Sejak zaman Nabi Adam hingga zaman sekarang ini seorang pemimpin sangatlah diperlukan. Karena seorang pemimpin adalah suatu penggerak yang dapat membawa suatu perubahan menjadi yang lebih baik. Sosok seorang pemimpin yang bijak sangatlah diperlukan di setiap kehidupan.
Setiap harinya baik di lingkungan masyarakat ataupun lembaga membutuhkan sosok pemimpin untuk dapat mengorganisir berbagai kegiatan, program kerja dan sebagainya. Tentunya untuk menjadi seorang pemimpin diperlukan berbagai kriteria dan persyaratan agar sesuai dengan harapan dan mampu menjalankan berbagai amanah yang telah diberikan.
Selain itu, berbicara tentang kepemimpinan pastinya bukan hanya membahas tentang kepribadian sang pemimpin namun juga lebih kepada bagaimana cara ia memimpin dan mengatasi berbagai masalah yang ada. Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan sehingga berbagai organisasi maupun lembaga lainnya dapat berjalan secara lancar dan sukses.
Pemimpin merupakan salah satu faktor yang kerap kali terjadi dalam menentukan nasib baik atau buruknya sebuah organisasi. Maka dari sangat penting bagi kita selaku ummat muslim untuk memilih sekaligus memiliki para pemimpin yang sarat akan agama islam. Tak hanya itu, seorang pemimpin juga merupakan sebuah contoh yang mampu ditiru oleh para anggotanya baik dalam bekerja, berututur kata hingga kesesuaian berpakaian.
Perihal mengenai kepemimpinan dalam islam merupakan suatu wacana yang menarik untuk dibahas. Wacana kepemimpinan dalam al-Qur’an ini adalah suatu hal yang diwajibkan mengangkat seseorang menjadi pemimpin. Karena pemimpin seorang sosok yang dapat mengemban amanah, dapat mengelola alam dan dapat mengaktualkan semua potensi yang ada untuk manusia.
Mengingat semakin maraknya berbagai pemilihan pemimpin khususnya yang ada di Negara Indonesia, turut memberikan berbagai komentar nan kritik dari berbagai pihak dan kalangan atas proses berjalannya pemelihan ketua tersebut. Salah satu hal yang menarik untuk dibahas adalah bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan sesuai dengan syariat islam tentu memiliki berbagai kriteria tertentu contohnya seperti dalam bidang agama.
Walaupun Negara Indonesia adalah negara yang berpegang teguh pada bhineka tunggal ika namun hal ini tidak menjadikan urusan perbedaan agama menjadi 1 dan bebas. Tentu akan selalu ada sisi yang berbeda yang harus dihormati satu sama lain.
Salah satu anjuran yang diperintahkan kepada ummat manusia adalah tentang larangan memilih pemimpin kafir atau non islam. Hal ini tentu menjadi sebuah pembelajaran bahwa kita tidak bisa mencampuri urusan agama dengan sembarang dan sesuka hati, karna setiap individu atau manusia memiliki kebebasan untuk mengungkapkan pendapatnya selagi masih dalam koridor dan batasan yang jelas.
Pemimpin adalah sebuah elemen yang sangat penting, dikarnakan baiknya suatu kaum terletak kepada pemimpin yang baik. Dibalik berbagai kesuksesan yang diraih beberapa orang dalam menjalankan sebuah organisasi adalah dengan memberikan contoh serta menciptakan lingkungan yang adil, damai dan sejahtera.
Maka dari itu karya tulis ini penulis mencoba menjelaskan berbagai hal yang berkaitan langsung dengan kepemimpinan secara rinci dan jelas serta didukung dengan berbagai dalil atau tafsir Al-Qur’an serta hadist.
- Pengertian Kepemimpinan
Pemimpin berasal dari kata pimpin yang artinya adalah yang berada di depan dan memiliki pengikut baik orang tersebut menyesatkan atau tidak. Ketika berbicara kepemimpinan, maka ia akan berbicara mengenai hal pemimpin yang baik mekanismenya dan sturuktur yang dipimpin.
Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan/kelebihan disatu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentudemi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
Defenisi lain, pemimpin juga dapat dikatakan seorang pribadi yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok.
2. Syarat-Syarat Pemimpin
Menurut syari’at islam seorang pemimpin harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut;
- Beriman dan beramal shalih
Kita harus memiliki pemimpin orang yang beriman, bertaqwa, selalu menjalankan perintah Allah Swt dan Rasul-Nya. Karena hal tersebut merupakan jalan kebenaran yang membawa kepada kehidupan yang damai, tentram, dan bahagia di dunia dan akhirat.
- Berilmu
Parapemimpin mesti mempunyai ilmu karena dengan ilmu, maka akan membawa perubahan kearah yang lebih baik dalam membangun fisik maupun spiritual, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan manusianya itu sendiri.
- Jujur
Seorang pemimpin yang jujur akan disukai oleh anggotanya apa yang disampaikan kepada anggotanya tentu harus dilaksanakan.
- Tegas
Tegas bukan berarti otoriter tetapi tegas yang dimaksud adalah mengatakan yang benar dan yang salah katakana salah, serta melaksanakan aliran hokum yang sesuai dengan perintah Allah Swt dan Rasul-Nya.
