p>a href=”http://darunnajah3.com/solusi-mengatasi-anak-malas-ke-sekolah/solusi-kecil/” rel=”attachment wp-att-2302″>img class=”alignleft size-medium wp-image-2302″ title=”Solusi Mengatasi Anak malas ke Sekolah| www.darunnajah3.com” src=”http://darunnajah3.com/wp-content/uploads/2012/05/solusi-kecil-300×224.jpg” alt=”Solusi Mengatasi Anak malas ke Sekolah| www.darunnajah3.com” width=”300″ height=”224″ />/a>Keceriaan yang merekah bisa berganti kesedihan yang mendalam manakala buah hati tak mau bersekolah. Untuk para orang tua yang menginginkan buah hatinya rajin ke sekolah, ada baiknya membaca a href=”http://darunnajah3.com”>artikel/a> ini./p>
p>1. Tetap menekankan pentingnya a href=”http://darunnajah3.com”>sekolah/a>/p>
p>Terapi terbaik untuk anak yang mengalami fobia sekolah adalah dengan mengharuskannya tetap bersekolah setiap hari. Karena, rasa takut harus diatasi dengan cara menghadapinya secara langsung. Keharusan untuk memaksa anak untuk masuk sekolah, akan menjadi obat mujarab. Lambat laun keluhannya akan makin berkurang. Makin sering anak diizinkan bolos, akan/p>
p>makin sulit mengembalikannya lagi ke sekolah. Selain itu, dengan mengizinkannya absen sekolah, anak akan makin ketinggalan pelajaran, serta makin sulit untuk menyesuaikan diri dengan teman-temannya./p>
p>2. Berusahalah untuk tegas dan konsisten menghadapi keluhannya/p>
p>Baik karena pusing mendengar suara anak maupun karena amat mengkhawatirkan kesehatannya, orang tua seringkali meluluskan permintaan anaknya. Tindakan ini tentu tidak sepenuhnya benar. Jika kita bangun pagi anak segar bugar, namun pada saat mau berangkat sekolah tiba-tiba/p>
p>mogok, maka sebaiknya orangtua tidak melayani sikap negosiasi anak dan langsung mengantarnya ke sekolah. Hindari juga sikap menjanjikan hadiah jika anak mau berangkat sekolah. Karena hal ini akan menjadi pola kebiasaan yang tidak baik. Si anak tidak akan mempunyai kesadaran sendiri kenapa dirinya harus sekolah dan terbiasa memanipulasi orangtua./p>
p>Begitu pun jika sudah terlambat ke sekolah. Orang tua a href=”http://blackjackconsultant.co.uk/folding-poker-tables-are-necessary-if-the-host-a-home-poker-party”>casino online/a> harus tegas dan bekerjasama dengan guru meskipun si anak “mengamuk”. Tentunya diikuti dengan sikap yang tenang dan kesabaran untuk tahu mengapa si anak tak ingin sekolah./p>
p>3. Konsultasikan kesehatan anak pada dokter/p>
p>Jika anak mengeluhkan sesuatu pada tubuhnya, seperti pusing, mual, dan lain sebagainya, orang tua bisa langsung membawanya ke dokter. Setelah itu anak dapat kembali ke sekolah. Selain itu juga, dokter pun dapat membantu orang tua memberikan diagnose apakah keluhan anak merupakan tanda dari adanya stress terhadap sekolah, atau karena penyakit lainnya yang perlu ditangani serius./p>
p>4. Bekerjasama dengan a href=”http://darunnajah.com”>guru/a> kelas atau asisten lain di sekolah./p>
p>Umumnya para guru sudah biasa menangani masalah fobia di sekolah. Orang tua bisa meminta bantuan pihak guru untuk menenangkan anak dengan cara-cara seperti membawanya ke perpustakaan, mengajakanak beristirahat sejenak di tempat yang tenang. Jika sang anak sudah cukup dewasa, guru dapat mendiskusikan masalah yangs sedang memberati anak./p>
p>5. Luangkan waktu untuk berbicara pada anak./p>
p>Luangkan waktu yang insentif dan tidak tergesa-gesa untuk mendiskusikan apa yang membuat anak takut, cemas atau enggan ke sekolah. Hindarkan sikap mendesak atau bahkan tidak percaya dengan anak-anak. Cara ini hanya akan membuat anak Anda semakin tertutup hingga masalahnya tidak terbuka dan tuntas. Bekalilah anak Anda dengan strategi pemecahan masalah daripada mendorongnya untuk menghindari problem./p>
p> /p>
p>6. Konsultasikan pada psikolog atau konselor jika masalah terjadi berlarut-larut./p>
p>Jika orang tua tak mampu mengatasi anaknya hingga jangka waktu yang panjang. Ini menandakan adanya problem a href=”http://darunnajah.com”>psikologis/a> yang perlu ditangani secara proporsional oleh ahlinya. Apalagi jika fobia sekolah ini sangat menggangu sekolah anak. Hendaknya secepat mungkin persoalan ini dituntaskan. Psikolog atau konselor akan membantu menemukan pokok persoalan yang mendasari ketakutan, dan kecemasan anak, sekaligus menemukan elemen lain yang tidak terpikirkan oleh keluarga./p>
