Menyusul diliburkannya belajar formal di kelas karena adanya pelaksanaan UN tingkat MTs-SMP pada pekan ini, pesantren dalam hal ini SBDC (Seni Beladiri Darunnajah Cipining) mengadakan ujian kenaikan tingkat (UKT). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dari kelas VII MTs hingga kelas X MA. Sebagai panitia adalah kelas XI MA (5 TMI) yang telah bersertifikat pelatih.
Pelaksanaan kegiatan diresmikan dengan upacara yang dibuka oleh Pembina SBDC, Ustadz Hamdani, Senin (25/4). Dalam kata sambutannya, Ustadz Dani—nama akrab Ustadz Hamdani, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi seluruh santri, karena silat menjadi satu dari 3 kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi santri putra. Untuk memacu para pesilat ini, maka salah satu agendanya rutin setahun sekali adalah melaksanakan UKT.
Lebih lanjut Ustadz Dani menegaskan bahwa UKT ini sangat berat, namun semua yang dilakukan adalah upaya menjadikan para pesilat Darunnajah Cipining ini tangguh. Maka, tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan penuh motivasi. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk mempersiapkan para atlet silat pilih tanding guna mengikuti kejuaraan dan pertandingan baik di dalam pesantren, maupun di luar, pada level kabupaten, propinsi, dan nasional.
“Mari, kita selesaikan UKT ini dengan baik, sukses dan dengan hasil lulus. Buktikan kalau kita bisa melakukan amanat dan tugas kita. Karena saat ini, hanya orang terbaiklah yang dibituhkan untuk kemajuan agama, bangsa, dan Negara kita. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar……” tegasnya.
Sesaat kemudian, pemukulan drum sebagai tanda peresmian acara menyusul pekikan takbir tersebut. Lalu penyematan kartu peserta UKT dilakukan secara simbolis. Menggenapi kegiatan awal itu, Ustadz Syarifuddin memimpin do’a yang diamini oleh seluruh panitia dan peserta.
Pada kesempatan yang berbeda, Ustdaz Dani menjelaskan bahwa untuk kegiatan ini akan dilakukan selama 4 hari dengan penjelasan hari pertama adalah pemukaan dan latihan fisik. Hari kedua, para peserta akan diambil penilaian terhadap penguasaan jurus-jurus yang telah dilatihkan pada latihan reguler yaitu Jum’at pagi.
“Agenda hari ketiga adalah fighting. Sesi ini kita adakan untuk membiasakan dan melatih santri bagaimana bertanding secara benar dan trik-trik menjatuhkan lawan, serta pengetahuan sistem penilaian dalam fighting. Hari keempat kita fokuskan untuk pengambilan sabuk. Namun pengambilan sabuk harus dilalui dengan berlari sejauh 8 km, insya Allah nanti kea rah Bunar/Kadaka” urai Ustadz Dani
Satu lagi sesi yang akan diadakan yaitu tes mental. Pada uji tes mental ini, tim pelatih akan diperkuat oleh dewan guru, karena mengambil waktu malam hari. “Semoga dengan adanya tes mental dan UKT ini, bisa berjalan lancar dan memberikan pengaruh positif pada diri santri Darunnajah Cipining” kata Ustadz Khoirul Umam, tim Pembina SBDC yang tengah asyik memantau berjalannya UKT. (Wardan/Billah)