- Amannah
Yaitu bertanggung jawab maksudnya melaksanakan aturan-aturan yang ada dengan sebaik-baiknya dan bertanggung jawab dengan peraturan yang dibuat.
Sehat jasmani berupa pendengaran, penglihatan, dan lisan agar dapat melangsungkan tugas kepemimpinannya.
Bijak yaitu bisa digunakan untuk mengurus rakyat dan mengatur kepentingan negara. Keberanian yaitu bisa digunakan untuk melindungi wilayah dan memerangi musuh.
Tipe dan syarat seorang dikatakan pemimpin, adapun tipe-tipe kepemimpinan adalah :
Berilmu dan beramal shalih, Jujur, Tegas, Amanah, Adil dan bijak, Berani dalam menjalankan tugas, dan lain-lain. Seorang pemimpin juga harus memilki komitmen yang kuat dalam menjalankan amanah yang diberikan agar kepemimpinannya tidak sia-sia.
Kepemimpinan dalam konsep Al-Qur’an disebutkan dengan istilah Imamah, pemimpin dengan istilah imam.Al-Qur’an mengkaitkan kepemimpinan dengan hidayah dan pemberian petunjuk pada kebenaran. Seorang pemimpin tidak boleh melakukan kezaliman, dan tidak pernah melakukan kezaliman dalam segala tingkat kezaliman: kezaliman dalam keilmuan dan perbuatan, kezaliman dalam mengambil keputusan dan aplikasinya.
Seorang pemimpin harus mengatahui keadaan umatnya, merasakan langsung penderitaan mereka. Seorang pemimpin harus melebihi umatnya dalam segala hal: keilmuan dan perbuatan, pengabdian dan ibadah, keberanian dan keutamaan, sifat dan prilaku, dan lainnya.
Al-Qur’an menjelaskan bahwa seorang pemimpin tidak pantas mendapat petunjuk dari umatnya, seorang pemimpin harus berpengetahuan dan memperoleh petunjuk sebelum umatnya. Bahkan Al-Qur’an menegaskan seorang pemimpin harus mendapat petunjuk langsung dari Allah swt, tidak boleh mendapat petunjuk dari orang lain atau umatnya.
Pemimpin dalam pandangan Al-Qur’an sebenarnya adalah pilihan Allah swt, bukan pilihan dan kesepakatan manusia sebagaimana yang dipahami dan dijadikan pijakan oleh umumnya umat Islam.Pilihan manusia membuka pintu yang lebar untuk memasuki kesalahan dan kezaliman.
3. Ciri-ciri Pemimpin Menurut Islam
Pemimpin dalam islam mempunyai beberapa ciri-ciri, diantaranya :
- Niat yang ikhlas
- Laki-laki
- Berpegang dan konsistan pada hukum Allah
- Memutuskan perkara dengan adil
- Senentiasa ada ketika diperlukan
- Menasehati rakyat
- Lemah lembut
- Tidak meragukan rakyat
- Terbuka untuk menerima idea dan kritikan
4. Ayat ayat Al-Qur’an tentang kepemimpinan
Surat An-nisa: 34
Surat Al-Maidah ayat 51
Surat al-maidah ayat 57
Keadilan 4: 135
Surah an-nahl 16:90
Amanat al-anfal 8:27
Hadist:
- pemimpin harus bertanggung jawaab terhadap apa yang dipimpin. (HR. Muslim)
- kebaikan suatu kaum terletak pada pemimpin yang baik (Hr. Dailami)
- pemimpin adalah pelayan masyarakat. (Hr. Abu Na’im)
- Perintah untuk menunjuk pemimpin (HR. Ibnu Majjah)
5. Ciri-ciri orang mukmin
Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS.An-Nisa (4):59)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apayang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS. Al-‘Imran (3) :118).
Kesimpulan
Berdasarkan beberapa penjelasan dan beberapa argument di atas maka dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin adalah sosok yang harus memiliki serangkaian ilmu pengetahuan, wawasan, pengalaman dan kecakapan dalam mempengaruhi orang lain atau kelompok.
Selain itu, pentingnya memilih pemimpin yang seagama khususnya islam tentu memiliki tendensi yang cukup besar karna hal ini sudah dijelaskan betul dalam beberapa ayat tafsir yang telah dipaparkan sebelumnya. Sebagai ummat muslim tentu harus memenuhi berbagai aturan yang berlaku dalam agama, agar terciptalah sebuah kaum atau organisasi yang aman, tentram, damai dan sejahtera.
Referensi
- Al-Qur’an dan Terjemah
- Jan R. Jonassen, Rahasia Kepemimpinan. Jogjakarta, Hanggar Kreator. 2006
- Mahmud Asy-Syafrowi, Indeks Lengkap Ayat-ayat Qur’an. Jakarta, PT. Buku Seru. 2012
- Ahmad Zacky El-Syafa, Indeks Lengkap Hadist. Jakarta, PT. Buku Seru. 2012
- H. Muhammad Chirzin, Kamus Pintar Al-Qur’an. Jakarta, PT. Gramedia. 2013
- Hermanto Kosasih, Build the best of your life. Jakarta, PT. Alex Media Komputindo. 2011
(WARDAN/Annisa)