Sosialisasi Kebangsaan Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme Sosialisasi Kebangsaan Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme

Sosialisasi Kebangsaan Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme

Kegiatan Sosialisasi Kebangsaan Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme dilaksanakan di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta sebagai upaya memperkuat pemahaman kebangsaan bagi seluruh civitas pesantren bersama.

Program ini terselenggara melalui kerja sama Detasemen Khusus Delapan Puluh Delapan Anti Teror Mabes Polri dengan Kementerian Agama Republik Indonesia Kota Jakarta Selatan secara resmi.

Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai toleransi, memperkuat komitmen kebangsaan, serta membangun kesadaran santri terhadap bahaya paham radikal yang dapat mengancam persatuan bangsa Indonesia keutuhan nasional.

Acara menghadirkan narasumber Kombespol Moh Dofir, S.Ag., M.H., selaku Kasubdit Kontra Ideologi Ditcegah Densus Delapan Puluh Delapan Anti Teror Polri yang memberikan materi kebangsaan mendalam.

Selain itu, hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan H. Muhammad Yunus Hasyim, S.Ag., yang memberikan sambutan sekaligus apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan edukatif ini. Beliau menekankan pentingnya memahami ajaran agama secara moderat, menolak kekerasan, serta mengedepankan dialog sebagai sarana menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia modern.

Para santri mengikuti kegiatan dengan antusias, menyimak materi, berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan terkait peran generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta bersama.

Pihak pesantren menyampaikan komitmen mendukung program pencegahan radikalisme melalui pendidikan karakter, penguatan wawasan kebangsaan, serta pembiasaan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam membangun ketahanan ideologi serta menjaga stabilitas sosial masyarakat nasional bersama.

Melalui sosialisasi ini diharapkan lahir generasi santri yang memiliki pemahaman kebangsaan kuat, berpikir kritis, serta mampu menjadi agen perdamaian di tengah dinamika global kontemporer bersama.

Kerja sama berkelanjutan antara Densus Delapan Puluh Delapan dan Kementerian Agama diharapkan terus menghadirkan program edukatif yang mendorong penguatan nilai kebangsaan bagi masyarakat luas Indonesia.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang aktif menanamkan nilai moderasi beragama serta cinta tanah air sejak dini.