Siswa SMK Laksanakan UN Kejuruan

Sebagian siswa (santri) Darunnajah Cipining mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun diklat 2011-2012 yang dilaksanakan pada Senin, 19 Maret 2012 ini. Mereka adalah siswa-siswi SMK kelas XII. Kegiatan ini berjalan lancar yang dilaksanakan mulai pukul 8 s.d. 10 WIB.

Siswa SMK Darunnajah Cipining Sedang Mengerjakan Soal UN
Siswa SMK Darunnajah Cipining Sedang Mengerjakan Soal UN

Kedupuluh lima siswa/i tersebut mengerjakan materi ujian berupa teori kejuruan yaitu Teknik komputer dan Jaringan (TKJ).   Mereka menggunakan 2 ruang yang telah disiapkan oleh pihak sekolah yang merupakan panitia pelaksana. Ruangan pertama berisi 15 siswa sedangkan ruang kedua terdapat 10 siswa.

Menurut kepala sekolah, Ustadz Sholeh Ahmad, S.Kom, pelaksanaan ujian untuk materi ini memang didahulukan. Dan ini berlaku untuk semua SMK yang berada di Kabupaten Bogor. Adapun 3 materi lainnya, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Matematika akan diujikan secara nasional berbarengan dengan pelaksanaan UN MA/SMU, yaitu tanggal 17 April mendatang.

Sementara itu, kegiatan UN akan dilanjutkan dengan Ujian Sekolah (US) yang dimulai pada haris Selasa, 20 Maret. US akan berlangsung hingga Selasa, 27 Maret nanti. Beberapa materi US di antaranya adalah Pendidikan agama, PKn, Matematika, Kewirausahaan, Bahasa Inggris, IPA, Bahasa Indonesia, IPS, KKPI, Fisikam dan Kimia.

SMK Darunnajah Cipining berbasis TIK. Sementara ini, terdapat 2 jurusan yang ada yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Multimedia. Satu jurusan lagi yaitu animasi masih berada pada proses mempersiapkan perangkatnya.

SMK Darunnajah Cipining memiliki motto professional dan relegius. Diharapkan dari SMK ini muncul generasi professional dalam bekerja serta mampu mengimbangi kemajuan teknologi dan komunikasi dengan nilai-nilai agama sebagai rem-nya. Karena menurut para ahli, semakin maju sebuah zaman dan teknologi, hendaknya samakin baik pula pendidikan agama, karena agamalah yang mampu menjadi  pengontrol teknologi yang membuka batas-batas privasi menjadi konsumsi global. (Wardan/Billah)