Tantang pendidikan abad 21
Menu

Tantangan Pendidikan Abad XXI

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

p style=”text-align: justify;”>a href=”http://darunnajah3.com/wp-content/uploads/2011/02/12.jpg”>img class=”alignleft size-medium wp-image-3865″ src=”http://darunnajah3.com/wp-content/uploads/2011/02/12-300×233.jpg” alt=”Seminar Pendidikan” width=”300″ height=”233″ />/a>SERANG/dn3.com – Pendidikan di pesantren membebaskan santri untuk berkreasi, kebebasan tersebut akan membuat santri semakin kreatif dan sanggup menghadapi tantangan dimasa yang akan datang, pesantren dengan panca jiwanya akan melahirkan santri yang tangguh untuk menjalani hidup pada abad 21 ini./p>
p style=”text-align: justify;”>Guna memberikan wawasan bagi seluruh santri Tarbiyatul Mu’allimin / Mu’allimat Al-Islamiyah (TMI) Darunnajah Pabuaran, panitia yang terdiri dari santri kelas IV TMI Darunnajah Pabuaran mengadakan seminar bertajuk “Tantangan Pendidikan Abad XXI”./p>
p style=”text-align: justify;”>Seminar yang diadakan pada hari Sabtu (12/2/2011) tersebut dihadiri oleh santri baik putra maupun putri, selain itu juga dihadiri oleh guru-guru dan siswa dari sekolah sekitar,  Acara yang dilaksanakan di Aula Pesantren Darunnajah 3 Al-Manshur tersebut berjalan dengan lancar./p>
p style=”text-align: justify;”>Narasumber seminar kali ini yakni Drs.KH. Busthomi Ibrahim, M.Ag selaku Direktur TMI. Drs.Muhammad Muizzudin, M.Pd., yang merupakan dosen IAIN Serang, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Drs. Jajang, M.Pd./p>
p style=”text-align: justify;”>Menghadapi tantangan abad 21, santri harus menyiapkan pendidikan yang didasari dengan akhlaq “siapkan pendidikan dan akhlaq” tutur Muizzudin./p>
p style=”text-align: justify;”>Mencetak santri yang dapat menghadapi tantangan pada abad 21 memerlukan waktu yang panjang, tidak instant.  santri sekarang ini inginya pendidikan yang cepat, yang menurut mereka itu enak, tapi belum tentu akan menghasilkan yang baik, jika ingin menjadi santri yang handal harus melewati pendidikan dengan proses yang panjang  “enak belum tentu baik” tutur Bustomi Ibrahim./p>
p style=”text-align: justify;”>Menurut Jajang “sekolah (itu) untuk membangun kapasitas diri” lanjutnya, beliau mengatakan bahwa “sekolah bukan untuk mencari pekerjaan”, selain itu, beliau mengatakan bahwa,  tantangan itu jangan di hindari, tapi dihadapi, hayati, dan nikmati./p>

blockquote>
p style=”text-align: justify;”>Jajang : Menghadapi tantangan abad XXI dengan H2N, Hadapi, Hayati, Nikmati./p>
/blockquote>

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait