Sunnatullah Sunnatullah

Sunnatullah

Sunnah Allah dalah suatu set ketentuan-ketentuan yang telah di tetapkan Allah demi kelestarian, keharmonisan alam jagad raya ini, serta kesejahteraan manusia yang hidup di dunia ini. kelestarian dan keharmonisan alam jagad raya ini telah di jamin Allah Swt disertai tantangan bagi manusia dalam menelitinya. andai kata manusia mampu menemukan kacacatan atau ketidak sempurnaan ciptaan Allah ini, Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surah Al-Mulk ayat 3 dan 4  yang artinya:

(Dia) yang telah menciptakan tujuh susunan langit, tidak akan kamu jumpai dalam ciptaan arrahman ini suatu cacatpun. cobalah selidiki ulang jika kamu menemui suatu cacat. kemudian ulangi lagi penyelidikanmu itu.

 

Sifat Sunnatullah yang exact ini merupakan jaminan yang merupakan kemudahan bagi manusia di dalam membuat suatu rencana yang berdasarkan perhitungan. kenyataan ini di dukung juga oleh sifat sunnatullah yang tetap, tidak pernah berubah (immutable), yang mana senantiasa faktual terbukti di dalam praktik setiap insinyur, sehingga kerugian besar bisa di hindarkan sebelum sesuatu pembangunan berdasarkan rencana itu di laksanakan.

 

Dengan sunnatullah yang immutable ini, setiap insinyur scientist dapat pula memperkirakan dengan penuh keyakinan setiap phenomena alam yang akan terjadi serta mengambil serta manfaat dari phenomina tersebut. Dengan demikian, setiap scientist mempunyai suatu keyakinan dalam menjalankan tugas profesinya atau paling sedikit suatu sikap yang senan tiasa optimis. Setiap scientist  mudah dapat memehami antara suatu phenomena alam terhadap yang lainnya, terhadap relasi yang konsisten. Oleh karena itu sikap pesimis tak perlu ada padaoang yang mengerti sunnatullah ini. suatu kenyataan yang tak terbantah, walaupun tarasa pahit, ialah mereka yang belum resmi mengaku beragama islam. Nmun di dalam menangani masalah dunia sudah mengikuti  sunnatullah secara konsisten telah mampu menguasai (mewarisi) dunia, seperti bangsa-bangsa Amerika, Eropa dan Jepang.

 

Set sunnatullah yang tak di wahyukan (yang tak tertulis) hukum yang tidak di wahyukan oleh Allah kepada nabi atau rosulnya itu tidak melibatkan manusia di dalam proses berlakunya, artinya kemerdekaan manusia tidak bisa memengaruhi berlakunya hukum itu. semua hikim-hukum alam yang di pelajari di dalam ilmu physich, kimia, biologi, dan matematika termasuk di dalam set ini, karena itu di namai juga science (al-asma-a kullaha, QS.2:31)

 

Dari uraian di atas dapat di ambil kesimpulan, bahwa untuk berkarnya dengan sunnatullah maka di butuhkan:

  1. Iman, untuk berjaya di dalam melaksanakan sunnatullah yang di wahyukan.
  2. Ilmu, terutama science dan teknologi di dalam melaksanakan dan mengambil manfaat yang sebesar-besarnya di dalam melaksanakan sunnatullah yang tak di wahyukan.