Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Selasa 21 April 2009 yang juga merupakan hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional SLTA/MA, para santriwati non asrama diberangkatkan ke beberapa kecamatan untuk belajar bermasyarakat via Safari Da’wah (sementara santri putra asrama dan non asrama mengadakan UJian Kenaikan Tingkat Seni Bela Diri Darunnajah dan santri putri asrama mengadakan aneka kegiatan nisaiyah/keputrian, baca lebih lengkap tentang berita terkait di halaman lain-red).
Di antara kecamatan yang menjadi lokasi kegiatan ini adalah Cigudeg, Jasinga, Leuwisadeng, Parung Panjang yang berada di wilayah kabupaten Bogor, dan dua kelompok di Legok juga Tangerang. Semuanya terdiri dari 9 kelompok yang sudah dibentuk oleh pembimbing OSIDC, ustadzah Anah Nur Hasanah bersama para ketua kelompok, yang lebih populer dengan sebutan Amiroh. Para Amiroh tersebut merupakan santriwati kelas V TMI Non Asrama atau kelas XI MA. Adapun para anggota terdiri dari seluruh santriwati non asrama kelas VII MTs dan SMP, VIII Mts dan SMP serta kelas X MA dan SMK.
Sehari sebelumnya, Senin 20 April 2009 bertempat di masjid Jami’ Darunnajah, telah disampaikan pembekalan teknis Safari Da’wah oleh salah satu staff Biro Da’wah dan Hubungan Masyarakat, ustdaz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I. Di awal pembekalan, seluruh kelompok diarahkan untuk mengadakan halaqoh musyawarah per kelompok yang dipimpin oleh para Amiroh. Bahasan musyawaroh tersebut adalah pembentukan organisasi kelompok, pembagian tugas/job discription dan prediksi kendala yang akan dihadapi serta solusinya.
Selanjutnya, dengan penuh konsentrasi seluruh peserta menyimak penjelasan tata-cara safari da’wah yang meliputi: agenda harian (silaturahmi kepada para tokoh ,sholat 5 waktu berjama’ah, ta’lim, bayan, membantu pengajian di TPA atau Madrasah Diniyah, permainan kepramukaan di SD/MI), mudzakaroh adab-adab harian (adab silaturrahmi, adab makan dan minum, adab tidur, adab jaulah dan ta’arruf, adab naik kendaraan, adab dalam perjalanan, adab di masjid/majlis).
Agar optimalisasi safari da’wah dapat tercapai, maka setiap kelompok dibekali dengan hard copy petunjuk teknis safari da’wah tersebut. Di sisi lain, mereka juga dibekali dengan surat keterangan, surat permohonan izin kepada ahlul bait, para tokoh, kepala sekolah MI/SD/MD/TPA. Surat-surat tersebut dipersiapkan oleh koordinator safari da’wah santriwati, ustadzah Ella Hulashoh, S.Sos.
Dalam upacara pelepasan kafilah da’wah santri militan tersebut, dihadiri oleh Kepala MTs Darunnajah, Ustadz Jeje Juraemi, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan para remaji generasi harapan umat ini, agar menjalankan amanat tersebut dengan penuh tanggungjawab. Alumni Darunnajah Ulujami itu juga memotivasi anak-anak agar ikut menginformasikan urgensi pendidikan agama bagi para remaja muslim. Beliau juga membangkitkan semangat jihad para santri dengan bersama-sama memekikan takbir ‘Allahu Akbar’.
Seusai do’a yang juga dipimpin oleh ustadz Jeje, segenap kafilah da’wah bermushofahah (berjabat-tangan) dengan asatidz dan ustzdah. Mereka segera menuju antrean kendaraan yang sudah rapi diparkir di depan pesantren. Selanjutnya, mereka menuju lokasi da’wah masing-masing.
Menurut laporan langsung dari para amiroh kepada WARDAN via handphone pada hari Rabu siang, 22 April 2009, sebagian besar agenda safari da’wah dapat mereka lakukan dengan baik. “ Alhamdulillah, di sini kami juga diajak berbicara bahasa Arab oleh Ustadz Hafidz (alumni Gontor yang juga pernah khidmah di Darunnajah Cipining-red), beliau juga mengajar kami di masjid ba’da Maghrib!” ungkap puput, sapaan akrab Tri Astuti Anjani, Amiroh yang memimpin adik-adik kelasnya di Leuwisadeng, Bogor.
Ada juga yang menyampaikan laporan kegiatan mereka menggunakan SMS (short message service). Seperti yang dilakukan oleh Ine Ratna Saomi, salah satu Amiroh yang mengambil lokasi kegiatan safari da’wah di desa Citatah kecamatan Ciomas. “kegiatan kami dari kemarin siang yaitu bersilaturahmi kepada tokoh masyarakat. Pada sore hari, kami ikut membantu pengajian anak-anak di TPA yang dekat dengan rumah ustadzah Enok Putriana” demikian salah satu sms yang diterima dari kelompok tersebut.
Pada kamis siang, 24 April 2009, seluruh kafilah da’wah kembali ke rumah masing-masing. Agenda selanjutnya adalah laporan secara lisan di bawah panduan pembimbing OSIDC di Masjid kampus 2. Laporan ini dimaksudkan sebagai apresiasi atas kegiatan yang telah dilakukan dan sekaligus menjadi evaluasi untuk progam yang akan datang.