Program Fathul Mu’jam Perkuat Tradisi Keilmuan Bahasa Arab Program Fathul Mu’jam Perkuat Tradisi Keilmuan Bahasa Arab

Syekh Ahmad Ali Sulaiman Berbagi Ilmu di Pesantren

Pesantren Darunnajah 2 Cipining mendapat kehormatan menerima kunjungan Syekh Ahmad Ali Sulaiman, ulama dan pakar kaligrafi dari Republik Arab Mesir. Kunjungan selama tiga hari pada 13-15 Ramadhan 1446 H (13-15 Maret 2025) ini diisi dengan kuliah umum, pelatihan kaligrafi, dan khutbah Jumat, memberikan inspirasi berharga bagi civitas pesantren dalam membangun peradaban Islam melalui pendidikan.

Kuliah Umum dan Pelatihan Kaligrafi

Kamis, 13 Maret 2025, kunjungan diawali dengan kuliah umum khusus dewan guru di Aula Al-Ghazali setelah ashar. Syekh Ahmad menyampaikan kegembiraan luar biasa dapat mengunjungi Indonesia, khususnya Pesantren Darunnajah. Kegembiraannya berasal dari tiga hal: berada di Republik Indonesia, datang dari Mesir yang menghormati Indonesia, dan mewakili Al-Azhar Al-Syarif.

Syekh Ahmad menekankan pentingnya keseimbangan ilmu agama dan ilmu modern. Mengutip Imam Bediuzzaman Said Nursi, beliau menjelaskan bahwa seorang pelajar ilmu agama harus mempelajari ilmu modern. Ilmu agama menerangi mata batin, sementara ilmu modern menerangi akal dan memberikan pemahaman realitas kehidupan.

Beliau menjelaskan pembagian kaligrafi Arab menjadi dua jenis: kaligrafi lentur (Riq’ah, Naskhi, Diwani, Farisi) dan kaligrafi kaku (Kufi dan geometris). Syekh Ahmad memaparkan empat kesalahan umum dalam menulis kaligrafi Arab: tidak mematuhi garis, tidak ada keselarasan antar huruf, jarak tidak tepat antar kata, serta mencampurkan berbagai jenis kaligrafi.

Khutbah Jum’at dan Kuliah Santri Putra

Jumat, 14 Maret 2025, Syekh Ahmad menjadi khatib Jumat di masjid pesantren. Dalam khutbahnya, beliau berpesan agar jamaah bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan menekankan pentingnya persatuan umat Islam. Beliau mengingatkan bahwa umat Islam memiliki satu Tuhan, satu Rasul, satu kitab, dan satu tujuan, maka harus saling bersatu dan bekerja sama.

Setelah shalat Jumat, Syekh Ahmad memberikan kuliah umum khusus santri putra di Aula Kampus 3, mengajak para santri menguasai hafalan Al-Qur’an dan mempelajari bahasa Arab sebagai kunci memahami firman Allah dan sabda Rasulullah.

Kuliah Umum Santri Putri

Sabtu, 15 Maret 2025, Syekh Ahmad memberikan kuliah umum untuk santri putri di Aula Kampus 1 setelah ashar. Beliau menyampaikan apresiasi khusus kepada KH Jamhari Abdul Jalal sebagai syaikh mulia dengan cahaya Islam dan Al-Qur’an. Beliau menghargai kontribusi KH Jamhari dalam “pembangunan manusia” yang lebih sulit daripada pembangunan fisik.

Syekh Ahmad menekankan konsep hikmah sebagai anugerah Allah bagi orang-orang ikhlas, mengutip ayat Al-Qur’an tentang hikmah sebagai kebaikan banyak dan hadiah terbaik dari Allah.

Syekh Ahmad menggambarkan karakter bangsa Indonesia sebagai toleran, ramah, dan mencintai sesama. Beliau menyebut Indonesia sebagai “sandaran besar bagi bangsa Arab dan Islam” serta menekankan bahwa umat Islam hanya akan kuat melalui pembangunan manusia, ilmu, dan akhlak kenabian.

Di antara karya ilmiahnya adalah ensiklopedia “Siyar A’lam Al-Nubala fi Al-Asr Al-Hadits” dan tesis master tentang Pondok Modern Darussalam Gontor. Meskipun telah mengunjungi lebih dari 20 negara, Syekh Ahmad merasa nyaman di Indonesia dan menyebut kunjungan ketiganya ini sebagai “hari bersejarah.”