafaqun’alaih)

Dalam haidst di atas ada dua larangan, pertama, larangan berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dan belum resmi menikah, menurut para ulama laki-laki dan perempuan yng bukan muhrimnya pihak ketiga adalah setan, sehingga memungkinkan mereka untuk melakuakan hal-hal yang dilarang oleh syara’.

Artinya:

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri- istri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir.” (Q.S. AL-Ahzab:53).

Larangan tersebut bermaksud sebagai batasan dalam pergaulan antara lawan jenis demi menghindari fitnah. Oleh karena itu larangan Islam, tidak semata-mata untuk membatasi pergaualan tetapi lebih dari itu yaitu menyelamatkan peradaban manusia. Berduaan dengan lawan jenis merupakan salah satu langkah awal terhadap terjadinya fitnah.   

Adapun yang kedua larangan wanita untuk bepergian, kecuali dengan mahramnya. Akan tetapi adanya perbedaan ulama mengenai larangan tersebut dan dinyatakan bahwa larangan itu bersifat mutlak. Oleh karena itu perjalanan apa saja, baik jauh maupun dekat harus disertai dengan mahamnya. Yang di maksud perjalanan jauh disini minimal dalam waktu dua hari. Ada pula ulama yang berpendapat bahwa larangan tersebut hanya ditemukan untuk wanita muda saja. Akan tetapi jika sudah tua diperbolehkan.

Berbagai pendapat bahwa larangan wanita mengadakan safar adalah sangat kondisional. Yang mana jika wanita tersebut tidak dapat menjaga dirinya sendiri. (dj)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Menyibukkan Diri Untuk Mengingat Allah Dengan Berdo’a

Kita sering kali susah payah menggapai hasil yang kita cita-citakan. Tak peduli siang maupun malam mengeluarkan keringat untuk menggapainya. Entah perihal akademik, bisnis atau bidang

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Rapat Koordinasi Musyrif Kamar Pengasuhan Santri

Ahad (09/08/2020) Biro Pengasuhan Santri melakukan rapat bersama dengan para musyrif kamar seluruh rayon untuk menyampaikan beberapa poin mengenai peran musyrif sebagai pembimbing kamar setiap