Wardan [21/07/2010] Riuh-riang sorak-sorai ramaikan perhelatan akbar tahunan Pesantren Darunnajah Cipining. Pesta Olahraga, Seni dan Pramuka yang digelar setahun sekali ini adalah sebagai ajang perkenalan bagi santri baru dan pencarian bibit-bibit unggul menggalang prestasi yang gemilang.

Laju derap Parade Nusantara mengawali prosesi upacara pembukaan PORESEKA 23. Satu persatu mereka unjukkan barisan-barisan daerah, pakaian adat, gaya dan tampang kece hingga memasuki arena upacara. Tiada kenal lelah, biar cucuran keringat mewarnai sekujur tubuhnya, terik sengatan matahari membahana di bumi perkemahanpun tak kuasa menahan laju mereka untuk merayakan pesta akbar ini.
Pekikkan ‘’Allahu Akbar‘’, ‘’Allahu Akbar‘’, ‘’Allahu Akbar‘’, kalimat pembuka senantiasa mereka dengung-dengungkan sebagai ucap syukur kehadirat Kholik sang kasaulitas tertinggi.

Sesuai dengan pencanangannya, bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk menjaring bakat dan mengembangkan kreatifitas santri di berbagai bidang baik olahraga, seni maupun pramuka. Penampilan-penampilanpun dari tahun ke tahun kian berfariatif.
Adalah tari kecak yang menjadi sisi lain dari PORSEKA 23 kali ini. Tarian asal Pulau Dewata ini, melalui besutan Ustadz Nur Rochim mampu dipertontonkan dan mendapatkan sambutan hangat. Lebih-lebih ketua Panitia sangat appraised. ‘’Saya sangat bangga, santri tidak saja pandai mengaji tetapi mampu berkarya dan terampil’’. (Wardan/Mr. Song)





