photo_2016-04-12_13-40-53

Suasana Ujian Lisan Nihai

Anda pernah mondok di Pesantren Darunnajah 2 Cipining? Atau anda pernah mondok di Pesantren modern? Bila anda pernah mondok di Pesantren Darunnajah 2 Cipining sampai kelas 6 TMI  dan di wisuda tentunya anda pernah mengalami yang namanya ujian lisan nihai. Ya, ujian lisan nihai adalah ujian lisan terakhir yang akan di alami santri Darunnajah. Sebenarnya ujian lisan tidaklah asing bagi para santri Darunnajah karena setiap ujian semester ujian lisan selalu dijumpai sebelum ujian tulis, namun yang membuat ujian lisan nihai lebih menegangkan karena ujian lisan nihai adalah puncak dari ujian lisan.

Lalu seperti apakah suasanya ujian lisan tersebut? Bagi anda yang pernah mengalaminya tentu tau seperti apa dahsyatnya ujian lisan nihai dimana anda akan di uji semua materi Bahasa Arab (Allughah ‘Arabiyyah, Balaghoah, Muhadatsah, Muthola’ah, Nahwu, Sharf, Mufrodat dan Tarjamah)  dan Bahasa Inggris (Conversation, English, Grammar, reading, Vocabularies dan Translation) yang di pelajari dari kelas 1 TMI sampai kelas 6 TMI, didalam ruangan sendiri selama kurang lebih 1 jam dan di uji oleh guru senior tentunya membuat keringat tidak bisa ditahan dari sumbernya terutama bagi yang kurang persiapan bisa saja keluar ruangan seperti habis lari mengejar maling basah kuyub.

photo_2016-04-12_13-41-20

Suasana Santri Nihai Sebelum Mendapat Giliran Ujian Lisan

Oleh karena itu santri nihai tidak lepas dari buku buku mereka, pagi siang sore dan malam dengan sebaik mungkin menggunakan waktu yang dipunya untuk  menghapal dan mengulang semua materi yang pernah mereka pelajari selama 6 tahun belajar di Pesantren yang nantinya akan menjadi nilai di ijazah dan raport, bahkan sebelum memasuki ruang ujian mereka masih sibuk dengan buku/kitab kitabnya.

photo_2016-04-12_13-40-58

Suasana Santri Nihai Sebelum Mendapat Giliran Ujian Lisan

Untuk dapat sukses dalam ujian lisan ini, tidak hanya dibutuhkan persiapan materi saja namun juga persiapan mental, karena setelah peserta ujian masuk kerungan ujian apa yang dihapal seakan hilang begitu saja menjadikan rasa was was  muncul sebelum ditanya oleh tim penguji. Seperti yang dialami oleh salah satu peserta ujian “ana dapet giliran terakhir ketika masuk keruang ujian ana sendirian jadi grogi (was was) sebelum ditanya oleh penguji, tapi Alhamdulillah ujiannya lancar” cerita S. Clara santri kelas 6 TMI putri.

Memang untuk mendapatkan hasil yang baik dalam ujian lisan ini perlu persiapan yang matang dari segi materi juga yang  tak kalah penting yakni kekuatan mental, sebenernya hal ini telah di tangani oleh pihak pesantren dengan program bagian pengajaran dan bahasa yaitu dengan mewajibkan setiap santri berbicara menggunakan bahasa setiap harinya dengan pembagian sepekan Bahasa Arab dan sepekan berikutnya Bahasa Inggris. Sehingga dengan kebiasaan tersebut santri tidak akan gugup untuk bercakap dengan siapapun dan kapanpun menggunakan bahasa resmi Pesantren (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris).

Selamat berjuang dan semuga sukses !!! (Abs)