Lembaga Pendidikan pesantren adalah salah satu harapan besar bagi negeri ini agar bisa bangkit dari keterpurukan dalam semua aspek kehidupan. Peranan kualitas belajar santri menjadi nomor 1 yang tak ada bandingannya, karena salah satu tingkat keberhasilan yang dapat diraih para santri adalah dengan cara semangat belajar terus menerus menekuni berbagai bidang palajaran maupun pengalaman serta berusaha untuk tetap dapat memaksimalkan impian yang akan diraih.
Alhamdulillah, Darunnajah Cipining dalam setiap harinya selalu memberikan wahana dan fasilitas kepada para santri untuk dapat belajar bersama contohnya yang biasa dilakukan di masjid pada malam hari. Tentunya selain mereka belajar secara formal di kelas pada pagi harinya. Dengan itu setiap santripun berlomba-lomba untuk giat belajar, pesantren selalu berusaha agar selalu memberikan motivasi dan dorongan belajar untuk santri dengan memberikan waktu dan tempat yang telah ditentukan.
Menurut beberapa penelitian membuktikan bahwa kecerdasan itu memiliki 3 ruang dimensi, EQ, SQ, dan IQ. Hal tersebut dibuktikan dengan pelajaran formal yang didapatkan oleh para santri di bangku sekolah itu merupakan contoh pengenalan dan pembelajaran agama maupun yang lainnya lebih dalam, ini adalah gambaran cerdas dalam segi IQ. Selain itu berbagai macam kegiatan dan ekstrakulikuler yang diberikan oleh pesantren ini merupakan sebuah contoh untuk dapat mencetak generasi-generasi yang sangat aktif, kreatif, dan mampu mengembangkan sikap optimis dalam setiap langkah. Sisi ini adalah pengembangan EQ.
Tapi bukan hanya kedua aspek tersebut saja yang dapat menunjang kesuksesan santri dalam meningkatkan mutu kualitas belajar dalam kehidupan sehari-hari, merekapun tetap harus mementingkan keteladanan seorang guru. Karna tugas guru adalah mengajar sekaligus mendidik, maka keteladanan seorang guru menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar.
Pesantrren yang kaya akan sebutan sekolah religi ini memang memiliki berbagai indikator penting dalam kehidupan. Tugas seorang santri selain untuk dapat belajar formal dikelas juga mempunyai tanggung jawab lain yang mana harus dapat belajar bersosialisasi dengan yang lainnya, belajar beradaptasi, mandiri, tekun, menjaga akhlak dan mengutamakan kebersihan tentunya sebagai muslim yang hakiki.
Mengingat shalat merupakan suatu tolak ukur utama yang biasa dipacu oleh banyak orang, tak salah banyak santri Darunnajah Cipining sangat antusias sekali dalam Fastabiqul Khoirat yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan, diantaranya dengan mengajak beberapa teman sejawat ataupun teman kamar untuk bergagas ke masjid, guna melaksanakan shalat tahajud.
Walaupun di tengah-tengah heningnya suasana malam dan tenangnya suasana alam menambah kekhusukan para santri untuk tetap dapat beristiqomah ibadah di jalan Allah. Karena diharapkan mereka akan selalu mendapat rahmat ridho dan perlindungan oleh Allah swt.
Merekapun menyadari bahwa betapa pentingnya mendekatkan diri kepada Allah karna selain mereka berikhtiar dan bertawakal dalam kehidupan para santri pun mempercayai bahwa semua tergantung taqdir Allah, yaitu tawakkal maka selanjutnya sebagai manusia hanya bisa menyerahkan semuanya kepada Allah swt.
Semoga dengan berjalannya shalat tahajud ini baik yang dilakukan oleh santri baru ataupun santri lama dapat memberikan cerminan hidup yang positif, agar dapat menumbuhkan rasa semangat belajar dan mempercayai adanya berbagai jalan keluar dalam setiap permasalahan.
(WARDAN/ Annisa)