” Seandainya Kita kedatangan Tamu kita harus mempersiapkan segala sesuatu yang memungkinkan tamu itu bisa nilai kita dengan pandangan yang baik. Sama halnya seperti kita mempersiapkan diri di bulan Sya’ban, bulan dimana Malaikat melaporkan segala amal-amal manusia yang telah dilakukan di hari-hari sebelumnya” Ujar Ustad Bustomi selaku Pembina Upacara. Sabtu Pagi (29/04). Beliau menjelaskan beberapa keistiewaan Bulan Sya’ban disela-sela pembicaraannya ketika Upacara mingguan.

Memasuki awal bulan Sya’ban. Banyak sekali keistimewaan yang bisa didapatkan. Diantaranya bulan Malaikat yang melaporkan seluruh amalan-amalan manusia. Ada suatu hadis riwayat An Nasai dan Abu Dawud dan ditashih oleh Ibnu Huzaimah dari Usamah bin Zaid, katanya, “Aku berkata, Wahai Rasulullah, aku tidak melihat tuan berpuasa dari satu bulan dari beberapa bulan seperti puasa tuan di Bulan Sya’ban.”Beliau menjawab, “Itu adalah bulan yang dilupakan oleh manusia antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan Sya’ban itu bulan amal-amal diangkat ke hadapan Tuhan semesta alam. Oleh karena itu, aku senang apabila amalku diangkat, sedangkan aku berpuasa.”

Di setiap bulan ini juga, Tepatnya malam Nisfu Sya’ban. Rasulullah selalu medoakan Umatnya baik yang meninggal maupun yang masih hidup. Karena, Bulan Sya’ban adalah Bulan Rasulullah. Hal ini berdasarkan sabda beliau yang mengatakan “Bulan Rajab itu adalah bulan Allah, bulan Sya’ban adalah bulanku dan bulan Ramadan adalah bulannya umatku.” Dan malam Nisfu Sya’ban juga terjadinya perpindahan arah kiblat dari Baitul Malqis menuju Masjidil Haram. Rasulullah juga memperbanyak ibadahnya. (AJR)